Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Goresan Luka


__ADS_3

Aku masih setia duduk di tepi ranjang saat ini. Setia menunggu Arjuna yang sedang berada di kamar mandi.Sejak kejadian tadi waktu aku dan Arjuna kejedut pintu dengan segala drama yang terjadi,Arjuna menyuruhku menunggunya di kamar.Tiba tiba Arjuna keluar dari kamar mandi tanpa memakai pakaiannya.Arjuna hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bawahnya.Sementara dada bidangnya dibiarkan terbuka.Aku yang tak sengaja melihatnya langsung memalingkan wajahku.Tak ingin berlama lama mengalami pemandangan yang sebenarnya sangat indah di pelupuk mataku tapi juga membuat jantungku kembali bergolak.


Aku bangkit melangkahkan kakiku yang hampir tak seirama dengan pikiranku.Bagaimana tidak, pikiranku ingin segera menjauh dari lelaki tampan yang ada di dalam ruangan ini.Tapi ternyata kakiku malah berlalu melewati dada bidang yang bentuknya menggoda iman.


Dasar manusia super jahil tepat saat aku melewati tubuhnya dia menyilangkan kakinya di kakiku yang sedang melangkah dengan jantung berdegup kencang.Kakiku tersandung, melompat beberapa centi didepan dan hampir saja terjerembab kelantai saat Arjuna dengan sigap menangkap tubuh mungilku.Seketika aku seperti orang yang kehabisan nafas.Bahkan tak bisa meneguk salivaku sendiri.Lengan kekar itu sudah melingkar ditubuhku seperti ular yang kelaparan dan tak akan melepaskan mangsanya.


Tak ada pilihan bagiku.Kupejamkan bola mata ini.Karena aku yakin betul dengan manusia super jahil beberapa hari ini selalu saja seperti srigala berbulu domba yang sedang menunggu waktu untuk memangsaku.


"Apa kau baik baik saja?"kudengar pertanyaannya tanpa aku membuka mata


Seperti biasa aku tak menjawab,hanya mematung.Menahan jantung yang semakin lama semakin cepat berdetak.Melihat keadaanku yang mematung tak bergerak Arjuna memulai aksinya.Arjuna mulai membelai pipiku yang mulus, yang kini mulai berwarna kemerahan.Arjuna juga mendekatkan wajahnya pada wajahku, sehingga aku bisa merasakan suara nafasnya yang menjalar memasuki setiap aliran darahku sehingga membuatku tambah sulit untuk bernafas.


Aku masih mematung menggenggam erat kedua tanganku.Berharap semua kejadian ini cepat berlalu.Tapi sepertinya doa dan harapanku belum diijabah.Tangan kekar itu mengangkat daguku.Dekat,malah sangat dekat.Refleks aku membuka mataku dan dengan segenap kekuatan yang terkumpul aku mendorong tubuh tegap Arjuna sampai terjerembab jatuh di atas ranjang.Sebenarnya aku tak bermaksud mendorongnya sampai jatuh terjerembab, tapi karena kegugupan membuat tenagaku menjadi sangat kuat.


Aku bergegas ingin menolongnya.Tapi ternyata ketidaksengajaan itu membuat Arjuna berang.


"Aku bisa bangun sendiri"Arjuna berkata sambil menepis tanganku yang refleks memegang lengan kekarnya.

__ADS_1


Aku meneguk salivaku."Aku minta maap...aku tak bermaksud...."kataku belum selesai tapi Arjuna berlalu meninggalkanku dengan wajah tak enak dipandang mata.


Aku menjadi merasa sangat bersalah.Aku tak tau harus berbuat apa.Ingin minta maap tapi Arjuna sudah meninggalkanku.


Malam itu setelah kejadian Arjuna pergi keluar tepat jam 10 malam.Sementara aku menunggunya sampai tertidur di ranjang.Aku terbangun pukul 3 dini hari.Tapi tak ada tanda tanda kalau Arjuna sudah pulang.Hatiku mulai gundah.Kucoba menyusuri ruangan kamar sampai balkon tapi sosok yang aku cari belum keliatan batang hidungnya.Aku menuruni anak tangga dengan sedikit berlari, berharap akan menemui Arjuna di lantai bawah.Tapi kenyataan aku tak menemukan apapun.


