
Tubuh dibersihkan dengan air..jiwa dibersihkan dengan air mata..akal dibersihkan dengan pengetahuan..dan jiwa dibersihkan dengan cinta.....
Ali Bin Abi Thalib
Jangan biarkan hatimu berlarut larut dalam kesedihan atas masa lalu...atau itu akan membuatmu tidak akan pernah siap untuk menghadapi apa yang akan terjadi....
Ali Bin Abi Thalib
Kata kata itu bersemayam di pelupuk mata Khaula. Ia membacanya beberapa tahun lalu dalam sebuah buku pengarang besar. Dan hari ini ia mengingatnya kembali, Khaula benar benar telah membuang segala keraguan dihatinya tentang Arjuna. Khaula percara bahwa Arjuna benar benar telah berubah.
Bak se ekor kupu kupu yang nampak indah ia harus memulai hidupnya menjadi ulat yang sangat menjijikkan...begitulah manusia, dulu bukan sebagai cerminan dimasa kini dan masa akan datang. Hidaya bisa dijemput melalui cinta. Dan kini Khaula merasakannya, Arjuna jauh lebih baik.
3 Tahun sudah berlalu, kehidupan baru babak baru dalam rumah tangganya ia lalui bersama sang Arjuna. Arjuna memulai bisnisnya dari nol lagi. Karena ia telah menjual segala asetnya saat Khaula sembuh dari amnesianya. Arjun harus banting tulang bekerja sebagai karyawan di perusahaan papinya karena papinya lah yang membeli segala aset yang Arjuna jual.
Lambat tapi pasti ditemani dengan cinta sang istri Arjuna melangkah membuka bisnis baru saat ini, karena ia menyadari Khaula sangat mahir dalam IT ia membuka kerjasama dengan beberapa perusahaan ponsel dan perusahaan IT lainnya.
Hari hari dilaluinya dengan bekerjasama seperti tim yang sangat solid.Khaula sangat senang sekali melihat Arjunanya kini semakin mencintainya. Setelah hujan badai pasti akan ada pelangi yang indah,dan itulah yang kini sedang dirasakan pasangan ini.
Hari demi hari .... minggu berganti, bulan berlalu tahun berganti...dilalui dengan penuh cinta dan harapan indah.Arjuna membelikan istrinya sebuah rumah indah impian Khaula.Sebuah rumah kecil dengan halaman luas yang dipenuhi dengan segala tanaman buah dan ada sungai kecil buatan yang mengalir melewati bawah rumah kecil panggungnya.
Khaula takjub luar biasa dengan apa yang Arjuna berikan padanya.
"Terima kasih karna sudah mewujudkan impianku"Khaula menggenggam jemari kokoh Arjuna sambil memandangi keindahan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Apapun akan aku lakukan untukmu...agar kau bisa tersenyum seperti ini"Arjuna melepaskan gemnggaman Khaula dan memutar tubuh istrinya mengangkat wajah indah yang msh tertutup cadar itu tepat di hadapannya.
Khaula menundukkan wajahnya,membuat Arjuna menggeleng gelengkan kepalanya.
"Aku akan menjadi laki laki yang paling beruntung dimuka bumi ini....karena memiliki istri sepertimu..."Arjuna mengecup lembut kening Khaula.
"Terima kasih...karna sudah sabar dengan apa yang terjadi selama ini...."Khaula berkata memeluk hangat Arjuna yang langsung mendekapnya didalam dada bidangnya.
"Maap kan aku yang belum bisa menjadi istri yang sempurna"Khaula berkata pelan,hampir nyaris tak terdengar tapi Arjuna mempunyai pendengaran yang bagus.
"Apa maksudmu?"Arjuna melepaskan pelukannya.
"Maksudku...."Khaula menunduk....bulir air mata jatuh dari netra indahnya.
"Maap....aku mendengar pembicaraanmu dengan mami saat itu...."kata kata Khaula terhenti.Ia meneguk salivanya sendiri menutup kedua netranya menarik nafasnya dalam dalam sehingga menyisakan bulir air mata cinta itu mengalir membasahi sebagian nikobnya.
