Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Perasaan Bersalah


__ADS_3

Pov Arjuna


Aku bangkit dari ranjang saat Khaula mendorongku sangat kuat,padahal aku hanya bermaksud untuk menggodanya.Banyak kesempatan sebenarnya beberapa hari ini bila aku betul betul menginginkan Khaula.Tapi aku tak ingin menyakitinya.


Aku pergi dari rumah hanya sekedar mencari angin segar diluar.Agara marahku mereda.Aku sama sekali tak menyangka kalau Khaula akan benar benar mendorongku.


Ponsel pintarku berdering berkali kali saat aku sedang mengemudikan mobil melintasi jalan raya yang padat merayap siang itu.Ku lihat layar ponsel itu tidak ada nama yang tersimpan.


"Ya hallo"kataku sambil terus melajukan mobilku.


"Arjuna....apa kau masih ingat aku sayang"kata seorang wanita menjawab diujung suara


Deg....


"Mohon maap mungkin anda salah sambung nona"kataku hampir menutup panggilan


"Hey...apa secepat itu kau melupakan aku?"kata wanita itu lagi.


Memory ku seakan mencari cari sesuatu,suara itu sangat familiar di telingaku.Dan tiba tiba aku tersentak


"Desti......"kataku sambil terus membongkar memory lama di otakku.


"Iya sayang....ini aku.Syukurlah kalau kau sudah mengingatnya.Aku mau kita ketemu di tempat biasa sekarang"kemudian sambungan telpon diputus.


Oh My God, cih.....aku memukul stir mobil.

__ADS_1


Mimpi apa aku semalam...gumamku


Kenapa ular betina itu kembali lagi.Ya...Desti si ular betina yang mampu melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.Aku bahkan belum lupa dengan apa yang ia lakukan beberapa waktu lalu, ia menyuruh orang orangnya untuk menghabisiku.


Apa yang akan aku lakukan.Apa yang sebenarnya ia inginkan.Aku memutar stir menuju ke suatu apartemen di daerah ibukota pusat.Setibanya di sana aku ragu.Apa aku harus mengikuti perintahnya atau aku tak perduli.Tapi tiba tiba gawaiku bergetar.Ada pesan masuk.Dari wanita itu lagi.Cepat aku membukanya.


"aku mau kau memenuhi undanganku....karena aku tau betul kalau kau menyayangi seseorang di luar sana dan tak ingin ada orang lain yang menyakitinya kan"


Cih.....Aku memukul stir mobil beberapa kali,lagi lagi aku harus mengalah dengannya.


Aku parkirkan mobilku di tempat parkir kemudian berjalan menuju lantai tiga gedung apartemen terbesar didaerah ini.Tak lama aku sampai disebuah pintu yang nomornya aku hapal betul dan aku kutuk beberapa tahun lalu.


Tak butuh waktu lama aku menekan bel.Ada seseorang yang membukakan pintunya.Hatiku melemah.Wanita ****** itu benar benar kembali dan hadir tepat dihadapanku.


"Masuklah sayang...aku benar benar sangat merindukanmu"wanita itu berkata dengan mendekatkan bibirnya sangat dekat dengan daun telingaku.


"Sayang....aku sangat rindu padamu"kudengar wanita ****** itu berkata,tanpa aba aba lengannya sudah melingkar diperutku.


Aku merasa risih,aku melepaskan lingkaran tangan yang melilit diperutku.Aku menjauh,menyeret kaki ini maju beberapa langkah.Aku benar benar tidak nyaman.Entah apa yang ada di pikiranku bahwa aku seorang suami terus bergelayutan di benakku.Tapi sepertinya wanita ****** ini tetap saja terus merayuku.


"Ada apa denganmu Arjuna Adhitama Nagara"tanya wanita ini dengan tatapan mata sangat tajam,seperti akan mencabik cabik wajahku.Aku palingkan wajahku, menyembunyikan kerisihanku.


"Tidak...aku hanya sedikit lelah"jawabku kemudian melemparkan senyum padanya.Sungguh ini sangat terpaksa gumamku dalam hati.


"Apakah wanita ninja itu yang membuatmu lelah?"tiba tiba dia berkata dengan mendekatiku tanpa jarak.Hampir saja bibir merah meronanya menempel indah di bibirku,tapi untungnya aku segera menghindar.Sangat sulit bagiku dalam situasi ini.Aku takut tak bisa menjaga imanku.Bagaimanapun aku hanya seorang lelaki yang tak memiliki iman.Aku bahkan pernah berbuat lebih dari itu bersamanya.

