Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Sholat Jamaah Pertama Kali


__ADS_3

Hampir satu minggu sudah kejadian dirumah buk Silvi,Khaula memukul perut Arjuna sampai memar merah.Setelah Khaula sadar dari tidurnya pak Ahmad mencoba bertanya pada Khaula sampai ia memukul perut Arjuna.Tapi Khaula tak menjawab dan tak mengingat kejadian itu.


Okupasi terapi sudah 3 kali ia jalani selama satu minggu ini.Arjuna sangat menikmati masa masa menemani sanh istri menjalani pengobatan.Tak lupa Arjuna mendokumentasikan semua kejadian di ponselnya.Ia ingin suatu saat nanti Khaula bisa melihatnya.


Setiap Selasa kamis dan sabtu Arjuna hanya bekerja setengah hari diperusahaan demi menemani sang istri terapi.Tapi ia tak pernah terdengar mengeluh.Sampai pak Ahmad terkadang merasa kasihan padanya.Wajahnya terlihat sangat lelah.Tapi ia tak putus asa.Selalu teesenyum dan sabar menghadapi tingkah laku Khaula yang suka menangis tak jelas.


Terlebih emosi Khaula sangat tidak stabil akhir akhir ini.Kadang pak Ahmad dan buk Ratih pun kewalahan dibuatnya.Tapi Arjuna menhadapinya dengan kesabaran yang luar biasa.


Hari demi hari hingga minggu berganti minggu,tapi Khaula belum lagi menunjukkan tanda tanda kesembuhan.


Malam semakin larut.Sudah 2 bulan berlalu.Khaula sedang tidur pulas saat itu.Arjuna seperti biasa seperti seorang ayah yang sedang mendongengkan putri kecilnya.Meski malam telah larut tapi Arjuna belum bisa terpejam.Ia masih asik memandangi wajah mungil nan canyi Khaula.Tiba tiba Khaula terisak dalam tidurnya.Khaula mengigau.Igauannya sangat dalam.


Khaula menangis,memegang erat lengat kekar Arjuna dan memeluk Arjuna dengan sangat erat.


"Ayah....Lula rindu...Ibu...Lula rindu...jangan tinggalkan Lula...Lula tak punya tempat disini"terdengar isak tangisnya semakin menjadi.Arjuna hanya membalas memeluknya erat.


"Lula takut ayah...Lula takut ibu...mas Juna berbohong...Lula takut"Khaula membenamkan wajahnya didada bidang Arjuna.


Seketika Arjuna mengguncang tubuh Khaula.Membangunkan Khaula yang sedang dalam igauan.


"Lula bangun...aku disini,aku disini Lula...aku tak akan meninggalkanmu...tak akan pernah...meski hanya sesaat"Arjuna terus mengguncang tubuh mungil Khaula.


Bak disambar petir disiang bolong.Khaula terbangun dari tidurnya.Duduk diranjang dengan dada sesak seperti habis timbul dari tenggelam.Peluh membasahi sekujur wajah dan tubuhnya.Netranya menyelidik keseluruh sudut ruangan.Arjuna mengguncang tubuh Khaula lagi.


"Lula....lihat...aku disini...bersamamu"Arjun menatap Khaula dalam dalam.


Sementara Khaula mulai merasakan kebingungan.Tak menjawab Arjuna sepatahpun.Khaula.memicingkan bola matanya.Memicit alis atasnya yang terasa nyeri.


"Lula...jawab Lula....apa kau merasakan sakit kepala lagi"Arjuna mencerca pertanyaan pada Khaula


"Dimana ini...."Khaula menjawab dengan masih memicingkan matanya dan memijit mijit alisnya.Khaula merasakan sakit kepala yang hebat.

__ADS_1


Arjuna panik,melihat Khaula bertanya begitu.Ia seperrinya yakin kalau Khaula sudah sadar.Khaula.sudah sembuh.Tapi Arjuna mengingat kata dr.Gun kalau Khaula tak boleh sampai tertekan.


"Lula...istirahatlah...ayo baringlah....agar sakit kepalamu berkurang...aku akan mengambilkan obat"Arjuna membaringkan Khaula kemudian mengambil obat penenang pemberian dokter untuk Khaula.


Arjuna meminumkan obat pada Khaula yang masih memijit alis atasnya,dan menyelimuti tubuh Khaula yang sudha mulai berangsur tenang.Arjuna membantu Khaula memijit pelan alis atas Khaula.Agar sakit yang dirasakan Khaula sedikit berkurang.Dan benar saja beberapa menit kemudian Khaula mulai tenang dan memejamkan matanya kembali.


Setelah dilihatnya Khaula mulai terlelap kembali dengan cepat Arjuna menghubungi dr.Gun.Arjuna menceritakan kejadian barusan pada dr Gun.Alhamdulillah Arjuna sangat bahagia mendengar penuturan de.Gun.Tak sabar Arjuna ingin melihat hari esok.Melihat saat pagi Khaula bangun dari tidurnya.


Karena kata dr.Gun seandainya pagi esok Khaula bangun dengan dirinya yang sebenarnya maka Khaula dinyatakan sembuh,tapi jika pagi esok Khaula bangun masih bersikap seperti Khaula kecil berarti itu hanya mimpi Khaula yang terbawa.


Dengan susah payah Arjuna membolak balikkan tubuhnya agar dapat memejamkan bola matanya.Tapi sampai hampir pagi ia tak kunjung bisa tidur.Arjuna akhirnya pergi ke kamar mandi mengambil wudhu dan sholat sunnah witir 2 rakaat.


