Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Anak Lanang


__ADS_3

Pov Arjuna


Aku rasa aku harus segera bangkit.Aku harus mencari angin segar untuk segera melupakan kepahitan ini.Aku mengingat suatu desa dikaki gunung di daerah jawa tengah dengan pemandangan yang sangat indah, disaat aku merasakan frutasi dulu saat Deswita menghianati aku pergi bersama sahabatku Reno aku pergi kesana.


Disana aku bertemu seorang alim yang baik hati.Dengannya aku banyak belajar.Aku rasa aku harus pergi kesana.Aku bahkan menyuruh seorang seseorang melukis pemandangan indah itu sehingga aku bisa terus mengenang tempat indah itu.Seketika memoryku menghampiri saat aku melihat lukisan pemandangan indah di dinding kamarku.


Aku mencoba beberapa kali mengotak atik ponselku untuk mencari nomor telpon pak Mahmud.Seorang alim yang tinggal di kaki gunung bersama dengan istrinya.Beliau tidak mempunyai anak.Tapi aku sangat salut pada pasangan ini.Selalu bisa menerima kekurangan antara satu sama lain.


Akhirnya setelah lelah aku mencari nomor telpon pak Mahmud di ponselku aku menemukannya.Segera ku tekan nomor telponnya.


"Assalamualaikum...."kata seseorang di ujung telpon sana....


"Wa Alaikum salam..."jawabku,tapi entah apa yang terjadi pada pendengaranku.Aku merasa sangat mengenal suara orang di ujung telpon sana.


"Ya...anda mau bicara sama siapa?"tanya seorang wanita diujung sana.


Aku masih tertegun,mencoba mencari cari suara siapa disana.


"Hallo....mohon maap pak...bapak yang punya ponsel ini sedang sholat...silahkan telpon lagi nanti ya"jawabnya.Kemudian sambungan telpon putus.


Dan aku masih berusaha mengingat ingat.Tapi tak kutemukan memory itu.


**************


Pov Khaula


Sudah seminggu aku disini.Tak banyak yang bisa aku lakukan.Sementara ini aku hanya sekedar menerima tamu para saudara saudara dekat dan saudara saudara jauh yang mengetahui kepulanganku untuk sekedar bersilaturrahmi, ataupun aku yang pergi berkunjung kerumah mereka.Aku melupakan perih akibat luka itu sejenak.Aku melupakan kesakitan itu sementara, entah esok atau lusa entahlah.


Aku juga mulai ikut pak lek dan bulek ke sawah yang ada di kaki gunung.Sawah warisan orang tuaku yang sekarang di garap pak lek.Meski sedikit tapi lumayan untuk sekedar hasil panen padinya tidak seberapa tapi lumayan untuk mengganjal perut sehri hari.Itu semua karena kondisi pak lek yang memang tak bisa bekerja keras.

__ADS_1


Sesekali aku juga ikut pak lek pergi ke empang milik kakak sepupu ayahku.Aku mengambil ikan,dan kemudian memasaknya bersama bulek.Ini sangat menyenangkan.


Sore itu setelah selesai sholat asar aku dengar suara ponsel pak lek berbunyi berkali kali.Tak ada satupun orang yang mengangkatnya pak lek atau bulek.Mungkin pak lek masih di mushollah sedangkan bulek mungkin masih sholat dikamarnya.


Aku mengangkatnya.


Assalamualaikum...."kataku mengawali salam.


"Wa Alaikum salam..."jawab seseorang diujung telpon sana dengan suara ragu.


"Ya...anda mau bicara sama siapa?"tanyaku lagi dengan suara lantang.


Tapi heran kenapa orang diujung sana tak kunjung menjawab pertanyaanku.


"Hallo....mohon maap pak...bapak yang punya ponsel ini sedang sholat...silahkan telpon lagi nanti ya"jawabku mantab.Kemudian kuputus sambungan telponnya.


Orang aneh...ditanya malah gak dijawab...gumamku didalam hati.


"Pak lek maap...tadi ada yang menelpon,tapi karena pak lek gak dirumah bulek jugak sedang sholat jadi tak angkat...cuma orangnya gak ngomong apa apa...Lula bilang aja nanti telpon aja lagi"kataku sambil memberikan ponsel milik pak lek Mahmud.


"Sapa yang telpon La"tanya pak lek.


