Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Malam Pertama


__ADS_3

Segala prosesi telah selesai azan magrib telah berkumandang.Aku meminta ijin kepada semua orang yang ada disekelilingku.Arjuna metapku saat aku hendak beranjak.Aku buru buru keluar ruangan indah itu karena azan magrib telah usai.Aku tak ingin meninggalkan sholat magrib sore itu.Rita berjalan menemaniku menuju apartemen.Setelah sampai di apartemen aku segera masuk kekamarku dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan segala dempul dempul yang menghiasi wajahku.Setelah selesai aku keluar menunaikan sholat magrib kemudian Rita menyusulku.Kami berjamaah dikamar ini.Setelah selesai aku dan Rita membaca Al Quran bersama seperti dulu yang sering kami lakukan kala aku masih menumpang dirumahnya.Mengajarkan Rita hurup demi hurup dan merangkainya menjadi lantunan ayat yang indah.seindah hidupku saat itu.


Sampai sholat isya kami masih berjamaah.Setelah selesai sholat isya aku mendengar suara ribut ribut diluar kamar.Itu pertanda semua orang sudah kembali.


Jantungku berdebar tak tentu


melompat lompat tak bisa kukendalikan.


Rita mengajakku keluar kamar.Benar saja semua orang sudah kembali kerumah ini.saat aku keluar kamar buk Silvi yang sekarang telah menjadi mertuaku memanggilku.


"Mami pulang ya Lula...terima kasih atas hari ini.Mami pulang dulu."kuambil tangan kanannya dan kucium punggung tangannya.


Mengantarnya sampai depan pintu.Kemudian Rita dan suaminya serta pak Dodi berpamitan.Sebelum pergi Rita berkali kali memelukku.Menguatkan aku yang sedang dalam keadaan terpuruk.


Aku harus tetap tersenyum meski hatiku hancur.Melambaikan tanganku pada sahabat yang sudah kuanggap saudara kandungku.


Kemudian kututup pintu apartemen, sebelum aku berbalik tak lupa aku menyeka sudut mataku yang sejak kepergian Rita tadi membuncah keluar sampai hampir membasahi cadarku.Saat aku berbalik tepat dibelakangku ada Arjuna.Laki laki yang saat ini sudah bergelar suamiku.Kulempar pandanganku kesembarang arah saat Arjuna maju mendekat tepat didepan wajahku.

__ADS_1


Aku memundurkan wajahku yang hampir tak berjarak dengannya.


"Aku hanya ingin memastikan pintu sudah tertutup dengan benar, karena aku tak mau


ada orang lain lagi yang lari dari rumah ini"katanya sambil menarik gagang pintu.Kemudian meninggalkanku yang kaku seperti patung menahan napas.


"Aku menunggumu dikamarku wahai istriku"katanya berbalik saat ingin menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya dilantai dua kemudian hilang ditelan pintu kamarnya.


Hanya ada aku, Arjuna dan bik Asih malam ini.Aku melangkahkan kakiku pada anak tangga dengan ragu.apa yang akan dilakukan laki laki aneh itu padaku.Apa aku harus berteriak disaat terjadi sesuatu padaku dikamarnya.Lantas kalau aku berteriak siapa yang akan menolongku....Apakah bik Asih mau menolongku?ah....pikiranku berkecamuk....Bismillah...ku pegang erat gagang pintu ruang kamar Arjuna sekuat tenaga.


Kuberanikan kakiku mengkah kedalam ruangan bernuansa abu abu putih.Sangat bersih dan semua perabot tertata sangat rapi.Entah kenapa aku tertarik pada sebuah lukisan yang tergantung disebelah kiri pintu kamarnya.Kudekatkan pandanganku.Aku melihat lukisan ini dengan sangat teliti.Sepertinya aku mengenal tempat yang ada dalam lukisan ini...tapi dimana..aku mencari cari memori didalam ingatanku, tapi sungguh sangat sulit aku temukan.


Belum selesai aku memikirkan memori tentang tempat dilukisan ini rupanya Arjuna sudah tepat berada di depanku.Tubuhku sampai melompat karena terkejut.Saat aku membalikkan tubuhku.Hampir tercabut nyawaku.Kupegang dadaku tanda aku terkejut dengan keberadaannya.


