
Arjuna memakan mie rebus buatan Khaula sampai habis,sampai benar benar tak tersisa.
"Alhamdulillah....terima kasih atas nikmatmu Ya Allah...setelah sekian lama baru kali ini aku makan sangat nikmat"Arjuna mengucap syukur sambil mengelap sisa kuah yang menempel dibibirnya.
Khaula yang mendengarnya memalingkan wajahnya.Menatap tak percaya pada laki laki yang ada persis di samping kirinya.Benarkah yang didengarnya?Arjuna mengucap syukur.Sejak kapan dia mengenal kalimat itu?Khaula masih terus menatap laki laki yang masih bergelar suaminya secara sah dengan tatapan tak percaya.
Arjuna yang melihat Khaula menatapnya seperti patung melambai lambaikan tangannya tepat didepan wajah Khaula yang masih tak berkedip.
"Hay....apa yang terjadi padamu Nyonya?"Arjuna bertanya sambil memajukan wajahnya beberapa senti didepan wajah Khaula.
Kemudian Khaula tersadar karena mencium wangi khas Arjuna yang sudah mulai masuk dalam aliran darahnya.
"Apa aku tak salah mendengarnya tuan?kau mengucap syukur?"tanya Khaula menggoda Arjuna dengan wajah polosnya
"Apa yang kau dengar Nyonya?"Arjuna membalas wajah polos itu dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Mungkin aku hanya halusinasiku"Khaula berkata sambil bangkit dari duduknya.Kemudian berjalan membawa mangkok kosong ke tempat cucian piring kotor.
"Nyonya...apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu?"Arjuna mengejar Khaula yang sedang mencuci mangkok kotor tadi.
"Aku sedang tak memikirkan apapun"jawabnya singkat.
"Khaula....aku mohon....pulanglah bersamaku"Arjuna berkata dengan suara parau.
Khaula mematikan kran air yang sedang mengalir,mengelap tangannya yang basah dan meninggalkan Arjuna tanpa jawaban.
Arjuna mengejarnya,mengikuti langkah Khaula yang duduk di kursi rotan yang ada di ruangan tengah.
"Aku sungguh sungguh"kali ini Arjuna terdengar berkata dengan nada memohon.
__ADS_1
Khaula masih tak menjawab.Dia masih membuang pandangannya kesegala arah.
Ada rasa senang didalam hatinya.Tapi ada rasa takut yang terus menghantuinya.
"Aku tau...kau mengetahui segalanya,tapi aku mohon berikan satu kesempatan padaku,aku akan menjelaskan segalanya"Arjuna mengambil kedua tanga. Khaula dan duduk bersimpuh tepat di bawah Khaula duduk.Khaula bangkit dari duduknya.
"Apa yang kau lakukan"kata Khaula hendak pergi meninggalkan Arjuna.
"Yang kau lihat tidak sama dengan kenyataan yang terjadi,Desti waniat masa laluku.Dia mengancam akan ngirimkanmu vidio mesum yang direkamnya saat aku dibius dan di perangkap olehnya.Aku takut kau akan terluka karena vidio itu.Dan akhirnya kau akan pergi,tapi ternyata aku bodoh demi menjaga marahmu aku malah kehilanganmu"Arjuna menjelaskan panjang lebar.
Khaula tetap pergi meninggalkan Arjuna diruangan itu.Tak menjawab apapun.Tapi Arjuna tak lantas menyerah.Ia mengejar Khaula saat Khaula memasuki kamarnya.Arjuna menahan pintu kamar yang akan ditutup Khaula.
"Lula...please...aku mohon....aku akan lakukan apapun yang kau minta demi mendapatkan maafmu"Arjuna meringis menahan pintu yang akan ditutup Khaula dengan jari tangannya yang terjepit.
Khaula melepaskan pintu yang hendak ditutupnya.Membiarkan lelakinya masuk menerobos ketehanannya.
"Apa yang harus kau lakukan hanya kau sendiri yang mempunyai jawabannya"Jawab Khaula yang membuat Arjuna menautkan alisnya.
"Jangan bermain teka teki Lula"Arjuna berjalan mendekati Khaula.
"Aku tidak lagi bermain teka teki denganmu"
"Aku mohon...berikan kesempatan sekali lagi buatku...aku akan menjadi suami yang baik untukmu.Aku akan bertanggungjawab...aku akan memberikan apapun......"Khaula menatap intens pada Arjuna sebelum dia selesai dengan kata katanya.
"Keluarlah dari kamarku.Jangan sampai pak lek dan bulek melihatmu disini"Khaula berkata dengan nada datar.
