
Buk Silvi sudah berangsur meninggalkan apartemen mewah milik Arjuna.Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 wib.Arjuna masih asik bermain main dengan ponselnya,yang terkadang membuatnya tersenyum sendiri disofa ruang keluarganya.Sementara Khaula sudah melangkahkan kakinya menuju peristirahatannya di lantai dua kamar empunya aparteman.Khaula terasa sangat lelah.Lelah hati sepertinya.Ini malam kedua ia tidur dikamar ini.Ia ingin menghempaskan tubuhnya ke ranjang empuk didepan matanya.Tapi ia takut kalau kalau Arjuna akan menagih kata katanya siang tadi.Tapi ia juga tidak enak hati kalau harus tidur di sofa.Khaula tau benar aturan suami istri dalam agamanya.Ia akan dilaknat 70 ribu malaikat jika ia meninggalkan suaminya tidur sendirian tanpa ridho.
Khaula menguap...ia tangkupkan kedua telapak tangan dimulutnya.Tak lama setelah itu terdengar suara pintu berdecit.Dilihatnya ternyata Arjuna mulai memasuki kamar.Khaula meminggirkan dirinya sedikit.Karena ia sedang berdiri ditengah tengah kamar saat Arjuna masuk kekamar ini.
Khaula masih terdiam mematung ditempatnya,dengan sigap saat melewati tubuh mungil Khaula tangan Arjuna menarik tangannya sampai mereka jatuh terjerembab pada ranjang empuk berukuran king.Sekarang tubuh Khaula sedang berada persis diatas tubuh kekar Arjuna.Mata Khaula membesar sempurna.Nafasnya tertahan dikerongkongan.Menatap bola mata Arjuna yang berwarna coklat muda.
Sedangkan Arjuna tak menyangka kalau Khaula tak memakai ancang ancang.Padahal ia tahu betul Khaula selalu bersikap siap menerima serangan dari manapun.Sesaat mereka sama sama menikmati pemandangan indah bola matanya.Kemudian Khaula tersadar dan langsung bangkit.Memalingkan wajahnya kearah kiri.Tubuhnya bergetar.Dadanya terus bergemuruh hebat.Bahkan seperti mau keluar dari dalam rongga dadanya.Wajahnya kini merah padam.
Khaula tak mampu menatap mata indah Arjuna yang masih nyaman dengan posisinya saat jatuh tadi.apa yang harus aku lakukan Tuhan...aku bisa tegak berdiri meski sudah kalah bertarung diatas gelanggang,tapi kenapa saat ini aku bahkan tak mampu untuk menapak di bumi sebelum bertarung....gumam Khaula dalam hati.
"Apa kau akan diam mematung disana?"tiba tiba Khaula mendengar suara Arjuna sedang mendeka.Tapi kali ini sebenarnya Khaula sudah jauh lebih siap menghadapi lawan dengan kuda kuda sempurna dikakinya.Tapi ia tak yakin kalau ia mampu melawannya.Khaula masih tak menjawab.Masih mencari alasan apa yang akan ia berikan kali ini.
Arjuna berjalan memandangi Khaula yang dari tadi benar benar masih mematung.Arjuna melihat jelas wajah Khaula yang masih memerah.Dan itu membuatnya bersemangat untuk sekedar menggodanya.Arjuna mendekatkan wajahnya pada wajah Khaula dengan sedikit menunduk.Khaula kemudian memejamkan matanya setelah wajah Arjuna benar benar mendekati wajahnya.
"Kenapa kau menutup matamu,apa kau tak ingin melihat betapa tampannya wajah suamimu"Arjuna kemudian membelai lembut pipi Khaula yang merona karena gerogi.
"Apa kau takut?ha?apa kini kau merasakan ketakutan?"Arjuna berkata dengan melingkarkan tangan kekarnya ketubuh Khaula.
Sekarang Khaula benar benar berada dalam pelukannya.Nafas Khaula naik turun dibuatnya.Debaran jantungnya benar benar dapat dirasakan oleh Arjuna...Arjuna sangat menikmati pemandangan ini.Karena banyak perempua diluar sana yang biasanya sangat agresif bila berdekatan dengan Arjuna, berbeda dengan Khaula yang memang belum punya pengalaman jatuh cinta apalagi pacaran.
ya Tuhan....gadis ini benar benar sangat cantik..terima kasih karena engkau mengirimnya untukku...jangan pernah membuat Tiara kembali ya Tuhan...
