Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Alhamdulillah


__ADS_3

Suara azan subuh berkumandang menggema diseantero langit ibu kota yang sudah menggeliat sebagian manusianya bahkan sudah melakukan aktivitas fisik.Arjuna tersadar dari mimpi indahnya.Mimpi indah yang dirajutnya bersam sang istri setelah hampir 6 bulan lebih menahan gejolak dihatinya.


Arjuna mengembangkan senyumnya tatkala melihat Khaula disampingnya yang masih tertidur pulas.Khaula pasti terlalu penat pikirnya karena pertarungan semalam.Arjuna mendekatkan wajahnya tanpa jarak kewajah Khaula.Kemudian mengecup pelan pipi mulus Khaula kemudian membangkitkan dirinya dari ranjang empuk yang menjadi saksi bisu kesempurnaan cintanya dan Khaula.


Dengan mengayun langkah pelan Arjuna berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya kemudian memenuhi panggilan Ilahi Rabbi.


Khaula menggeliat diatas tanjang empuk itu dengan sangat nikmat.Rasanya semua tulang tulangnya mau patah.Ia mencoba untuk membuka mata indahnya dengan sempurna.Tapi betapa terkejutnya Khaula saat mengetahui dirinya tanpa busana bahkan tak memakai sehelai benangpun.


Ia berusaha mengingat ingat kejadian yang menimpanya semalam.Ia mengingat saat itu Arjuna menyenggol tubuh mungilnya kedalam kolam renang saat hendak berenang keluar dari dasar kolam Khaula tak dapat menggerakkan kaki kanannya yang ternyata mengalami keram didasar kolam kemudian Arjuna menolongnya dan ia tak sadarkan diri setelah itu.Jadi pantas saja dirinya tak memakai pakaian karena pasti Arjuna sesang menjemur semua pakaiannya karena di rumah buk Silvi Khaula tak pernah menyimpan pakaiannya.


Khaula beranjak ingin bangkit dari kasur empuk yang menjadi alas tidurnya,tapi ada sesuatu yang lain yang ia rasakan.Bagian pangkal pahanya terasa sangat sakit.Khaula bergerak menggeser tubuhnya meski terseok ternyata betapa kagetnya Khaula saat melihat bercak darah di seprai berwarna putih itu.


Arjuna telah melakukannya malam tadi,pikirnya.Ia mengambil kesempatan saat dirinya benar benar tidak sadarkan diri.Betapa marahnya Khaula.Rasa kesal sakit kecewa bercampur jadi satu saat ini.Ia menangkupkan kedua telapak tangannya pada mulutnya menangis sejadinya menahan segala rasa yang ia miliki.


Arjuna keluar dari kamar mandi sudah siap akn melaksanakan sholat subuh.Tapi betapa kagetnya Arjuna saat melihat Khaula sedang menangis di tepi ranjang sambil menutup mulutnya dengan kedia telapak tangannya.Arjuna segera menghampiri Khaula yang sedang menangis lepas.


"Lula....apa yang terjadi?"Arjuna bertanya sambil membelai lembut rambut ikal mayng milik Khaula.


Khaula tak menjawab.Ia tetap menangis tanpa memperdulikan Arjuna.

__ADS_1


"Lula....aku minta maap"tambah Arjuna sambil membungkukkan kepalanya mendekatkan wajahnya pada wajah Khaula yang tetap saja menangis dan tak menjawabnya.


"Lula...jangan menangis...apa dirimu merasakan sakit?"Arjuna terus bertanya pada Khaula.Dan Khaula tak kian menjawab.Arjuna mengusap kedua tangannya kewajah seperti orang frustasi membuangnya kasar.


"Lula....bicaralah...agar aku tau...apa yang sebenarnya terjadi"tambah Arjuna dengan suara putus asa.


"Lula....kau bisa memukulku...menjambak rambutku...atau menendangku...terserah kau boleh melakukan apapun padaku...tapi tolong jawab...bicaralah Lula..."Arjuna berkata sambil menundukkan tubuhnya kemudian mensejajarkannya dengan Khaula.Mendekatkan wajahnya pada wajah Khaula yang sedang ditutup dengan kedua telapak tangannya.


