
Cukup lama keduanya berpandangan melihat amplop coklat yang diberikan dr.Friska.Ada rasa takut yang menghampiri Khaula.Sementara Arjuna lebih santai dan lebih bersikap positip.
"Sayang...bukalah amplopnya"Arjuna membuka suaranya.Melihat sang istri yang sedikit gugup.
"Bukalah...sepertinya aku tak bisa membukanya" Khaula menyodorkan amplop dihadapan Arjuna.
Betapa terkejutnya Arjuna saat tangannya bersentuhan dengan tangan wanitanya yang terasa sangat dingin dan sedikit basah.
Arjuna menarik tangan kedua tangan Khaula kehadapannya membuat Khaula sedikit aneh.
"Kenapa?"Khaula bertanya merasa aneh dengan suaminya.
Arjuna menarik bibir bawahnya sehingga membentuk lengkungan manis "baiklah...kita akn membukanya,semua akan baik baik saja...dan tak akan ada yang menghawatirkan....ayolah...kau wanita yang hebat"Khaula menarik nafs panjang.Menata hatinya untuk lebih damai.
Akhirnya Arjuna memutuskan untuk membuka amplopnya.Sebenarnya Arjuna juga merasa sedikit khawatir tapi ia tak ingin Khaula melihat kekhawatirannya.Bagaikan langit runtuh diatas kepalanya melihat hasil tes urin yang berada di dalam amplop coklat, Arjuna melompat langsung mencium kening Khaula dan memeluknya erat seraya terus berucap syukur.
"Apa isi amplopnya?"Khaula bertanya karena penasaran dengan sikap suminya.
"Coba tebak....kira kira apa?"Arjuna bertanya pada Khaula sambil menyembunyikan secarik kertas putih di balik punggung Khaula.
__ADS_1
Khaula menggeleng gelengkan kepalanya.
"Entahlah...aku bukan seorang peramal yang bisa menebak sesuatu yang aku sendiri tidak pernah tau"Khaula berkata sambil memasang muka manyun.
Arjuna tersenyum sangat manis.
"Sayang....."Arjuna melepas pelukannya, merubah posisinya setengah menjongkok dan mendekatkan telinganya pada perut Khaula.
"Disini....ada kehidupan yang mulai saat ini harus kita jaga...." Arjuna kemudian mengecup perut Khaula yang terbalut hijab dan gamis berwarna salem.
Khaula terperangah,tak percaya dengan apa yang Aejuna katakan.Bibirnya masih setengah menganga,tak bisa berucap.
Masih dalam keadaan yang tak percaya dan rasa syukur yang teramat sangat keduanya saling berpelukan melepas beban yang selama ini diemban karena hampir saja rumah tangga mereka menjadi taruhannya.Arjuna tak henti henti mengucap syukur di dalam bibirnya, dr Friska datang menghampiri.Melihat keduanya yang masih dalam keadaan bahagia dr.Friska sampai tak dapat berkata kata hanya mampu menatap keduanya dengan perasaan yang turut bahagia.
"Hem...."dr.Friska berdehem agar Khaula dan Arjuna melihatnya.
Keduanya serentak melihat kearah dr.Friska yang sebenarnya sedari tadi sudah memperhatikan kedua insan yang penuh cinta sedang meluahkan perasaan senang yang teramat sangat.
"Maap dok..."Arjuna melepaskan pelukannya pada Khaula.Sedangkan Khaula langsung tertunduk malu melihat dr.Friska yang sudah berada di hadapan mereka.
__ADS_1
"Tidak apa Juna...Lula...saya bisa mengerti....itu sebabnya saya tak ingin membuka amplop itu....saya mau kalian langsung yang membukanya,saya tau itu adalah jawaban yang paling kalian tunggu,selamat....semoga Allah menjaganya untuk kalian dan Allah mudahkan segalanya sampai lahiran ya"dr.Friska berkata dengan bibir yang terus menerus ditarik.Terlihat jelas rona bahagia dr.Friska melihat kebahagiaan Khaula dan Arjuna.
"Aamiin, terima kasih banyak dokter....saya beserta Khaula tak bisa membalas segala pertolongan dokter selama ini kepada kami dok"Arjuna berkata dengan mata berembun. Bulir bening gambaran kebahgian jelas sekali membuat matanya berkaca.
"Iya dok...terima kasih,say gak tau mau bilang apa lagi dok"Sambut Khaula dengan suara terbata tapi kini ia tak bs menahan sebak didadanya, rona kebahagiaan itu membuat panas kelopak matanya hingga ia terus mengalirkan air matanya.
"Ih...sudah dong...jangan pada nangis...kan ini berita bahagia"Kata dr.Friska untuk memecah suasana
"Maap dok....air matanya jatuh sendiri dok...."Khaula berkata sambil tertawa kecil.Di ikuti dengan Arjuna yang langsung memeluknya erat.
"Dijaga baik baik ya Juna...jangan biarkan Lula mengerjakan sesuatu yang berat....makanan juga harus dijaga....Gunawan pasti sangat senang mendengar kabar ini"kata dr.Friska masih dengan senyum mengembang.
dr.Friska merupakan istri dr.Gun sahabat baik dan dokter pribadi keluarga Adhitama sejak Alm ayah dr.Gun yang bernama dr.Teguh jadi mereka sangat senang mendengar kabar kehamilan Lula yang sudah bertahun tahun ini dinanti oleh keluarga Adhitama.
Arjuna dan Khaula segera melangkahkan kakinya keluar dari klinik dr.Friska setelah selesai mendapatkan vitamin dan beberapa resep lain.Arjuna dengan penuh cinta menggenggam jemari Khaula memimpinnya sampai lapangan parkir.Khaula masih sama seperti reaksinya tadi, air mata kebahagiaan terus saja keluar melewati kelopak matanya.Kalimat syukur terus ia ucapkan sehingga bibirnya terlihat komat kamit karena perasaan senng dan tak percaya yang ia rasakan.
"Sayang...mulai saaat ini aku akan selalu berada di sampingmu...selalu akan setia menemani kemanapun kau pergi"Arjuna berkata sambil memasang sabuk pengaman pada Khaula.
"Tapi....apa itu tak terlalu berlebihan?"Khaula dengan polosnya menjawab dengan nada manja.
__ADS_1
"Berlebihan?kurasa tidak....karena aku tak mau melewati proses yang kau alami...sedikitpun tidak....aku ingin tau segalanya....aku ingin ikut merasakan apa yang kau rasakan..."kata kata Arjuna selalu dapat membuat hati Khaula berdesir kala mendengarnya, yang membuat Khaula selalu tak dapat menolak segala keinginannya.Khaula hanya bisa tersenyum,memandangi Arjuna yang sudah melajukan mobilnya di jalan ibu kota yang ramai sore itu.