Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Ujian Hati


__ADS_3

Hari ini genap sebulan usia pernikahanku dengan Arjuna.Pernikahan tak sengaja yang dilangsungkan dengan keterpaksaan karena keteledoranku.Pernikahan yang tak pernah ku harapkan sebelumnya,pun juga Arjuna.


Sudah 3 minggu Arjuna mengacuhkanku.Tak pernah melihatku, tak pernah menegurku,bahkan tak pernah mau makan dirumah sudah seminggu ini.Mungkin besok atau lusa jangan jangan aku akan di hengkang dari dalam kamarnya.Aku merasa sangat serba salah, ingin keluar dari kamar ini tapi aku takut seluruh malaikat akan semakin murka kepadaku.


Aku sudah berusaha berulang kali meminta maap.Tapi Arjuna selalu menghindar bila aku menghampirinya.Dia selalu pulang saat aku sudah terlelap dan pergi sangat pagi saat aku sibuk menyiapkan sarapannya.Tak ada lagi kejahilan atau sekedar senyum yang menggodaku.Hari hari yang aku lalui sungguh sangat tidak nyaman.Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku makan.


Aku lebih banyak berdiam diri di dalam kamar bermalas malasan, jika waktu sholat aku akan sholat sangat tepat waktu kemudian menangis sejadi jadinya mengenang dosa yang aku lakukan.Segala jenis doa aku pohonkan,tapi memang Tuhan belum mau mengabulkannya.Aku masih disuruh bersabar, belajar menjadi manusia yang lebih dewasa.


Aku yakin didalam dunia ini tak ada kejadian yang tak disengaja oleh manusia,karena Allah sudah menulis apapun itu di lauful mahfuz.Termasuk kejadian yang berlaku antara aku dan Arjuna saat itu.Aku hanya perlu berusaha dan kemudian bersabar.


Tapi aku seorang manusia biasa.Ada rasa tak percaya akan keajaiban yang akan terjadi pada hubunganku dengan Arjuna.Akhirnya rasa bosan itu datang padaku.Lagi pula sejak menikah aku belum pernah keluar dari pintu apartemen megah ini.Entah bisikan syaiton mana yang aku dengar.Siang itu aku ingin sekali berkunjung ke rumah Rita.Paling tidak sekedar untuk menghilangkan sebak di dada yang semakin lama semakin membuat aku sesak.


Aku sudah siap dengan baju kesayanganku.Cadar sudah terpasang, kacamata berwarna coklat sudah ada di tangan kananku.Aku masih berdiri memandangi dandanan maskulinku di depan cermin.Sudah sebulan ini aku tinggalkan gaya berpakaian seperti ini.

__ADS_1


Aku turun dari lantai atas melihat bik Asih yang sedang mengelap debu perabotan yang ada didalam lemari kaca.Bik Asih melongok melihat aku menuruni anak tangga.


"Bik...saya mau keluar dulu ya bik.Saya mau kerumah pak Dody.Ayah angkat saya"aku berkata pada bik Asih sambil memasang kaca mata coklat milikku.


"Iya neng"jawab bik Asih singkat.


Aku berjalan menuju pintu depan.Melangkahkan kakiku mantab.


Aku tak pernah menyangka sebelumnya kalau keberanianku kian memuncah untuk keluar dari apartemen itu.Padahal aku tak mengantongi ijin dari suamiku.Aku tau betul seorang istri tak dibenarkan keluar dari rumah tanpa ijin suaminya.Tapi aku mengindahkannya.Karena perlakuan Arjuna padaku kini.


Aku memasuki mobil dengan sigap,aku langsung menstater dan memijak gas dengan cepat.Tapi masih bisa aku melihat dari bayangan kaca spion yang ada di depan mataku, seorang laki laki tegap mengenakan celana jeans hitam kaos hitam wajahnya bringas membawa seperti pentungan berwarna hitam.Ap**a yang kulihat tadi....apakah itu malaikat maut?...tapi apa malaikat berwujud manusia?....gumamku dalam hati kemudian aku memijit keningku.Kepalaku berasa pusing.


