
Pov Khaula
Aku masuk kedalam kamar sesaat setelah menenggak segelas air putih yang diberikan Arjuna.Entah dari mana asalnya aku bisa tersedak.Lagi pula kenapa bulek tau kalau aku sedang melirik dengan Arjuna.Dan ya kenapa tidak aku pikirkan kalau Tama itu Arjuna....Arjuna Adhitama Nagara...Dan kenapa juga aku tak melihat mobilnya terparkir di halaman depan tadi sore saat aku pulang.
Dasar manusia aneh....aku pun berusaha mengingat suara telpon kemaren.Dan ternyata benar bahwa aku mengenal suara telpon itu.Inilah orangnya.Hem....Aku menarik nafas panjang.Membuangnya perlahan beberapa kali untuk menenangkan hati jiwa dan ragaku yang goyah.
Jujur sebenarnya aku sangat merindukannya.Aku sangat menginginkan bertemu dengannya.Tapi tak tau kenapa hati dan pikiranku tak bisa sejalan.Aku tak belum mampu menerima kenyataan ini.Tapi apa yang harus aku lakukan kalau memang benar Arjuna akan lama tinggal disini.Aku harus pergi kah dari sini.Atau aku harus bagaimana.
Apa yang akan dikatakan bulek dan pak lek kalau aku pergi dari sini.Tapi aku tak mungkin tinggal satu rumah dengan orang yang membuatku seperti ini.Aku belum bisa.
Tok...tok...tok...
Pintu kamarku di ketuk beberapa kali.
"Lula ada buk gede Laras datang mengunjungimu"suara dari balik pintu milik bulek.
"Iya bulek"jawabku,kemudian memakai cadar
Sebenarnya aku malas untuk keluar kamar.Karena aku pasti akan bertemu dengan Arjuna.Rumahku sangat kecil, hanya ada 3 kamar tidur satu ruang tamu satu ruang keluarga yang dipakai untuk ruang makan dan satu dapur.Tapi buk gede Laras datang mengunjungiku.Buk Gede Laras adalah kakak sepupu ayahku yang tinggal satu desa dari desaku.Kasian dia sudah jauh jauh datang malam malan lagi kalau aku tak menemuinya.
Aku berjalan keluar kamar.Pintu kamarku suka berdecit kala dibuka.Mungkin karena pintu ini sudah tua, lebih tua dari usiaku malah.Mata elang yang sepertinya sengaja mengawasi pintu kamar ini langsung menuju kearahku.Dan aku sangat membencinya.Aku benci tatapan yang membuatku sulit untuk berpijak dengan baik dibumi ini.
Ku lihat Buk gede sudah duduk berbaur bersama pka lek Arjuna dan seorang anaknya yang laki laki.Aku lupa siapa nama anak buk gede.Buk gede mempunyai dua orang nak yang satu anaknya perempuan seusia denganku dan yang satu laki laki lebih muda dariku beberapa tahun.
__ADS_1
Kusalami buk gedeku kemudian kucium punggung tangannya.Setelah itu dia merangkulku sangat erat.
"Kamu sehat nduk?"tanya buk gede sambil menggosok punggungku.
"Alhamdulillah Lula sehat,buk gede gimana kabarnya?"jawabku sambil bertanya kabarnya.
"Alhamdulillah Lula...."katanya
"Lula ini Amar...kamu masih ingat nduk?"tanya buk gede lagi,menunjuk ke arah anak laki laki yang datang bersamanya. Aku mengangguk, tapi tak kusalami dia,dan dia juga menundukkan kepalanya tersenyum padaku.Kulihat dia begitu tampan sekarang.Dulu sewaktu masih kecil dia selalu ikut ayah kerumahku jika ayah pergi menunjungi buk gede.Amar selalu bilang akan menikahiku jika kelak sudah besar.
Dia bilang dia menyukaiku karena waktu itu aku sudah kelas 6 SD sementara Amar masih kelas 1 SD dia melihatku pandai berkelahi katanya.Sementara Amar sangat kalem dan suka diledeki sama kawan kawannya.Dia ingin mencari pelindung katanya.Pemikiran anak anak memang terkadang sangat polos.
