
Malam telah larut,Arjuna belom terpejam karena Khaula kecil yang dimanja oleh Arjuna sang suami kini tak ingin lepas darinya.Sejak habis iaya sampai lebih jam 10 malam tadi Khaula terua meminta Arjuna untuk bermain dengannya.Arjuna tak mau melepaskan kesempatannya untuk tetap bisa dekat dengan istri kecilnya.Ia bahkan memperlihatkan vidio youtube dari ponselnya agar Khaula bisa bernyanyi mengikuti vidio yuotube.
Ada kesedihan di ujung hatinya,tapu juga ada kegembiraan di sana.Ia yakin dengan kondisi seperti ini adalah Jalan Tuhan untuk dirinya bisa lebih dekat dengan Khaula.Ia masih membelai rambut ikal mayang milik Khaula saat ini.Karena setelah jam menunjukkan pukul 10.15 Khaula datang kekamar Arjuna merengek minta agar bisa tidur dengan Arjuna.Arjuna terpaksan betingkah seperti oom oom baik hati.Membelai rambut indah sang istri dengan lembut.Dan tak lupa menyelipkan segala doa untuk kebaikan sang istri.
Ponsel Arjuna bergetar beberapa kali tanpa nada dering.Karena ia mematikan nada dering setelah Khaula memainkan alat pipih itu.Ternyata wa dari dr.Gun
Juna...gue uda di stasiun purwokerto
Begitu isi wa dari dr.Gun
gue naik grab langsung kelokasi bro.Jadi lo gak usah jemput
dr.Gun mengirim wa lagi.
Arjuna tersenyum bahagia, paling tidak sahabatnya benar benar datang.Akan ada sedikit sinar cerah untuk kesembuhan istrinya.
Sekitar hampir 1 jam Arjuna mondar mandir seperti setrikaan baju.Pak Ahmad dan bu Ratih sudah lebih dulu merehatkan tubuhnya.Jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.Akhairnya yang ditunggu akhirnya tiba.Arjuna mendengar suara mobil dihalaman rumah pak Ahmad.
Arjuna segera membuka pintu rumahnya.
Melihat sang sahabat keluar dari balik pintu taxi online terebut.
"Wow...."dr.Gun menjabat tangan Arjuna yang disambut dengan senyuman manis Arjuna.
"Apanya yang wow bro?"
"amazing trip you know"dr Gun berkata sambil menyerahkan tas ranselnya pada Arjuna.
"Maap kalau gue nyusahin lo...tapi gue bener bener buntu"Arjuna membawa dr.Gun masuk kemudian memberikan dr.Gun kmaar tamu untuk beristirahat.
"Kita sambung besok ya bro...sekarang lo istirahat dulu"Arjuna berkata sambil meninggalkan dr.Gun dikamar tamu.
********************
__ADS_1
Azan subuh sudah berkumandang pak Ahmad dan buk Ratih sudah akan kemesjid subuh ini.Arjuna tiba tiba keluar dari kamarnya dengan pakaian koko lengkap.
"saya ikut pak"
Pak Ahmad tersenyum
"Ayo nang"kemudian menghilang dibalik pintu.
Banyak pertanyaan di dalam hati pak Ahmad.Melihat Arjuna yang tiba tib aingin ikut untuk melaksanakan sholat subuh di mesjid.Tapi pak Ahmad yakin apapun itu yang dialami Arjuna adalah takdir yang harus ia jalani.
Terkadang Allah harus memberikan sedikit teguran atau ujian didalam hidup ini sehingga kita sadar kalau ada Allah di setiap hela nafas kita.Besyukur bagi orang orang yang masih diberikan kesempatan untuk tobat meski dengan jalan harus melewati ujian dulu ketimbang Allah tiba tiba mencabut nyawa mereka sementara mereka masih dalam keadaan kufur....Nauzubillah.
Setelah selesai sholat subuh Arjuna pak Ahmad dan buk Ratih segera kembali kerumah.
"dr.Gun sudah datang pak...buk...jd InsyaAllah nanti kita sudah bisa mengetahui Khaula itu sebenarnya kenapa"Arjuna berkata sebelum ketiganya masuk kedalam rumah.