Aku bisa saj melawan laki laki yang mengikutiku ditempat parkir.Tapi entah kenapa naluriku lebih memilih untuk tidak mencari masalah saat ini.Karena masalahku dengan Arjuna sangat menyita pikiran dan perasaanku.

__ADS_1


Ku pijak gas sangat kencang,suasana panas terik siang ini di jalanan ibu kota membuatku menambah kelajuan, agar aku dapat menembus jalanan ini lebih cepat sampai kerumah Rita.Aku hampir saja menabrak lampu merah yang ada di depanku.Aku tersadar saat sebuah mobil didepanku juga sepertinya akan menabrak lampu merah itu.Mungkin karena cuaca panas sehingga semua pengguna jalan ingin cepat sampai tujuan.


Tapi bola mata ku tiba tiba tertuju pada plat nomor mobil yang berwarna silver yg tepat berada didepanku.Betapa terperanjatnya aku, disaat aku sadar ternyata mobil yang ada di depanku adalah mobil yang aku kenal.Mobil orang yang mengacak acak hati dan perasaanku saat ini.


Dengan mata melotot aku perhatikan mobil itu.Takut aku salah melihat.Aku mencoba melebarkan bola mataku.Mencari keberadaan orang orang yang sedang berada di dalam mobil.Ada 2 orang yang berada di dalam mobil.Aneh perasaanku mulai tak enak.Aku melihat ada seorang wanita yang duduk disebelah supir, dan aku yakin yang sedang duduk.disebelah supir pasti Arjuna.Karena selama ini Arjuna tak pernah mengijinkan siapapun meminjam mobilnya.Dan Aku merasa tambah penasaran.


Naluriku berasa sangat yakin kalau didalam mobil itu Arjuna bersama dengan seorang wanita.Wanita itu yang mengganggu pikiranku.Siapa wanita itu.Dan sesaat sebelum lampu berwarna merah itu berubah menjadi warna hijau aku memutuskan untuk mengikuti mobil yang ada didepan mobilku.Aku sangat berhati hati menjaga jarak antara mobil yang kukendarai dengan mobil Arjuna.


Hampir 15 menit aku mengikuti mobil Arjuna kemana ia meliuk liuk melewati jalan ibukota yang panas seperti panasnya hatiku, akhirnya mobil Arjuna berhenti disebuah apartemen didaerah barat ibukota.Aku masih menjaga jarak saat seorang lelaki turun dari pintu supir.Benar saja lelaki itu adalah Arjuna.Kemudian Arjuna membukakan pintu untuk seseorang yang aku tak pasti siapa orang itu meski sepertinya seorang wanita.Dan benar penglihatanku,seseorang itu adalah seorang wanita.


Seorang wanita yang tak pernah aku kenal.Aku masih terus memperhatikan mereka, meski ada semburat luka yang tiba tiba tergores dilubuk hati ini.Aku menekan dadaku.Kenapa terasa sangat sakit.Melihat Arjuna berjalan dengan sang wanita yang tidak aku kenal dan sang wanita dengan ringannya menggandeng lengan kekar itu,lengan yang pernah melingkar diperutku....


Tak tau dari mana datangnya air yang mengalir dipipi ini,tiba tiba mengalir sangat deras meski aku tak tau bagaimana caranya menghentikannya.Aku terus memperhatikannya.Kuparkirkan mobilku ditepi jalan sembarangan.Aku tak perduli kalau nanti mobil ini akan ditilang atau apalah.

__ADS_1


Aku tetap menjaga jarak dengan Arjuna dan wanita yang menggandengnya.Terlihat sesekali mereka tertawa kecil.Untungnya aku, karena dulu aku pernah bekerja menjadi seorang pengintai.Jadi aku sudah sangat mahir.Meski situasi saat ini sangat berbeda.Aku harus mengintai suamiku sendiri bersama dengan seorang wanita yang tak aku kenal.


Happy reading kakak...mohon maap atas kesalahan kata dan eyd.mohon krisannya....terima kasih sudah sudi membaca NKN....😘lop yu all


__ADS_2