"Apa yang kau lihat istriku?"tanya Arjuna sambil melangkah maju selangkah kedepanku dengan nada mengejek.


Reflek disaat Arjuna memajukan kakinya selangkah,aku dengan cepat menarik kakiku mundur selangkah.Ku pegangi tembok yang tepat berada di belakangku..aku tak bisa menjawab pertanyaannya.Mendengar Arjuna memanggilku istriku membuat mulutku tercegat.Kerongkonganku tak bisa mengeluarkan suaranya.Aku hanya mampu menelan salivaku.Seandainya Arjuna maju selangkah maka habislah aku.pikirku.

__ADS_1


Benar yang aku pikirkan.Arjuna memajukan kakinya selangkah lagi.Membuatku terjebak terhimpit oleh tubuh Arjuna yang kekar berotot dan tembok yang keras dibelakangku....ku buang pandanganku kearah kanan.Aku tak bisa bersitatap padanya.Karena debaran jantungku terus bertalu tak beraturan.Sehingga Arjuna mendengarnya kurasa.


Kedua tanganku menempel ke tembok yang berada di belakangku,saat Arjuna mengangkat tangannya kemudian membuka pin yang menyangkutkan kedua sisi hijabku.Kedua tanganku mulai gemetar sejadinya.Ingin aku melawannya, tapi apa yang bisa kulakukan.Karna Arjuna sekarang suamiku,tak ada alasan aku terus menyembunyikan wajahku pada hijab dan cadar ini.


Hijabku terlepas, tapi masih sedikit menyangkut dikepalaku karena kepalaku menyandar ketembok.


Kemudian Arjuna membuka cadarku.Membuangnya sembarang kelantai bersama hijabku.Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku saat itu.Nafasku naik turun merasakan perasaan campur aduk, tak hanya itu....Arjuna mulai pergerakan jari jemarinya menyentuk alisku..hidungku...kemudian bibirku...dan berhenti disitu meletakkan jari telunjuknya dan mulai mengecup bibirku.Nyawaku limbung seketika.aku rasa wajahku sudah merah padam saat ini.Entah apa lagi setelah ini gumamku....aku masih terpejam dengan ekspresi takut.Setelah mengecup bibirku tangannya mulai turun kearah lengan kemudian menggerayangiku....sungguh aku tak suka dengan apa yang dilakukannya.aku hanya mematung memejamkan mataku.


Nafasku tertahan saat Arjuna mengerayangi daerah dadaku...jantungku mau putus rasanya...Arjuna masih belum puas melihat ekspresiku seperti kepiting dan udang rebus.Tangannya terus turun menyusuri seluruh lekuk tubuhku tanpa ampun.Sampai dia menundukkan badannya berdiri dengan lututnya dan terus maraba kesegala arah sampai pada betisku dia menyingkap gamis berwarna biru muda yang aku kenakan.Darahku memuncak dikepala rasanya mau meledak.Dan tiba tiba ia mengambil sebilah pisau kecil tipis yang memang sering aku letakkan disana.Sampai kemudian dia membuka sepatu botsku.Puas dengan yang dilakukan Arjuna bangkit meletakkan wajahnya tanpa batas tepat didepan wajahku.Aku masih menoleh kearah kanan...belum bergerak dan mataku masih terpejam...


"Lain kali kalau kau ingin masuk kekamar ini jangan pernah membawa senjatamu" katanya sangat dekat.Aku bahkan dapat merasakan nafasnya.lalu pergi kearah ranjang yang berada tepat di hadapanku. Meninggalkanku yang sudah merasa tak karuan menempel pada dinding kamarnya.Ternyata Arjuna hanya ingin menggeledahku.Karena Arjuna tau aku selalu membawa senjataku kemanapun aku pergi dan kapanpun.


Beberapa menit aku masih menempel didinding kamar ini mengatur nafas dan emosiku.Mengembaliakan nyawaku yang tadi terbang.


Pelan kubuka mataku.Memberanikan mata ini menatap kedepan.Melihat orang yang tadi sudah mengacak acak tubuhku tanpa ijin....


terima kasih....happy reading...mohon maap atas segala kesalahan penulisan dan eyd...mohon krisannya....😘

__ADS_1


__ADS_2