Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Khaula Berhenti Bernafas


__ADS_3

Suasana hening seketika setelah ucapan Arjuna.Pak Ahmad dan buk Ratih memandangi Khaula dalam dalam.Tak ingin percaya dengan yang dilihatnya, tapi keadaan berkata lain.Khaula tak sedikitpun menepis tangan kekar Arjuna yang bolak balik menyeka air matanya.


Khaula masih menangis hebat, seperti anak kecil yang sedang tak bisa dipujuk.Ia bahkan membiarkan Arjuna menopang bahunya.Tak ingin melewatkan kesempatan Arjuna terus menerus membelai pundak Khaula yang kini mulai sesenggukan.Pak Ahmad dan Buk Ratih hanya bisa menarik nafas panjang.Membiarkan Khaula melepas kekesalannya.Pak Ahmad paham betul kalau selama beberapa hari Khaula didesa memang terlihat seperti orang yang sedang ada masalah.Tapi pak Ahmad tak pernah menanyakan apapun pada Khaula.Begitu juga dengan buk Ratih.


"Pak lek minta maap,harusnya pak lek dan bulek mu lebih peka saat kamu datang nduk"pak Ahmad berkata sambil terus memandangi Khaula yang sedang menangis.


"Iya Lula...maapin bulek ya nduk..Bulek ndak peka...tapi bulek bersyukur paling ndak Tama sekarang bisa jadi anak pak lek dan bulek sesungguhnya"tambah buk Ratih antusias sambil terpaksa tersenyum pada suaminya.


"Saya benar benar tidak tau,kalau Khaula itu adalah Lula ponakan bapak dan ibuk yang katanya kuliah di luar negeri"tambah Arjuna kemudian menggenggam jemari Khaula,yang membuat Khaula tersadar dari isak tangisnya.


Khaula mengangkat wajahnya,melihat pak Ahmad dan buk Ratih yang sedang intens melihat dirinya.


"Lula minta maap pak lek dan bulek"kata katanya terhenti.


kemudian Khaula menatap Arjuna yang ada disebelah kanannya.Kemudian melepaskan genggaman tangan Arjuna.

__ADS_1


"Sebenarnya Lula hanya pengantin pengganti dari pak Arjuna ini.Lula bukan pengantin sesungguhnya.Pak Arjuna akab menikah dengan pacarnya saat itu.Sementara Lula hanya pengawal pribadi calon pak Arjuna.Tapi karena calon pengantin wanitanya kabur semua orang panik."Khaula menarik nafasnya panjang.Menghembuskannya dengan tenang.


"Buk Silvi maminya pak Arjuna murka karena merasa harga diri keluarganya akan diinjak injak..akan dipermalukan jika pernikahan itu akan dibatalkan.Kemudian buk Silvi memerintahkan Lula buat bertanggungjawab untuk menjadi pengantin pengganti saat itu"Khaula menatap Arjuna tajam.Arjuna hanya menunduk.Tak menyanggah apapun yang dikatakan Khaula.


"Lula gak punya pilihan saat itu,Lula hanya pasrah,menerima takdir."Khaula tak dapat menahan bulir air mata disudut netranya.


Khaula menyeka bulir indah itu yang sudah meluncur jatuh.


"Lula terpaksa menikah pak lek...bulek...Lula gak punya pilihan......"Khaula lagi lagi terdiam menahan isak di dadanya.


"Sampai pada saat itu.Tuhan menunjukkan pada Lula bahwa memang Lula tak pantas pak lek...bulek...Lula akhirnya melihat dengan mata kepala Lula sendiri...bagaimana pak Arjuna berselingkuh didepan mata Lula dengan seorang perempuan"kata kata Khaula benar benar terhenti.Tangisnya pecah seketika.


Arjuna melihat lekat kearah Khaula.Tak bisa membantah,tak juga membenarkan.Arjuna hanya menelan pahit salivanya.Pak Ahmad dan buk Ratih hanya mendengarkan tanpa memberikan argumen.


"Akhirnya hari itu Lula memutuskan untuk pulang ke kampung.Karena Lula rasa hanya disini di tempat ini yang bisa membuat luka dihati Lula ini terobati.Maapkan Lula karena tak menceritakan apapun pada pak lek dan bulek dlsaat Lula pulang"Khaula menghentikan ceritanya.

__ADS_1


"Pak lek mengerti Lula"pak Ahmad mengangkat suranya.


"Lula tak tau kalau Tama anak angkat pak lek dan bulek adalah Arjuna,kalau Lula tau Lula pastikan tak akan pernah kembali kerumah ini saat hari pertama Arjuna datang padahal saat itu Lula memutuskan untuk tinggal di pondok di rumah keluarga Ibu,tapi entah kenapa Tuhan menuntun Lula untuk pulang"Khaula lagi lagi memecah tangisnya.


"Lula.....bulek paham perasaan Lula..."Buk Ratih beranjak dari kursinya,menuju tempat duduk Khaula,kemudian memeluk Khaula dengan erat.


"Saya minta maap pak...buk...saya benar benar minta maap...saya jugak tidak tau kalau Khaula adalah Lula...ponaan bapak dan ibuk........."Arjuna mengangkat suaranya.Namun terhenti karena melihat Khaula tiba tiba jatuh pingsan.


"Lula....Lula....bangun La..."buk Ratih menyanggah tubuh mungil Khaula...


Secepat kilat Arjuna menangkap tubuh mungil Khaula yang kemudian menggendongnya ke kamar untuk dibaringkan ditas kasur.Seketika suasana menjadi riuh disitu.


Arjuna terus menerus mencoba menyadarkan Khaula, begitu juga dengan pak Ahmad dan buk Ratih tapi sepertinya tak ada reaksi dari tubuh mungil itu.Kepanikan semakin menjadi ketika Arjuna melihat dada Khaula tiba tiba berhenti menaik turunkan nafasnya.


"Lula....bangun Lula...bangun...."Arjuna semakin panik sampai tak tau harus apa.

__ADS_1


"pak...buk...Lula...Lula gak bernafas"ucap Arjuna panik sambil menggoyang goyangkan tubuh mungil Lula...


__ADS_2