Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Keromantisan Pagi


__ADS_3

Setelah sampai dikamar Arjuna menurunkan Khaula di ranjang.Ranjang yang menjadi saksi bersatunya jiwa dan raga Arjuna dan Khaula.Arjuna menurunkan Khaula dwngan sangat hati hati.Kali ini Arjuna sudah sangat yakin kalau Khaula sudah ia takhlukkan seratus persen.Wajah Khaula merona seperti kepiting rebus.Matanya menunduk malu.


"Lula....aku mohon maap kesalahanku selama ini padamu"Arjuna mengangkat dagu Khaula


Khaula kini menatap Arjuna lekat.Menembus netra berwarna kecoklatan yang sangat teduh, terlihat sangat indah untuk dipandang.Khaula meneguk salivanya.Menahan sesak didadanya yang terus bergemuruh.


"Apa kau mau memaafkanku..."Arjuna berkata dengan wajahnya yang sangat dekat dengan wajah Khaula.Sangat dekat sampai Khaula dapat merasakan deruan nafas Arjuna yang sangat hangat yang menjalar kesemua urat nadinya menembus dinding hatinya yang membuat sekujur tubuhnya menghangat.


Khaula tak kian menjawab,nafasnya tak dapat dikontrol dengan baik,suaranya tercegat di tenggorokan.Ia hanya menundukkan pandangannya karena tak lagi dapat menahan gejolak dihatinya.


Arjuna benar benar kehilangan kontrolnya.Hidungnya yang bangir kini tak berjarak di hidung Khaula yang tak kalah bangir.Kedua tangan kekar itu kini mulai menggenggam jari jemari Khaula yang mungil.Jari jari kekar itu dimasukkan kecela cela jemari Khaula yang kini dingin dan basah berkeringat seperti cumi yang berada di dalam kulkas.


Nafas Khaula semakin turun naik dibuatnya.Khaula menuruti segala perlakuan Arjuna padanya.Entah apa yang kini merasuki Khaula.Ia hanya pasrah menunggu kejadian demi kejadian.Khaula tak mampu menolaknya karena ia belum pernah merasakan hawa hangat yang ia rasakan ini sebelumnya.

__ADS_1


Suara nafas Khaula kini benar benar merasuki seluruh rongga pernafasan Arjuna.Membuat debaran jantungtunya bertalu cukup kencang.Arjuna menarik tangan Khaula menaruhnya di atas dada bidangnya yang kini berdebar tak berarturan,dan Khaula hanya menurutinya.


"Lula....apa kau dapat merasakan debaran cinta yang bergemuruh didalam dadaku untukmu.....debaran yang mulai tumbuh sejak tanganmu mulai menyentuhnya saat pertama kali dulu....meski sentuhan itu merupakan pukulan bukan belaian...tapi telah membekas disini....dan mengetuknya hingga kau dapat masuk kesini....."Arjuna menunjuk kearah dadanya.


Khaula tak menjawab.Tapi kali ini pandangan matanya meneduh.Membuat Arjuna semakin bergerilya dengan kegombalannya meskipun benar apa yang ia katakan dangan yang ia rasakan.


"Lula.....apa kau tau.....sejak malam itu aku selalu berusaha mencari peehatianmu....aku senang jika mengganggumu....aku juga yang meminta mami agar menyuruhmu menjadi pengawal pribadi sintia....meski saat itu aku tau aku tak punya kesempatan untuk merubah ketentuan mami yang mengharuskan aku menikah dengan sintia...tapi paling tidak aku bisa terus mandangimu....meski aku tak pernah tau bagaimana indahnya hidung ini.....bagaimana cantiknya pipi mulusmu ini....dan.....betapa menggodanya bibir ini......"Arjuna menyentuh hidung pipi dan bibir merah muda Khaula.


Lagi lagi Khaula tak dapat berkata apapun.Ia hanya memundukkan pandandangannya. Khaula ingin lari berkilo meter menjauhi Arjuna yang saat ini terus menerus menggodanya dengan kata kata indah nan romantis.Khaula tak pernah merasakan ini sebelumnya.Bahkan ia tak tau perasaan apa ini.Khaula belum pernah merasakan ini sebelumnya. Perasaan gugup seperti jika ingin memasuki setiap gelanggang pertandingan tak seperti ini ia rasakan.Sulit untuk Khaula ungkapkan dengan kata kata dan tak bisa di ungkapkan apa perasaan apa ini yang membuat semua sendinya melemah.Membuat hangat seluruh pelosok nadinya,membuat hangat seluruh aliran darahnya membuat hangat seluruh rongga yang ada dikepalanya.


