Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Ingatan Masa Lalu


__ADS_3

Seharian Khaula dirumah hanya sekedar beberes membatu bik Asih atau sekedar berjalan kelantai atas kemudian turun kelantai bawah dan melakukan strecing ringan hanya untuk sekedar merenggangkan otot atau sekedar melepas jenuh.Khaula merasakan rindu pada olah raga yang dulu pernah membesarkan namanya.Olah raga yang mempertemukan dirinya kepada suami yang kini sedang ia tunggu kepulangannya.


Khaula mencoba membuka ponsel, benda pipih yang sudah mulai usang casingnya dan sudah mulai ketinggalan jaman karena peradaban yang luar biasa cepat beralih dari satu model kemodel lain.Khaula membuka memory ponselnya yang meski sudah usang tapi masih sehat untuk menyimpan kenangannya beberapa tahun silam.


Khaula duduk di depan televisi didalam kamarnya setelah penat dengan rutinitas barunya.Ia membuka galeri ponselnya, dan mulai melihat lihat gambar lama kala ia masih berada di negeri paman sam,dan ada juga beberapa gambar lama saat ia masih aktip sebagai atlit tembak.Ia rindu dengan masa masa itu, masa masa keemasan baginya.Dimana semua lawan akan merasakan bergetar jika berhadapan dengan seorang Khaula Nusaiba.Seorang atlit berkuda yang handal,atlit memanah yang hebat sampai ia pernah menjuarai memanah sambil berkuda.Khaula juga sering ikut kejuaraan pencak silat sampai ia bisa menjadi juara nasional.Khaula juga beberapa kali bertanding diluar negeri untuk cabang memanah,berkuda,pencak silat dan menembak.Khaula selalu mendapatkan juara satu.Juara yang membuatnya mencapai impiannya untuk bekerja sebagai agen rahasia dinegeri paman sam.


Khaula rindu disaat dirinya yang dulu,dirinya yang tak pernah takut akan gagal.Tak pernah takut akan sakit, berbeda dengan saat ini.Khaula yang takut gagal,gagal dalam rumah tangganya.Khaula yang takut sakit,sakit kalau ternyata Arjuna sang suami tak membalas perasaannya.Meski Khaula tak yakin dengan perasaan yang ia rasakan beberapa hari ini.Perasaan yang belum berani ia artikan sebagai perasaan sayang atau malah perasaan cinta pada seorang Arjuna.Karena Khaula belum pernah merasakan semua perasaan ini dulu, sebelum ia bertemu dengan Arjuna.Sebelum kejadian yang memaksanya untuk berada dalam satu ikatan pernikahan.


Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore di jam dinding di dalam kamarnya saat Khaula tiba tiba menoleh karena menggeliatkan tubuh mungilnya dikursi depan tivi didalam kamarnya.Belum ada tanda tanda Arjuna akan datang dari kantornya.Khaula bangkit dari kursinya setelah beberapa saat terlalai melihat gambar gambar masa lalu diponselnya.Ia berjalan menuju ruang dapur mencari sosok bik Asih yang biasanya ada didapur.Dan benar saja bik Asih yang dicarinya sedang sibuk meracik masakan untuk makan malam.


"Bik...biasanya tuan muda pulang jam berapa?"tanya Khaula sambil berjalan mendekat kepada bik Asih yang sibuk sedang merajang rajang sayur.

__ADS_1


"Biasanya jam segini sudah pulang neng.Tapi kalau hari ini gak tau.Karena sampai jam segini belum pulang.Makanya bibik jugak ragu mau masak.Takutnya pas tuan muda pulang sayurnya sudah dingin...ntar bibik disuruh masak lagi, kan tuan muda gak suka makan makanan dingin"jawab bik Asih dengan panjang lebar sambil terus merang sayur.


Khaula yang berada disitu juga ikut membantu bik Asih menyiapkan masakan untuk makan malam tanpa berkata kata lagi hanya mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan penjelasan sang bibik.