Arjuna bergumam pada hatinya.
__ADS_1
Kemudian ia menggendong Khaula ke ranjang.Sekarang Khaula benar benar tak dapat menguasai dirinya...tapi kali ini ia terlihat sangat ketakutan.Arjuna yang melihat ekpresinya kemudian merasa kasian padanya.
Tubuh Khaula menjadi sangat tegang.Matanya masih terpejam."Bukalah matamu....aku tak akan melukaimu"kata Arjuna kemudian menjauh dari tubuh mungil Khaula.
Khaula membuka matanya perlahan setelah merasa dirinya aman.Kemudian mengatur nafasnya yang sedari tadi terasa tercekik.
"Duduklah...aku tak mau kau mati kejang diranjang ini"kata Arjuna sambil mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas.
Khaula membangunkan dirinya dan duduk dengan tenang.
"Apa kau benar benar belum pernah dekat dengan seorang pria?.....maksudku apa kau belum pernah dekat dengan laki laki manapun?"Arjuna bertanya sambil terus memainkan ponselnya.Khaula menjawab dengan menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan.
"Bukankan kau pernah tinggal...kuliah dan bekerja dengan agent detektif di negeri paman sam?Arjuna bertanya dengan melirik kearah Khaula.
Khaula mengatur nafasnya yang belum sempurna...
"Kalau begitu kau tau benar kewajiban seorang istri untuk melayani suaminya"kata Arjuna sambil menggeser tubuhnya mendekati Khaula.
"Ya...aku sangat faham kewajiban seorang istri diatas haknya"jawab Khaula terdengar sangat santai kali ini.Ia sudah bisa menguasai dirinya dan hatinya.
"Aku harap kau juga tau di atas kewajiban seorang istri ada hak yang harus ia terima"tambah Khaula yang membuat Arjuna terasa di skak mat.
"Apa maksudmu?bukankah aku sudah memberikanmu kartu kredit pagi tadi...."
__ADS_1
Arjuna masih mengingat ia memberikan Khaula kartu kredit pagi tadi saat sarapan dimeja makan.
"Apa yang kau ketahui tentang hak seorang istri wahai suami?"Khaula bertanya yang kali ini ia yakin atas pertanyaannya.Ia yakin suaminya tak tahu pasti akan hal ini.
"Hak istri....ya...diberikan nafkah lahir batin"jawabnya sedikit terbata bata...
"Hanya itu?"tambah Khaula sambil menautkan alisnya.
"Iya...hanya itu...lantas apalagi...seorang istri itu wanita.ya....lumrahnya wanita itu suka kalau dikasi uang banyak...kartu kredit unlimited...yang bisa buat apa aja yang buat mereka senang"jawab Arjuna dengan sangat yakin.
Khaula tersenyum.
manis sekali senyummu...Arjuna berkata dalam hatinya.
"Tidak semua istri begitu...hanya segelintir...ketahuilah wahai lelaki yang bergelar suami....hak istrimu bukan hanya uang dan kartu kredit unlimeted....tapi istri butuh suami untuk mendengar keluhannya...ia butuh diperlakukan sangat romantis termasuk didalamnya perkataan lembut...ia juga butuh dimanja...jadi bukan hanya sekedar kartu tipis unlimeted"jelas Khaula
Arjuna tersenyum..."baik kalau begitu....itu sangat mudah"kata Arjuna menimpali.
"Mudah untuk di ucapkan....tapi pada dasarnya paling sukar untuk dilakukan"Khaula berkata sambil beringsut beranjak dari ranjang yang sangat empuk itu.Tapi kalah cepat dengan tangan Arjuna yang telah mencengkram pergelangan tangan kanannya.
"Temani aku malam ini disini...aku janji tak akan ada sesuatu yang terjadi bila dirimu belum menginginkan itu"Arjuna memasang wajah memelas.
*E*hm...dasar lelaki buaya...paling bisa masang muka memelas.aku tak mungkin bisa menolaknya.Kata Khaula dalam hati sambil berfikir.
__ADS_1
"Baiklah...tapi hanya sebatas menemanimu tidur...tidak lebih dari itu..."belum selesai Khaula berkata Arjuna sudah buru buru menarik pergelangan tangan mungil itu kemudian Khaula jatuh didalam pelukan lelaki yang wajahnya sok imut.Menikmati indahnya malam ini.
Terima kasih sudah membaca...mohon maap atas kesalahan ejaan atau perkataan.Mohon krisannya😘