Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Cukup lama Khaula tertidur masih lengkap dengan hijab dan cadar karena kelelahan seharian mengelilingi rumah dan halaman yang besar ini ditambah lagi hampir 5 jam buk Silvi memutar mall terbesar di ibukota ini.Membuat betis pinggul dan semua tulangnya remuk.Tiba tiba kerongkongannya kering.Khaula merasa haus, haus yang sangat amat.Padahal ia malas mau bangun,apalagi membayangkan harus kedapur mengambil minum.Ia merasa menyesal tidak menyimpan air didalam kamarnya.Perasaan malas sungguh membuatnya menunda untuk pergi kedapur, tapi ternyata mau tidak mau Khaula harus kedapur.Kali ini bukan hanya sekedar ingin minum Khaula juga mersakan lapar.Perutnya berbunyi itu pertanda cacing yang ada di dalam perutnya tak bisa diajak kompromi lagi.Khaula takut nanti cacing cacing itu akan menggigit habis lambung dan ususnya.


Melawan rasa malas dan rasa mengantuk yang teramat sangat Khaula berjalan sempoyongan menuju dapur.Pasti semua orang sudah tidur pikirnya,dan semua makanan pasti sudah habis atau sudah dimasukkan ke dalam kulkas oleh asisten rumah tangga.


Akhirnya Khaula memutuskan untuk mencari buah di dalam kulkas yang dapat untuk mengisi perutnya.Karena Khaula tak ingin cacing didalam perutnya tambah berdemo.Tapi sebelum berjalan menuju kulkas Khaula mengambil segelas air putih diatas meja dan menuangkannya kedalam gelas bening yang sudah berada di dalam genggamannya.Segera ia duduk dan meneguk air ditangannya sampai habis segelas.


Setelah ini Khaula berjalan menuju kulkas untuk melihat buah apa yang kira kira bisa ia makan.Karena diatas meja tak terlihat ada makanan yang bisa di makan meski hanya sekeping roti.


Disaat ia membuka pintu kulkas, telinganya yang tajam mendengar suara langkah orang sedang berjalan seperti mengendap.Pelan pelan ia melepaskan pintu kulkas dari genggamannya.Mengambil ancang ancang mengepalkan tangan kanannya untuk mengumpulkan tenaga agar lebih kuat untuk memukul, dan disaat Khaula mulai yakin kalau seseorang itu benar benar berada tepat di belakangnya dengan sigap ia membalikkan badan dan benar saja orang yang tengah berada dibelakangnya terpental mengenai meja yang ada didepan kulkas sampai gelas yang tadi ia gunakan untuk meneguk air ketenggorokannya jatuh kelantai dan pecah"TAR......"bunyi suara gelas berderai dilantai bersamaan dengan suara "aduh....." yang sungguh keras dari orang yang tadi di pukulnya sambil berbalik arah sampai harus memegangi perutnya karena kesakitan.


Khaula melotot, melihat pekat kearah orang tersebut yang ternyata seorang lelaki dengan wajah oval sedikit berjambang hidung mancung matanya sungguh indah meski ia sedang meringis kesakitan.Tangannya masih mengepal saat menatap lelaki misterius tersebut. Disaat Khaula maju ingin menghampiri lelaki misterius tersebut buk Silvi dan pak Adhi datang dengan berlari.Begitupun seisi rumah yang datang berhamburan karena mendengar suara gelas yang berderai dan suara pekik lelaki misterius tersebut.


"Arjuna...."teriak buk Silvi sambil berlari kearah Arjuna yang masih meringis kesakitan diujung meja."Kamu ndak pa pa kan nak?"tambah buk Silvi khawatir anaknya kenapa napa sambil memeriksa keadaan Arjuna.


Khaula terkejut mendengar buk Silvi mengatakan nak pada lelaki yang buk Silvi panggil namanya Arjuna.Khaula meneguk salivanya.Perutnya yang lapar hilang serta merta karena kejadian ini.Khaula maju selangkah menuju buk Silvi dan Arjuna.


"Ini anak ibuk?"tanya Khaula menunjuk Arjuna yang menatap Khaula dengan kebencian karena merasakan perutnya sangat sakit terkena pukulan memetikan Khaula.

__ADS_1


"Iya Lula...ini Arjuna...anak ibuk satu satunya semata wayang..."jawab buk Silvi sambil melihat kearah Khaula dengan pandangan sedikit marah.


Khaula menutup mulutnya yang tertutup cadar dengan kedua tangannya.


"Ow..."Khaula mendekat kesamping kiri buk Silvi dan pak Adhi berdiri disebelah kanan buk Silvi sementra yang lain hanya menonton kejadian memalukan ini.