Sayur telah selesai dirajang.Bumbu telah selesai diracik.Tinggal menunggu sang tuan muda kembali, baru bik Asih akan mulai menumis dan memasak sayur dan lauk pauk, agar sayur dan lauk pauk masih hangat saat sang tuan muda makan malam setelah membersihkan diri.


Segitu perhatiannya bik Asih kepada tuannya.Karena bik Asih ini adalah asisten rumah tangga Buk Silvi sejak Arjuna masih bayi.Bik Asih juga yang ikut mengasuh Arjuna saat masih bayi.Sehingga bik Asih ini paham betul bagaimana watak dan kelakuan Arjuna, dan karena itu juga bik Asih disuruh buk Silvi untuk ikut Arjuna di apartemennya agar bisa mengurusnya.Karena perasaan sayang seorang ibu yang takut anaknya tak bisa mendapatkan asisten rumah tangga yang baik dan mengerti dirinya seperti bik Asih.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 saat Khaula selesai melaksanakan sholat magrib.Tapi belum ada tanda tanda Arjuna sudah kembali dari kantornya.Khaula masih melanjutkan ritualnya setelah sholat magrib ia selalu membaca Al-quran beberapa ayat.Kemudian melanjutkan mengingat hapalannya.Ia takut tak bisa menjaga hapalannya.Meski Khaula bukan seorang hafiz quran 30 Jus tapi ia selalu murojaah mengulang hapalannya yang hanya 10 Jus


Khaula sudah mencari informasi dari Rita dan teman teman lamanya di jakarta beberapa hari ini.Khaula ingin meminta ijin kepada Arjuna untuk mendatangi majlis ilmu.Ia ingin ikut pengajian untuk bisa menambah ilmu agamanya.Khususnya ilmu tentang berumah tangga.Karena selama ini ia hanya mendapatkan ilmu itu dari orang tuanya dan dari pelajaran disekolah dan dipondok waktu ia dikampung dulu.Setelah Khaula hijarah kekota dan hijrah ke ibu kota, tak pernah ia belajar atau menghadiri majlis ilmu karena ia sibuk mengejar mimpi dan cita citanya.Khaula juga tak pernah bermimpi untuk menikah secepat ini.meski usinya sudah 28 tahun.Usia yang tak muda lagi bagi seorang wanita.Itu karena ia masih berikeinginan untuk menapaki karirnya.Ia masih asik dengan dunianya.Sehingga tak pernah terpikir olehnya untuk menikah.Sampai akhirnya beberapa hari lalu ia mengalami tragedi yang membawanya kepada tali pernikahan.

__ADS_1


Setelah selesai melaksanakan sholat isya khaula melipat sajadah dan mukena miliknya.Ia berniat untuk turun.Melihat seandainya sang suami sudah pulang saat itu.Khaula sudah bersiap membuka pintu kamarnya saat itu saat yang bersamaan seseorang dari balik pintu mendorong pintu kearah dalam sehingga keduanya mengalami benturan keras.Dahi Khaula terbentur keras dengan dahi Arjuna saat pintu terdorong."AUCH....."terdengar suara keduanya sambil memegas dahi masing masing.


Khaula dan Arjuna meringis bersamaan sambil memijit dahi yang terbentur."maap"Khaula meminta maap terlebih dahulu melihat Arjuna yang sepertinya merasakan benturan lebih keras.


"Apa kau merasakan sakit?"Arjuna bertanya sambil mengelus dan meniup dahi Khaula.


"Em....sedikit"jawab Khaula terbata bata karena merasa bersalah.


Ia tak enak hati.Karena Arjuna malah menghawatirkannya.Padahal jelas sekali dahi Arjuna lebih merah karna benturan.


"Ku rasa kau lebih sakit,karena ini lebih merah"tambah Khaula sambil mengelus tanda merah didahi Arjuna.

__ADS_1


"Setelah kau usap apalah arti merah didahiku.Ia sudah lenyap seiring angin yang berhembus"kata Arjuna sambil terus meniup kening Khaula.....


terima kasih kakak...happy reading...mohon krisannya....mohon maap bila terdapat banyak kesalahan dan typo.🤗😘


__ADS_2