"Kulo mboten ngertos pak lek...tulisane anak lanang"jawabku melirik nya.


"O halah....entah wis sepisan taun anak lanang ora tau nelpun"jawab pak lek dengan logat khas.


"Emang sejak kapan pak lek punya anak lanang"selidik ku dengan wajah serius.


Karena setauku pak lek sejak dulu gak pernah punya anak.

__ADS_1


Pak lekku hanya senyum.Kemudian menekan nekan tombol yang ada di ponselnya yang sudah jadul.


"Hallo....Assalamualaikum...iya nak...iya...kamu apa kabar....


lama tak dengar kabar....okay nak...bapak tunggu"kudengar sayup sayup suara pak lek berbicara pada orang diujung telpon yang tadi di ponselnya tertulis anak lanang.


***********


Pagi ini cuaca sangat bagus.Sinar matahari bersinar sangat indah.Pagi pagi lagi bulek dan pak lek sudah pergi kepasar.Katanya ada tamu istimewa yang akan datang.Namanya Tama.Dia orang kota yang dulu pernah lama tinggal bersama dengan pak lek dan bulek disini.


Awalnya pak lek hanya menolong Tama karena suatu kecelakaan.Mobil yang Tama kemudikan masuk kedalam persawahn milik kami.Kondisi Tama kacau saat itu.Dia baru saja putus cinta dari pacarnya.Sang pacar menghianati dirinya dan berpacaran dengan sahabat baiknya.Tama frustasi, mengendarai mobilnya dari ibukota hingga ke desa ini tanpa sadar katanya.Tama juga dipengaruhi minuman keras saat mengemudi.Kemudian terjadilah kecelakaan itu.


Pak lek dan bulek yang merwatnya, hingga beberapa bulan.Sampai Tama benar benar sehat dan pulih.Tama juga sering berkunjung setelah ia pulih dan kembali ke ibukota.Tama sangat senang dengan pemandangan di desa ini.Dia bilang sangat menakjubkan kalau sore hari duduk di tepi sawah yang berada di kaki gunung senjanya begitu indah.Warna jingga yang luar biasa Indah.


Sama sepertiku yang menyukai warna jingga bila matahari terbenam di lihat dari persawahan kami.Sangat indah,bisa membuat orang yang melihatnya merasakan kedamaian seperti warnanya.


Tama sudah sangat akrab dengan pak lek dan bulek,mereka sering berkomunikasi via telpon meski Tama jarang datang akhir akhir ini.Kemaren pernah suatu saat Tama mengundang pak lek dan bulek ke Ibukota untuk menghadiri acara pernikahannya.Tapi saayngnya pak lek dan bulej berhalangan untuk hadir karena kesehatan pak lek sedang menurun saat itu.


Pak lek dan bulek seperti mendapatkan seorang anak katanya.Karena Tama juga menganggapnya seperti orang tua kandungnya.Tama sering kali mengirimkan belanja atau mengirimkan seorang dokter kenalannya dari kota untuk sekedar mengecek kesehatan pak lek.Makanya pak lek sampai menulis namanya anak lanang di ponselnya.


Aku hanya bisa tersenyum mendengar cerita pak lek kemaren.Aku tak menyangka masih ada orang kota yang baik hati.Aku juga jadi ikut tak sabar ingin melihat anak lanang pak lek dan bulek.Tapi sayang si anak lanang tak bisa membawa serta istrinya ke desa, karena Istrinya sedang berada di luar kota .


Setelah bulek dan pak lek dari pasar aku turut membantu bulek untuk memasak masakan istimewa untuk anak lanangnya.


"Bulek...kita mau masak apa?"tanyaku sambil mengeluarkan bahan bahan dapur dari dalam kantong belanjaan.


"Iya masak apa ya La...Bulek bingung...Lula kan pandai masak.Lula aja yang masak ya.Biar masakannya gak masakan kampung gitu"jawab bulekku.


"Kalau gitu Lula masak daging kambingnya dengan masakan agak ke jepang jepangan ya bulek..namanya beef teriyaki"kataku

__ADS_1


"Ha?masakan apa tu La"kata bulekku sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal


"kalau bahasa wong desonya itu daging masak kecap bulek"jawabku terkekeh....yang kemudian bulek juga ikut terkekeh didapur.


__ADS_2