Khaula memegang lengan buk Silvi dengan wajah bersalah,meski tak terlihat karena tertutup cadar tapi buk Silvi dan yang lain bisa melihat itu dari tatapan mata Khaula yang basah."Saya minta maap buk,karena saya kira maling,habis tidak pakai suara tiba tiba ada dibelakang saya..."jelas Khaula pada buk Silvi dan semua yang ada disitu.Tapi Arjuna langsung menimpali dengan tatapan kebencian"gue jugak ngira lu tu maling,karena didalam rumah gue gak pernah ada yang berpakaian seperti ninja"kata Arjuna setengah berteriak.


"Saya minta maap..."suara Khaula terdengar bergetar,tak pernah Khaula merasa seperti ini.Merasa luka disaat ada orang yang menatapnya dengan kebencian.Membentaknya dengan nada yang tinggi.Padahal selama ini Khaula sudah sangat terbiasa dengan wajah lawan duelnya diatas matras disaat berlaga bela diri pencak silat dan terbiasa mendengar suara dentingan peluru disaat pelatuk ditarik dan dilepaskan.Lantas entah apa yang membuatnya sungguh sangat terluka,sakitnya sungguh terasa dalam relung hatinya hingga suaranya terdengar bergetar.


"What?terus maksud mami aku yang salah?"kata Arjuna sambil menegakkan tubuhnya yang hampir tumbang di sudut meja makan.


"Tidak Juna sayang, kamu jugak tidak salah,mami lupa memberitahu kamu soal Khaula yang sekarang menjadi pengawal pribadi mami"kata buk Silvia sambil membantu Arjuna untuk bangkit dan duduk di kursi.


"Papi rasa tidak ada yang perlu diributkan, ini hanya masalah salah paham, yang lain pergilah beristirahat.Bik Surti bersihkan pecahan kaca dilantai sampai bersih kemudian beristirahlah"pak Adhi akhirnya bersuara, melihat Arjuna yang masih meringis kesakitan pak Adhi menghampirinya "apakah kita harus memanggil dokter?" tanya pak Adhi pada Arjuna dengan sedikit wajah tersenyum.


Sementara Khaula masih mematung melihat Arjuna yang masih menatapnya dengan kebencian.

__ADS_1


Arjuna tak menjawab pak Adhi papinya.Karena Arjuna tau papinya tidak serius untuk bertanya.Papinya hanya mengejeknya.Pak Adhi menepuk nepuk punggung Arjuna, kemudian berlalu menghilang dalam kegelapan melewati ruang keluarga yang lampunya sudah padam.


"Saya akan mengambil air panas untuk mengompres perutnya" kata Khaula sambil berjalan menyiapkn air panas dan mengisinya kedalam kantung kompres berwarna merah yang diambilnya dari dalam kota P3K yang berada diujung sudut dapur.


Sementara buk Silvi masih terus menggosok gosok punggung Arjuna untuk menenangkan putra semata wayangnya.Khaula datang menghampiri buk Silvi dan Arjuna yang masih duduk dimeja makan dengan membawa kantung kompres berwarna merah.


"Ini kompreslah perutmu pakai air hangat ini.InsyaAllah akan segera membaik"Khaula menyodorkan kantung kompres pada Arjuna yang sedari tadi tak mau melihatnya.


"Makasih Lula"buk Silvi mengambil kantong kompres dan menaruknya diatas perut Arjuna yang sedari tadi dipegangnya.Khaula memilingkan pandangannya tatkala buk Silvi menyingkap baju Arjuna sehingga terlihat otot otot perutnya yang sixpek.


Disaat Khaula berpaling Arjuna tak sengaja menangkap wajah cantik yang jelas terlihat dari alis dan bulu mata indahnya, juga hidungnya yang mancung terlihat jelas meski tertutup cadar.Hanya beberapa menit tapi itu cukup untuk menumbuhkan rasa penasaran dihati Arjuna.


Setelah hampir 15 menitan Khaula berpaling sampai ia mendengar suara buk Silvi "Lula...pergilah istirahat.Ibuk yang akan menemani Arjuna disini, karena bik Surti jugak sudah selesai membersihkan lantai.Khaula mengangguk dan pergi meninggalkan Arjuna yang masih meringis ditemani buk Silvi.


Rasa lapar yang tadinya menyerang tiba tiba sirna.Pikirannya masih teringat kejadian beberapa saat lalu.Karena Khaula benar benar memukul Arjuna dengan kekuatan penuh, sampai kepalan tangannya masih terasa sakit.Puas Khaula mencoba memejamkan bola mata indah miliknya, tapi belum jugak berhasil padahal Khaula sudah berulang kali mencoba sampai terus beristigfar dan berzikir hingga lelah sampai akhirnya Khaula terlelap.


terima kasih sudah membaca.mohon maap kalau terdapat banyak kesalahan dalam bacaan ejaan atau typo.☺ happy reading...mohon saran kritik dan komentarnya ya kakak....

__ADS_1


__ADS_2