__ADS_1


"Aku tak tau bagaimana perasaanmu dan si ninja itu....tapi asal kau tau...Tiara pergi darimu karena aku mengancamnya...kemudian kau tau...ibumu menikahkan si ninja itu denganmu...."katana tanpa beban sambil memainkan gawainya.


Aku mulai berang mendengar ocehannya.


"Apa yang kau katakan tadi....kau mengancam Tiara agar pergi meninggalkan aku?Oh My God...Desti...kau tau...tindakanmu sudah diluar batas....Kau akan menyesal....."belum selesai aku berkata padanya tapi dia sudah memimpalinya.


"Hey...tak ada satu wanitapun dalam dunia ini yang akan menjadikanmu miliknya...karena kau milikku...sampai kapanpun"Desti si wanita ****** itu tiba tiba berlalu menyusuri ruangan dibalik pintu.


"Syet...."aku menangkupkan kedua telapak tanganku dimuka dan mengusapnya kasar...


Aku benar benar frustasi saat ini.Wanita ini sungguh keterlaluan.Apa yang dia inginkan.Aku yakin kali ini akan ada lebih kejadian diluar perkiraanku.Aku harus segera pergi meninggalkan apartemen ini,aku tak ingin terjebak lebih jauh dalam permainannya.


Pada saat aku hendak membalikkan badanku tiba tiba wanita itu keluar dan kemudian dia lagi lagi memelukku.


"Jangan pergi Juna....Aku benar benar sangat merinduknmu"Langkahku terhenti, dan sesaat kemudian semua menjadi sangat gelap,aku disuntik obat bius.


Entah jam berapa saat aku terbangun,aku menyadari kalau semua pakaianku sudah berserakan dilantai.Mataku melalak sesaat.Ku tarik nafas panjang dan kemudian membuangnya kasar,Aku benar benar tak berdaya,apa yang wanita ini inginkan.Aku tau tak ada kerugian buatku.Tapi aku tak mau sesuatu terjadi pada Khaula.Ya....aku tak ingin wanita gila ini akan melakukan hal hal aneh pada istriku.Cepat aku bangkit dari ranjang kemudian mengenakan pakaianku.Aku keluar dari kamar dan tak kutemukan wanita gila itu disemua sudut apartemen ini.


Aku memutuskan untuk keluar dari apartemennya dengan langkah seribu.Kemudian mengemudikan mobilku dengan sangat laju.Aku ingin segera sampai rumah.Sesampainya dirumah aku melihat Khaula istriku sedang mengerjakan sholat subuh.Aku tak tega melihatnya.Ku lirik matanya sembab.Pasti dia menangis.Ingin ku tarik tubuh mungilnya kedalam pelukanku.Tapi aku tak ingin mengotori tubuh suci itu karena aku telah menghabiskan malam bersama wanita ****** itu.


Khaula memang istri sholehah,seperti biasa setelah selesai sholat dia selalu meminta tangan kananku untuk bersalaman.Sebenarnya dengan susah payah aku menahan agar tak reflek mencium keningnya.Aku alihkan pandangan mataku kearah sembarang.Agar aku bisa segera menjauh dari tubuh suci istriku.


Segera aku melangkahkan kakiku kekamar mandi, agar aku bisa secepatnya mensucikan diriku.Aku merasa sangat kotor,karena seperti seorang ******.Tapi apa dayaku.Suntikan obat bius dari Desti sang wanita ****** itu tak dapat kuhindari.Maapkan aku istriku.Saat selesai mandi aku melihat ada pakaianku sudah tersusun ditepi ranjang, seperti biasa Khaula sudah menyiapkannya.Tapi lagi lagi aku tak tega.Aku tak bisa menerima segala kebaikannya sekarang,karena aku telah melakukan maksiat dibelakang istriku.


Aku tak memakai pakaian yang dia sediakan.Setelah itu akupun turun.Kucium wangi nasi goreng buatannya.Aku sebenarnya sangat ingin memakannya.Tapi sayang hati ini tak dapat menerima perlakuan baiknya.Aku menolak nasi goreng yang ia siapkan dengan cepat aku mengambil sepotong roti dan melahapnya.Kemudian aku pergi keluar dari apartemen tanpa pamit padanya.Sungguh ada sebuah goresan luka jauh direlung hati ini.Tapi aku benar benar tak bisa.Ada semburat panas yang menjalar di dalam dadaku.Maapkan aku istriku...hanya kata itu yang kini mampu aku ucapkan didalam hatiku.

__ADS_1


Terima kasih kakak...happy reading...smg suka....mohon maap bila ada kesalahan dalam penulisan kata dan eyd...mohon krisannya....mohon votenya ya kak biar author lebih semangat๐Ÿ˜...lop yu pull,๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2