"Lula....kau tau....pertama kali aku melihat wajah ini saat aku tak sengaja masuk kekamarmu saat kau sedang sholat waktu itu...kau tau aku sangat tersiksa...aku tak bisa tidur semalaman karena kecantikan wajah ini"Arjuna mengecup lembut pipi Khaula yang kini berwarna merah merona karena hawa hangat yang menyelimuti.


Desiran hebat memasuki selaput dan setiap aliran darah Khaula.Sangat menyiksa,tapi terasa sangat nyaman.Khaula menutup kedua bola matanya menikmati kexupan lembut Arjuna dipipinya.

__ADS_1


"Lula....seandainya kau tau....betapa senangnya aku ketika sintia kabur dihari pernikahan dan mami menggantinya dengan dirimu....kau tau....rasanya aku ingin menukar semua yang aku miliki dengan dirimu...."Arjuna menghentikan kata katanya,tapi terdengar seperti sedang menahan kesedihan.Arjuna menundukkan wajahnya.Menyeka bulir air mata yang kini jatuh dari netra kecoklatan miliknya.


Khaula melihat Arjuna menyeka bulir air mata yang keluar melalui celah netra indah.


"Terima kasih karena kau telah menukar segala kekayaanmu dengan kehidupanku"Khaula menggenggam jemari Arjuna yang sebelah kiri dan mengecup punggung tangannya.Entah kekuatan dari mana yang membuat Khaula mampu berkata kata.Tapi mungkin karena ia sangat tersentuh melihat Arjuna sampai meneteskan air mata.


Arjuna menarik Khaula kedalam pelukannya.Memeluknya sangat erat,menumpahkan kesedihannya mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


"Aku bahkan akan menukar hidupku untuk hidupmu...apa artinya harta dan kekayaanku....jika aku tak dapat bersama denganmu....aku bahkan akan menukar nyawaku dengan nyawamu Lula jika Tuhan mengijinkannya...yang penting kau tetap ada di sini"Arjuna melepas pelukannya menunjuk dadanya dan meletakkan tangan Khaula di dadanya.


"Aku mencintaimu Lula....dengan cinta Lillah..."Arjuna mendekatkankan wajahnya pada wajah Khaula.Hidungnya tepat berada di depan hidung Khaula sehingga keduanya bisa merasakan nafas lawannya.


Tak terasa air mata mengalir dari netra Khaula yang bening berwarna coklat pekat itu.Khaula seperti kehilangan kendali pada dirinya.Sesak didadanya semakin menjadi mendengar kata kata Arjuna.Sama seperti Arjuna yang mengungkapkan cintanya dengan Cinta Lillah....Khaula kini tau kalau ia merasakan perasaan yang sama dengan Arjuna.Cinta Lillah....ya cinta karena Allah...ia akan mencintai Arjuna karena Allah...ia akan menjadi istri sepenuhnya untuk orang yang berada didepan wajahnya kini karena Lillah...

__ADS_1


Arjuna menyeka air mata yang berseluncur dipipi mulus Khaula.Mengecup kedua bola mata Khaula yang terpejam dengan pelan bergantian,mengecup pipi kanan dan lemudian pipi kiri setelah itu mengecup lembut bibir indah berwarna merah muda itu dengan sangat lembut yang membuat Khaula hanya bisa menggenggam jemarinya dengan kuat,menikmati betapa nikmat perasaan ini.


Melihat Khaula tak menolak kecupannya gejolak hasrat Arjuna meronta.Mencoba peruntungan kedua setelah malam panjang yang dilaluinya.Arjuna menikmati segala sudut indah wajah Khaula dengan kexupan lembutnya.Berakhir pada bibir indah Khaula dengan ciuman yang membuat hasrat birahi keduanya memuncak.Menikmati indahnya cinta Lillah setelah menikah dengan keberkahan yang diharapkan.


__ADS_2