Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Amnesia


__ADS_3

Suasana panik dan mencekam mulai terjadi diruangan kamar Khaula.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun"pak Ahmad seketika mengucapkan kalimat itu dari mulutnya dikala ia benar benar melihat Khaula ponakannya tidak bernafas lagi.


"Innalillahi......."sambung buk Ratih cepat kemudian terduduk di tepi ranjang Khaula.


Arjuna terus mengguncang tubuh mungil Khaula."Tidak..tidak Lula...jangan pergi tinggalin aku seperti ini...kamu tak boleh pergi sebelum kamu tau kalau aku benar bemar mencintai kamu...aku bahkan tak perduli dengan siapapun atau apapun saat ini...bangun Lula....."Arjuna meraung keras.Pak Ahmad dan buk Ratih ikut menangisi kepergian Khaula ponakan semata wayangnya.


Arjuna hampir putus asa.Ia teringat pelajaran penyelamatan yang dulu pernah ia pelajari di luar negeri, dengan sigap ia memompa dada Khaula dengan telapak tangannya.Tapi tetap belum ada reaksi.Masih ad waktu itu yang kini ada di dalam pikirannya.Meski pun Arjuna begitu panik apalagi setelah melihat pak Ahmad mulai datang membawa Al Quran.


Arjuna mendekatkan wajahnya dengan wajah Khaula,sangat dekat sampai tak ada jarak diantara mereka.Air mata Arjuna menetes diatas pipi mulus Khaula.


"Sayang...kumohon bangun...Aku akan belajar menjadi suami yang baik.Aku akan menjadi imam untuk keluarga kecil kita...bangun sayang"seketika Arjuna memberikan nafas buatan pada Khaula.Butuh waktu beberapa kali dan beberapa menit sehingga mukjizat itu datang.


Tiba tiba Khaula menarik nafasnya dalam dalam dan tersedak.


Ke enam bola mata itu sontak melihat kearah Khaula yang tiba tiba membuka bola matanya yang indah.


"Alhamdulillah..."ucapan serentak dari pak Ahmad dan buk Ratih


Arjuna tersenyum "Alhamdulillah...aku akan bayar nazarku ini ya Allah" ia berkata dalam hatinya.

__ADS_1


Pada saat ia memberikan nafas buatan pada Khaula ia berjanji akan menjual segala apapun properti yang ia miliki untuk menukarkannya pada nyawa sang istri.Ia berjanji akan menyumbangkan segala hartanya itu untuk pondok pesantren dan kaum dhuafa di kampung istrinya ini.


Ternyata Tuhan mendengar nazarnya.


Tuhan mengembalikan Khaula.Mungkin Engkaupun tak mempercayai ketulusan hatiku Tuhan.Sampai Engkau harus menguji cinta ini dan menukarnya.Tapi Aku ikhlas.Asalkan istriku berada disisiku.Gumam Arjuna di dalam hatinya sambil menggenggam erat jemari imut sang istri.


"Apa yang terjadi"Khaula bertanya keheranan karena melihat raut wajah orang orang yang ada disekitarnya penuh dengan sisa air mata.


Arjuna membantunya untuk bangkit dari tidurnya.


"Tidak...tadi kamu pingsan"Jawab Arjuna.


"Iya Lula...tadi kamu pingsan"tambah buk Ratih.


"Benarkah?hanya pingsan?"tanya Khaula lagi karena tidak mempercayai Arjuna dan buk Ratih.


"Iya bener nduk...kamu pingsan..."jawab pak Ahmad.


"Tapi kenapa pak lek...bulek....dan orang ini jugak kenapa seperti menangis"tanya Khaula sambil menunjuk ke arah Arjuna dengan suara khas seperti orang habis bangun tidur.


"Lula....em..Lula istirahat dulu ya"buk Ratih menghampiri Khaula yang dari tadi seperti orang kebingungan.

__ADS_1


"Pak lek...bulek...ayah sama ibu dimana?kok Lula gak ngeliat ayah sama ibuk"Khaula berkata dengan suara manja sambil jemarinya memutar mutar ujung jilbabnya.


Seketika pak Ahmad,buk Ratih dan Arjuna saling pandang.Tak mengerti dengan apa yang dikatakan Khaula.


"Pak lek.....Lula mau main ya....dengan anak e mbok sum...si Fitri....tapi pak lek jangan ngomong ama ayah sama ibuk ya"Khaula beranjak dari ranjang kemudian bertingkah seperti anak kecil yang masih usia 5 tahun.Kemudian berjalan kearah ruang tengah.Pak Ahmad buk Ratih serta Arjuna semakin teeheran heran dengan kelakuan Khaula.


"Bu lek....mainan Lula dibuang ayah lagi ya?"teriak Khaula dari arah ruang tengah dengan suara cempring dan kemudian menangis tersedu sedu....


Ketiganya cepat berlari menghampiri Khaula dan merasa semakin heran.


"Lula....Lula ngomong apa barusan nduk"tanya pak Ahmad ingin memastikan.


"Mainan Lula dibuang ayah lagi ya?Lula mau mainan lagi...pak lek beliin Lula main lagi ya.. yang banyak.Tapi jangan bilang sama ayah lagi"Jawab Khaula dengan nada manja seperti bocah.


Ketiganya semakin bingung melihat tingkah Khaula.


"Lula...Lula kenal siapa ini"pak Ahmad menunjuk kearah Arjuna.


"Gak...Lula gak kenal...emangnya siapa?temennya pak lek?namanya pak lek siapa?"jawab Khaula masih dengan nada kekanakannya.sambil menggelendot di tangan pak leknya.


"Allah......ampun ya Allah..."terdengar suara buk Ratih mengiba...menghampiri ponakan semata wayangnya.

__ADS_1


Apa yang terjadi pada Lula Gusti....gumamnya dalam hati.


Sementara Arjuna terlihat sangat frustasi melihat sikap sang istri sejak bangun dari mimpi buruknya tadi.


__ADS_2