"Aku tak perduli....aku akan mengatakan pada mereka bahwa kau istriku"Arjuna menarik pergelangan tangan Khaula
"Aku akan katakan pada seluruh orang kampung kalau kau istriku"Arjuna masih terus menyeret Khaula ke depan pintu rumah.
__ADS_1
"Hay apa kau gila?aku tak memakai cadar"Khula menepis tangan Arjuna sampai terlepas.
Arjuna terhenti didepan pintu.Berdiri menutupi Khaula tepat persis didepannya.Karena pada saat itu tiba tiba ada orang yang lewat didepan gerbang rumahnya dan melihat kearah Khaula dan dirinya.Khaula menarik nafas lega.Hampir saja jantungnya mau copot karena ulah ceroboh Arjuna.
Saat ini Khaula berdiri persis dibelakang punggung Arjuna.Nyaris tanpa jarak,sehingga Khaula dapat mencium betapa wangi tubuh suaminya lama kelamaan menjalar melalui penciumannya kemudian mengalir melewati aliran darahnya dan berkahir pada jantungnya yang berpacu tak beraturan.Khaula memejamkan kedua bola matanya.Menikmati aroma tubuh lelaki halalnya yang hampir satu bulan sudah ia tinggalkan karena kesakitan yang ia rasakan.
Arjuna berbalik setelah dirasa kondisi aman terkendali.Tapi ternyata membuat posisi tubuhnya menjadi tidak berjarak dengan Khaula.Arjuna melihat Khaula yang sedang memejamkan kedua bola matanya.Degup jantung yang sekian lama tak ada ritmenya kini sedikit demi sedikit mulai bertalu.Agak lama Arjuna membiarkan pemandangan indah didepan matanya.
Arjuna takut tak dapat mengontrol perasaannya yang sudah mulai terbawa arus kedamaian di wajah Khaula memetikkan jemarinya.
"Aku minta maaf...aku janji tak akan gegabah lagi setelah ini...tapi aku mohon bersikap wajarlah padaku...aku bahkan tak dapat memejamkan mataku semalaman...aku tak dapat bayangkan jika kau benar benar akan menerima Amar sepupumu"Khaula membuka matanya dengan perlahan.Memicingkannya sedikit kemudian tawanya lepas
wkwkwkwkk.....tawa Khaula sampai terpingkal menahan perutnya yang tadi lapar.
"Tertawalah sepuasmu...Aku rela kalau harus menjadi bahan tertawaanmu...Asal kau bahagia...Maafkan aku yang telah membuatmu banyak menangis"Arjuna memalingkan wajahnya kemudian duduk di sofa ruang tamu.
Khaula sangat senang mendengar pengakuan Arjuna.Khaula sangat puas karena telah membalas sakitnya sedikit pada Arjuna.
"Apa yang salah padanya...Amar laki laki yang baik...Dia tampan meski tak setampan dirimu...Ia termasuk keluarga berada di desanya meski tak sekaya dirimu...dan yang paling penting Amar itu laki laki sholeh,dia seorang Imam impian bagi semua kaum hawa"kata Khaula panjang lebar"kecuali aku"gumamku dalam hati..sambil memandangi wajah tampan Arjuna yang selalu membuatku rindu.
Arjuna tertunduk,menarik nafas panjang,membuangnya kasar.
"Aku terlahir bukan dari keluarga sholeh seperti Amar yang lahir di keluarga yang mempunyai pondok pesantren....sejak kecil mami dan papi sibuk dengan urusannya.Aku hanya dibesarkan dengan bik Asih.Aku sadar diri kalau mentalku hanya mental pembantu.Aku tumbuh menjadi anak yang takut akan kehilangan milikku.Karena itu aku bisa sampai kesini.Aku sangat rapuh Lula...Aku tidak seperti Amar.."Terdengar suara Arjuna bergetar saat mengakatannya.
Arjuna bangkit dari duduknya.Khaula terdiam mendengarnya.Ada rasa sakit direlung hatinya.Ia merasa bersalah telah mengatakan itu pada Arjuna.
"Baiklah...jika tidak ada kesempatan untukku,aku akan pulang siang ini...tak ada gunanya aku disini.Akan hanya menambah luka dihatimu dan dihatiku"Kemudian Arjuna pergi meninggalkan Khaula kekamarnya.Khaula hanya terdiam,mematung duduk disofa dengan perasaan bersalah.
Happy reading...mohon votenya ya kakak...supaya author semngat💪💪...trm ksh sdh menjadi pembaca setia.mohon maap atas sgl kekuranga .lop yu pull😘
__ADS_1