Arjuna tersenyum kecut.Mengacak rambutnya dengan jemarinya dengan fruatasi.
"Aku harap kau tak salah faham atas apa yang mami katakan"Arjuna berkata sangat hati hati, ia takut Khaula akan menyakiti hati sang istri.
Khaula menatap Arjuna dengan melengkungkan bibirnya.Ia terpaksa melakukannya, meski hatinya terluka.
"Mami benar...masa lalu membuatku tak bisa menjadi istri yang sempurna untukmu...."
__ADS_1
"Ssssuuuttt"Arjuna membungkam Khaula dengan telapak tangannya.
"Jangan katakan apapun lagi...Bagiku kau sudah lebih dari cukup...aku tak meminta yang lain dari Rabku...bisa hidup bersama dan membahagiakanmu aku sudah cukup sangat bahagia"Arjuna menarik Khaula larut dalam dekapannya.
"Tapi....."Khaula berkata sambil melepaskan tubuhnya dalam dekapan hangat sang lelaki.
"Rania wanita yang baik,dia juga seorang wanita yang hebat...aku ingin mengenalnya lebih dekat"Khaula berkata sembari berjalan menjauh kesudut tiang yang berada diujung teras rumah panggungnya.
Arjuna mendekati Khaula dan langsung memeluknya dari belakang,memeluknya erat,sangat erat.
Beberapa minggu lalu Khaula mendengar perbincangan buk Silvi mami Arjuna bersama dengan anak kerabatnya Rania dan Arjuna di ruang kerja pak Adhitama di rumah mertuanya itu dengab topik yang hampir tak bisa ia percaya.Buk Silvi menyuruh Arjuna menikahi Rania.Rania adalah anak kerabat dekat buk Silvi, Rania seorang design interior.Arjuna bertemu dengannya disebuah perusahaan jasa untuk mengerjakan rumah impian Khaula.
Hampir dua tahun pengerjaan rumah impian Khaula membuat Arjuna dan Rania bertemu dan berteman dekat.Entah bagaimana ceritanya buk Silvi akhirnya mengetahui bahwa Arjuna sedang berteman dengan Rania akhirnya buk Silvi sering mengundang Rania kerumahnya meski hanya sekedar makan siang makan malam atau bahkan hanya sekedar minum teh disore hari.
Hari itu Buk Silvi seperti mengerti gelagat Rania kalau sepertinya Rania mempunyai perasaan khusus pada Arjuna putra semata wayangnya.Buk Silvi mencoba mengulik lebih dalam dan akhirnya Rania mengakui kalau ia diam diam memendam perasaan khusus didalam hatinya pada Arjuna, meski Rania tau betul kalau Arjuna sudah mempunyai istri dan sangat mencintai istrinya.
Buk Silvi merasa iba pada Rania dan entah apa yang dipikirannya tiba tiba ia mengingat bahwa Khaula difonis tak bisa memberikan keturunan pada Arjuna,ia mengajukan permintaan pada Rania untuk menjadi istri kedua Arjuna, dan celakanya bak gayung bersambut Rania dengan senang hati menerima permintaan buk Silvi.
Sore itu buk Silvi mengundang Arjuna dan Rania untuk berbincang masalah itu dirumahnya.Karena takut didengar oleh orang orang di rumahnya buk Silvi mengajak Rania dan Arjuna ke ruangan kerja pak Adhitama suaminya.
Arjuna tak menggubris permintaan sang ibu malah sedkit marah dan berang pada sang ibu.Arjuna tak tau pada saat itu Khaula menyusul kepergiannya kerumah buk Silvi.Dan sialnya Khaula melintas di ruangan kerja pak Adhitama karena pintu ruangan tak ditutup rapat sehingga Khaula dapat mendengar jelas pembicaraan ketiga orang tersebut dari celah pintu.
ini penampakan Rania Putri
__ADS_1