Sejak kejadian yang membuat Khaula kehilangan ingatannya Arjuna benar benar bersungguh sungguh untuk belajar agama.Kemampuannya untuk menhafal surah pendek dan bacaan sholat sangat cepat.Ia benar benar berubah 180 derajat.Dulu tal pernah ia melaksanakan sholat lima waktu sekarang ia sangat rajin.Ia juga sangat rajin mendengrkan murrotal Al Quran agar bisa cepat menghafal ayat ayat Al Quran bukan hanya itu sedekah dan berpuasa sunnah pun ia kerjakan.Sampai buk Silvi sangat bersyukur dengan kejadian ini.Paling tidak anak semata wayangnya yang susah untuk diatur dalam hidup sekarang sudah menjadi anak yang sholeh.


Bahkan berkh besar pada kejadian ini stelah Arjuna rajin beribadah buk Silvi kini mengenakan jilbab.


Akhirnya Arjuna tertidur di ats sajadahnya pukul 3 dini hari.Sholat membuatnya mengantuk.Begitulah setan menggoda manusia dengan mudahnya dalam beribadah.


"Lula....kamu sudah bangun"tanya Arjuna berharap Khaula sudah pulih.


Khaula tersenyum."hehehe....emangnya pak lek....orang azan malah pak lek tidur disajadah"


Arjuna menahan nafasnya seketika.Menariknya panjang kemudian membuangnya perlahan.Ternyata Khaula belum sadarkan diri.Khaula masih menjadi Khaula kecil.Tapi Arjuna berusaha memainkan perannya dengan sangat baik.Ia tersenyum sangat manis pada Khaula.Kemudian menjulurkan tangannya ingin mengacak kapala Khaula tapi secepat kilat Khaula mengelak.


"Ih...pak lek...Lula sudah wudhu...kata ayah kalau sudah wudhu gak boleh bersentuhan sama yang tidak sejenis"Khaula berkata dengan nada sewot.


Arjuna tersenyum"emangnya Lula mau kemana kok wudhu"Arjuna berkata sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Lula mau sholat pak lek...pak lek jadi imamnya...Lula makmumnya ya....kaya ayah Lula sama ibu"kata Khaula kemudian memasang mukena,dan membentang sajadah untuknya tepat di belakang kanan sajadah Arjuna tadi.


Beberapa menit kemudian Arjuna keluar dari kamar mandi kemudian berjalan menuju sajadahnya melihat Khaula yang sudah bersiap untuk menjadi makmumnya.

__ADS_1


"Ayo cepet pak lek...nanti Lula kentut...kan Lula belum eek ni"kata Khaula menyuruh Arjuna untuk cepat memulai sholat.


Arjuna menarik nafasnya panjang


"Seandainya Allah izinkan engkau sembuh istriku...betapa bahagianya diri ini bisa menjadi imam buatmu untuk pertam kalinya"Arjuna berkata dengan suara kecil.


Kemudian mengangkat takbir untuk sholat subuh.Hingga di rakaat terakhir Arjuna lagi lagi menitikkan air mata.Entah karena ia terlalu khusyuk atau ia teebawa suasana.Entahlah,tapi ia sangat menikmati sholat subuh pertamanya menjadi imam meski bersama Khaula kecil.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...ucapan salam kekiri terdengar sangat syahdu.


Arjuna berzikir setelah shat kemudian mengangkat tangan melaungkan doa kepada sang maha kuasa Ilahi Rabbi yang diamini oleh Khaula sebagai makmumnya.


Doanya teramat sangat khusyuk.Terdengar nama Khaula Nusaiba binti Wahid dibacakan Arjuna diakhir doa.Tak begitu jelas ditelinga Khaula doa apakah itu.Tapi Khaula mengamininya.


Setelah selesai berdoa segera Khaula menarik lengan Arjuna


"Pak lek...Lula mau tangan kanan pak lek"


Arjuna memberikan tangan kanannya pada Khaula dan secepat kilat di sambut oleh Khaula kemudian Khaula mencium punggung tangannya.Arjuna merasakan ada sesuatu dipunggung tangannya.Seketika Khaula berbalik membelakangi Arjuna.


"Lula...kamu nangis?"tanya Arjuna lembut menahan bahu Khaula


Khaula berbalik kemudian menangis


"Ia Lula inget ayah...Lula rindu ayah"


Arjuna memeluk Khaula erat,sangat erat.Menghapus air mat di pipi Khaula.


"Jangan nangis ya...jangan sedih...aku akan menggantikan ayahmu...sampai nyawaku berhenti"kata Arjuna dengan menitikkan bulir bening dipipinya tanpa ia sadar.


Alhamdulillah....3 bab malam ini.membayar hutang pada kakak reader yg setia...InsyaAllah bab beeikutnya ada pov Khaula.Ditunggu ya...apakah Khaula benar benar masih lupa ingata. atau Khaula sudah sembuh tapi sengaja memainkan perannya.....mohon maap kalau ceritanya membosankan dan tidak menyenangkan.

__ADS_1


Mohon maap jugak krn suka lama update krn kesibukan author dikantor dan dirumah....semoga Allah memberikan nikmat sehat lahir bathin dan memberikan kita rejeki melimpah serta memberikan umur yg berkah bagi kita semua.amin๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2