Sebenarnya bukan hanya soal kejadia malam tadi saja yang membuat Khaula menangis sejadinya.Tapi Khaula bingung harus bagaimana setelah ini.Apa Khaula akan terus berpura pura amnesia atau Khaula akan menjadi dirinya sendiri.Kalau ia memilih untuk tetap amnesia ia tak tau harus berbuat apa saat ini.Tapi jika memilih menjadi dirinya apa yang harus ia lakukan pada lelaki yang bergelat suaminya yang sudah merenggut keperawanannya tadi malam.


"Lula...aku tau...kau sangat terpukul atas segala yang telah terjadi malam tadi...tapi percayalah...sebenarnya aku tak mampu menahan segala gejolak yang ada didalam hatiku yang terus menerus bergemuruh tak henti henti melihat dirimu yang tanpa busana sehelai pun,tapi sebenarnya semua ini tak akan terjadi jika kau menolakku tadi malam.Tapi sungguh Lula...kau tak menolaknya.Kau yang menarikku kedalam situasi yang lebih dalam...tapi percayalah aku tak akan pernah meninggalkanmu sampai kapanpun.Aku berjanji Lula..."Arjuna berkata sangat lembut pada Khaula dengan membuka wajah Khaula yang ditutup dengan kedua tangannya.Kemudian mengecup lembut kening Khaula mendekapnya dalam dalam pada dasar dada bidangnya.Yang membuat Khaula tenang sesaat.


"Lula..."Arjuna memanggil Khaula yang sudah sedikit tenang dalam dekapannya.


Khaula tiba tiba mendorong Arjuna menjauh dari dirinya.


"Lula apa yang kau lakukan"Arjuna bertanya dengan sangat heran karena tiba tiba sikap Khaula berubah padanya.


"Kenapa kau lakukan itu padaku"tiba tiba Khaula bertanya dengan nada sewot.

__ADS_1


"Apa maksudmu?"Arjuna menelisik Khaula apakah Khaula sudah tidak amnesia.


"Siapa yang mengijinkanmu untuk melakukannya"tanya Khaula lagi sambil membuang pandangannya kesegala arah.


"Bukankah tadi sudah kujelaskan Lula..."Arjuna menjawab dengan nada pelan.


"Aku tak pernah mengijinkanmu"tiba tiba Khaula berkata ketus pada Arjuna.


"Apa kau sudah sembuh Lula?"Arjuna bertanya dengan nada sangat hati hati memastikan Khaula sudah sembuh dari amnesianya.


Khaula gugup karena mendengar pertanyaan Arjuna.


"Hem....maksudmu?"Khaula balik bertanya pada Arjuna yang terlihat kebingungan.


"Alhamdulillah...kau benar benar sudah sembuh?"Arjuna terlihat sangat gembira.Ia bahkan mengguncang tubuh Khaula beberapa kali memastikan sang istri benar benar telah sembuh.


Khaula meninggalkan Arjuna yang masih senang bukan kepayang dan masih menghubungi dr.Gun sahabatnya untuk menceritakan keadaan Khaula saat ini.


Khaula tak mampu untuk berbohong lebih lama pada Arjuna.Terlebih saat Khaula tau kalau Arjuna menukar semua aset miliknya hanya demi seorang Khaula.Arjuna juga sudah menunjukkan itikad baiknya untuk serius mempelajari agama Rabnya dan terlebih Khaula rindu untuk bisa sholat berjamaah dengan Arjuna tanpa harus menjadi orang lain.

__ADS_1


Akhirnya....setelah 2 hari Bab ini kelar....mohon maap klu bab ini gak nyambung dan kurang greget ya kakak readers...feelnya gak dapet2....maklum kami penulis amatiran yang baru belajar.Smg Allah mudahkan segala urusan kita semua...smg diberikan kesehatan dan umur yg berkah amin...dan yg paling penting di jauhkan dr penyakit covid 19 ini...amin...smg semua cepat berlalu amin Allahumma amin


__ADS_2