Kemana perginya Arjuna.Apakah dia benar benar marah padaku?.Pikiranku berkecamuk.Rasa bersalah terus menghantam perasaan ini, sampai akhirnya kudengar suara azan subuh berkumandang.


Cepat ku pergi berwudhu kemudian mengadu kepada yang empunya jiwa ini.Aku tak sadar saat itu air mataku mengalir.Rasanya sedih, merasa diri ini terhimpit oleh dinding tebal.Tak pernah aku merasakan perasaan seperti ini.Ku seka bulir bulir bening yang membasahi pipi ini.Memohon ampunan pada yang Kuasa.Berharap suamiku dalam lindunganNya.


Cepat aku berjalan menuju kearahnya setelah ku lipat sajadah dan mukena.Arjuna tak menoleh sedikitpun kearahku, meski kali ini posisiku tepat berada di depannya.


"Bolehkah aku meminta tangan kananmu?"kataku dengan wajah sangat manis.


Arjuna mengangkat tangan kanannya tepat di depan wajahku.Tapi Arjuna tak melihatku sama sekali.Entah apa yang dilihatnya.


"Aku minta maap"suaraku terdengar sangat lirih saat selesai ku kecup punggung tangannya.

__ADS_1


Tapi Arjuna tak menjawabnya.Dia berlalu dihadapanku.Meninggalkanku dengan seribu perasaan bersalah yang teramat sangat menuju kamar mandi.


Aku berusaha memberikan perhatian padanya dengan menyiapkan baju ganti saat dia berada di kamar mandi.Kususun di atas ranjang.Kemudian aku turun membantu bik Asih untuk menyiapkan sarapan.


Jam di dinding dapur sudah menunjukkan pukul 6.30 pagi.Arjuna belum juga turun, tak seperti pagi pagi lalu.Tapi aku masih berharap setelah Ia sarapan memakan nasi goreng yang biasa aku buat sikapnya akan kembali biasa padaku.Akhirnya setelah aku selesai menata makanan diatas meja yang ditunggu tunggu datang juga.


Betapa kecewanya aku, Arjuna turun dengan menggunakan baju lain.Dia tak menggunakan baju yang sudah aku siapkan.Aku hanya bisa meneguk kekecewaan.Kupasang senyum teramat manis padanya.Tapi Arjuna lagi lagi tak mau melihatku.Seperti biasa aku ingin mengambilkan nasi goreng kepiringnya saat dia dengan cepat mengambil selembar roti dan mengisinya dengan selai coklat.


Aku menarik nafas panjang. Menghembuskannya dengan sangat pelan, agar masih dapat mengontrol hati dan pikiranku yang berkecamuk.Aku duduk persis di depan kursi milik Arjuna.Menyantap nasi goreng yang akan kuberikan padanya tadi.Tapi Arjuna tak sedikitpun menatap kearahku yang duduk tepat di hadapannya.


Kerongkonganku seakan mengembang.Ada rasa sedih disana yang tak dapat aku tahan.Serasa ada luka yang tergores melihat sikapnya padaku.Setelah selesai sarapan Arjuna segera berlalu, bahkan dia tak mendengar aku memanggilnya meski hanya untuk sekedar bersalaman.


Tubuhku berasa layu,apa yang akan aku lakukan.Apa yang harus aku katakan, agar Arjuna kembali bersikap biasa padaku.Perasaan ini sungguh tak dapat aku jelaskan.Tak dapat aku ungkapkan.Seharian bahkan aku tak berbuat apapun.Rasanya serba salah.Aku hanya beranjak untuk wudhu dan sholat.Aku bahkan tak menyentuh makanan sedikitpun.


Beberapa hari aku merasakan hal yang sama.Ini sudah 2 minggu Arjuna seperti itu.Aku bahkan tak mendapatkan kesempatan meski hanya sekedar meminta maap.Arjuna selalu menghindar bila bertemu denganku.


Happy reading...mohon maap telat update...mohon maap atas segala kesalahan kata atau eyd.....mohon krisannya kakak...terima kasih lop u all yang sudah setia menunggu...🤗😘

__ADS_1


__ADS_2