"Amar uda gak sabar pingin ketemu kamu La...katanya kangen"kata buk gede membuat aku pak lek dan bulek yang baru datang dari dapur menyunggingkan senyum, kecuali Arjuna yang duduk tepat di hadapan Amar.Wajahnya kecut tak enak.Entah kenapa aku merasa bahagia melihat wajahnya kecut.
Timbul kejahilan didalam benakku.Bukankah bulek pak lek tak mengetahui kalau aku adalah istri Arjuna alias Tama.
Aku lihat Amar tertunduk.Sejak tadi pun Amar hanya tersenyum sesekali dan tertunduk.Dia benar benar laki laki impian.Aku yakin Akhlaknya juga pasti jauh lebih baik dari laki laki yang ada didepannya.
"Lula....Amar malu tu kalau kamu nanya begitu"timpa bulek sambil melirik ke arah Amar yang wajahnya mulai berubah.
"hihihi....bagaimana keadaan Sri buk gede...apa Sri sudah punya banyak anak?"aku mengalihkan pembicaraan.Tak ingin melihat orang yang duduk di depan Amar menjadi kena serangan jantung dan mati didepan mataku.
"Sri anaknya sudah pada besar besar Lula...Kan nikahnya umur 18 tahun...pas tamat Mondok"jelas buk gede...
__ADS_1
Hampir rata rata orang di desa menikah di usia yang sangat muda.Apalagi mereka yang mondok,setelah usia cukup langsung menikah.Sedangkan aku...usiaku 30 tahun menikah dengan ketidaksengajaan, dan kurang beruntung karena suamiku berhianat.
"Alhamdulillah ya buk gede....Amar sudah berapa anaknya?"aku pura pura bertanya meli aku tahu Amar belum menikah.
"Amar ya belum nikah nduk...masih belum ada yang pas katanya"buk gede yang malah menjawabnya.Sedang Amar hanya diam tersenyum.
"Memangnya mau cari yang gimana lagi Mar...ntar kamu gak laku loh Mar...Jangan terlalu memilih Mar...yang terpenting akhlaknya"jawabku sembari melirik kearah Arjuna yang sibuk memainkan ponselnya.
"Justru itu buk gede buru buru kesini La...Amar mau kamu jadi istrinya"jawab buk gedeku sambil memegang jemariku yang sudah mulai dingin.Buk gedeku selalu saja ceplas ceplos kalau bicara.
Arjuna terlihat seperti orang yang sangat gerah dengan mengibas ngibaskan bajunya.Bulek dan pak lek saling pandang mendengar kata kata buk gede.Sementara aku hanya terdiam.Bingung apa yang mau aku sampaikan.
"Saya sungguh sungguh mbak Lula"tiba tiba Amar bersuara.Sangat tegas dan terdengar sungguh sungguh.Anak ini luar biasa sangat berani.
Aku beranjak, memindahkan tubuhku duduk di sebelah bulek kali ini.
"Amar...mbak rasa Amar pikir pikir dulu...Amar itu masih muda.Usia kita terpaut 5 tahun.Mbak Lula bukan wanita sholehah...Lagi pula Amar sama mbak Lula itu sepupu...Kita sodara Amar"jawabku agak ragu.
"Amar tau mbak...Dan Amar sudah memikirkan ini sejak lama...Amar menunggu mbak Lula...Amar tak meminta mbak Lula untuk menjawab ini malam ini.Amar akan menunggu jawaban mbak Lula nanti saat mbak Lula siap.Malam ini Amar dan ibuk hanya ingin bersilaturrahmi"jawab Amar panjang lebar.Aku hanya tersenyum.Tak menjawab apapun.
"Oalah...dari tadi ni air uda jadi dingin...ayo mbak yu... Amar...diminum"kata bulek memecah ketegangan ...
"Iya Tih...terima kasih...Ini si Tama anak lanangmu ya tih"tanya buk gede
__ADS_1
"Oh iya mbak yu...Ini Tama baru sampai siang tadi"jawab bulek menepuk Punggung Arjuna alias Tama.Arjuna yang saat itu hanya tersenyum tipis, meski masih terlihat jelas wajahnya yang kecut.
Happy reading kakak...mohon votenya biar author semangat💪💪...trm ksh karna sudah sabar menunggu NKN...salam hangat dari Khaula dan Arjuna🤗😘...mohon maap atas segala kesalahan...