Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Pukulan Yang Sama


__ADS_3

Setelah drama ngompol Khaula di ranjang pagi ini Arjuna mengajak Khaula untuk turun sarapan.Bik Asih sudah memasak sarapan sangat nikmat dibantu dengan buk Ratih dan pak Ahmad didapur.Suasana hangat sangat terasa.Arjuna seperti dibeeikan kebahagiaan lain disisi kesedihannya saat ini.dr Gun sudah menelpon dirinya.Mereka harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan kejelasan dari dokter.


Jam 10 pagi Arjuna Khaula pak Ahmad dan buk Rtaih sudah sampai diloby rumah sakit.Kemudian menemui dr.Gun dan memulai segala rangkaian pemeriksaan untuk Khaula.Sempat beberapa kali Khaula menolak dengan sekedar merengek hingga menangis duduk dilantai karena tal ingin melewati ini semua.Tapi syukurnya pak Ahmad buk Ratih Arjuna atw dr.Gun berhasil memujuknya.


Hasil scan otak Khaula ada pembengkakan karena terlalu menerima tekanan karena dimasa lalu juga Khaula pernah mengalami cidera dikepala yang sangat parah sampai harus mengalami koma.Itulah salah satu penyebab Khaula.mendapati amnesia disosiatif ataw psikogenik.Tetapi dr.Guna dan teman seprofesinya menyatakan bahwa amnesia jenis ini akan segera sembuh dengan obat dan terapi okupasi.


Jadwal Okupasi terapi sudah di buatkan untuk Khaula.dr.Gun menyarankan untuk sementara waktu Khaula tak boleh menerima tekanan apapun dan tak boleh memaksanya untuk mengingat apapun.Membiarkan Khaula menjadi dirinya jauh lebih baik meski dr.Gun menyarankan memberikan poto ataw situasi atau kenangan yang berhubungan dengan masa kininya secara perlahan.


Arjuna lega paling tidak ia sudah mengetahui penyebab dan hasil pemeriksaan Khaula.


Arjuna membawa Khaula berkunjung ke rumah buk Silvi setelah pemeriksaan selesai.Sekalian membawa pak Ahmad dan bu Ratih.Mengenalkan mereka pada keluarganya.


Sementara Khaula bermain bersama buk silvi Arjuna bertemu dengan pengacaranya diruang kerja.Arjuna menjual semua saham perusahaannya,sekarang yang tersisa hanya apartemen.Tapi Arjuna tak mengetahui orang yang membeli segala aset miliknya adalah pak Adhitama papinya sendiri.


Arjuna mendonasikan semua hasil penjualan asetnya untuk kesejahteraan pondok pensantren dan kaum dhuafa dikampung Khaula.Arjuna menyuruh pengacaranua untuk mengurus segala urusan penyerahan sumbangannya pada sang pengacara karena dirinya ingin fokus menemani Khaula dalan masa penyembuhan.


Buk Silvi melihat Arjuna dan sang pengacara melewati pintu tengah ruangan tempat buk Silvi buk Ratih pak Ahmad dan Khaula bercengkrama.Buk Silvi meminta ijin pada mereka untuk menemui Arjuna.

__ADS_1


"Juna....kamu sudah selesai?"tanya buk Silvi


"Sudah mi"Arjuna tersenyum


"Kamu tak menyesal?bagaimana kamu akan membayar biaya pengobatan Lula?"buk Silvi berkata setengah berbisik pada Arjuna karena tak ingin ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.


"Hem...."Arjuna berdehem


"Diperusahaan papi masih ada lowongan kan mi?"Arjuna menambhkan dengan sesikit berbisik pada maminya.


"Tak masalah...yang penring Juna bisa membiayai kehidupan rumah tangga Juna"Arjuna tersenyum sambil terkekeh.


"Semoga Allah mendengar doamu sayang,kamu harus semangat,Lula pasti sembuh"buk Silvi berkata menenagkan sang buah hati.


Arjuna melihat Khaula berjalab menuju dapur saat ia sedang berbincang dengan sang ibu.Arjuna kemudian pamit kepada buk Silvi ingin melihat Khaula.Ia kawatir Khaula pergi jauh.


Ternyata Khaula pergi mendekati kulkas yang ada diujung dapur.Arjuna berjalan mendekat dengan perlahan karena takut Khaula yang sedang memasukkan separuh kepalanya kedalam kulkas akan kaget.Tapi ternyata Arjuna salah.Khaula malah melayangkan aksinya,memukul Arjuna.

__ADS_1


Adegan yang sama saat pertama kali Khaula dan dirinya bertemu.Arjuna berteriak lumayan kencang dengan pukulan penuh Khaula.Semua orang berhambur berlarian kearah dapur.Melihat Arjuna sudah terjatuh kelantai.Sementar Khaula sedang memicit keningnya.Arjuna secepat kilat bangkit dari lantai tak menghiraukan sakitnya setelah mendapatkan pukulan keras Khaula.


Arjuna menghampiri Khaula menopang tubuh mungil Khaula yang mulai oyong.


"Kenapa sayang?"tanya buk Silvi menghampiri Arjuna yang sedikit menunduk menahan sakit diperutnya setelah mendapatkan pukulan Khaula tetapi menopang tubuh Khaula.


"Kejadian yang sama...seperti pertama kali Juna ketemu Khaula di dapur ini mami"Arjuna menjawab.


"Ha?sakit banget dong"buk Silvi memeriksa Arjuna.


"Juna gak pa pa mi"jawab Arjuna sambil mendudukkan Khaula.


Pak Ahmad dan buk Ratih membantu Khaula,melihat Arjuna sedang membuka baju kemejanya menekan perutnya yang sesikit memar merah.Semua kaget melihat perut Arjuna yang meninggalkan bekas memar merah.


Arjuna meminta pak Ahmad dan bu Ratih untuk membawa Khaula kekamar agar Khaula bisa beristirahat sementara Arjuna mengompres perutnya yanh dibantu buk Silvi.


Entah apa yang difikirkan Khaula sampai ia bisa melakukan hal itu,memang kata dr.Gun Khaula akan melakukan hal reflek jika ia merasa peka pada perasaannya.Ia akan merasakan Djavu.Tapi tak disangka akan secepat ini.

__ADS_1


__ADS_2