"Iya nang...semoga Allah berkenan memberikan kesembuhan buat Lula...Kamu yang sabar ya nang"kata buk Ratih.
"Amin.."ketiganya serentak mengucap permohonan kepada sang maha kuasa.
pak Ahmad membantu buk Ratih didapur,sementara Arjuna memasuki kamarnya.Dipandanginya wajah putih mulus Khaula dengan bulu mata yang sangat lentik...hidung bangir...bibir mungil yang seksi.Tak ada alasan untuk tak bisa jatuh cinta pada wanita sempurna ciptaan Tuhan ini.
Arjuna mengingat masa masa ia menyakiti Khaula.Ia sengaja melakukan perbuatan itu hanya karena ia tak ingin melukai Khaula karna vidio yang dibuat Cintia.Tapi akhirnya malah ia kehilangan Khaula.Arjuna beberapa kali malah pergi kerumah Rita sahabat Khaula.Tapi tak menemukan apapun.Karena Khaula tak pernah cerita apapun pada Rita.Dirumah Rita Arjuna mendapatkan cerita bahwa Khaula pernah mengalami kecelakaan hebat di negeri paman sam yang membuat Khaula koma berhari hari.
Sesuai dengan penjelasan dr.Gun kalau Pingsan kemudian kehilangan nafas dan amnesia yang dialami Khaula karen otak Khaula mengalami ketegangan dan menurunya kadar oksigen.
Arjuna masih mendampingi sang istri Khaula kecil.Arjuna masih berbaring disamping Khaula.Membelai rambutnya lembut.
tok tok tok.....
Suara pintu di ketok dari luar
Arjuna segera turun dari ranjang.Memakaikan jilbab pada Khaula dan kemudian membuka pintu.
__ADS_1
"Iya pak"Arjuna melihat sosok pak Ahmad yang dibalik pintu kamarnya.
"Itu...nak dokter sudah bangun"Kata pak Ahmad menunjuk kearah dr.Gun yang sudah duduk di meja makan.
Arjuna tersenyum tipis kemudian mendekati dr.Gun.
"Pagi bro..."Arjuna menyapanya sambil menepuk pundak dr.Gun
"Pagi juga bro..maap gue telat bangun"kata dr.Gun sambil membalas jabat tangan Arjuna
"Its okay bro....gue paham lo pasti capek banget karena perjalanan jauh"
Pak Ahmad datang membawa semangkok nasi goreng dan buk Ratih membawa teh hangat.
"Ayo nak di makan dulu sarapannya...kalau sudah dingin malah ndak enak"kata buk Ratih.
"Lula masih tidur ya Nang?"tanya pak Ahmad pada Arjuna.
"Iya pak.Kasian kayanya kecapean"jawab Arjuna sambil menyendok nasi goreng kepiring sahabanya.
"Jadi sebenarnya Lula itu kenapa ya nak dokter....eh..tapi bapka minta maap karena nanyanya pas situasinya lagi makan....jadi ndak pas ya nak dokter"tambah pak Ahmad panjang lebar.
"Ndak pa pa pak....kita jugak ndak punya banyak waktu disini.seperti yang sudah saya informasikan pada Arjuna pak............…........"dr.Gun bercerita panjang lebar penyebab terjadinya amnesia pada Khaula.
"Tapi nanti akan kita lakukan pemeriksaan lanjutan pak....saya kesini ini ingin memastikan keadaan Khaula pak.Seandainya memungkinkan Khaula kita periksakan rumah sakit di ibu kota saja pak.Agar pemeriksaannya lebih baik dengan alat alat yang lebih baik"tambah dr.Gun sambil menyuapi nasi goreng kedalam mulutnya.
Setelah selesai sarapan pagi Lula dengan keadaan jilbabnya yang sudah miring sana sini bangun.Berjalan menuju pak Ahmad dan buk Ratih yang sedang duduk dwngan dr.Gun dan Arjuna diruang tengah.
"Pak lek...bu lek....kenapa ayah sama ibuk kok ndak pulang pulang...katanya kepondok....Lula kangen..anter Lula nyusul ayah sama ibuk ya pak lek...bulek"Khaula merengek kepada pak Ahmad dan buk Ratih.
"Nduk....Lula pingin nyusul ayah sama ibuk kan.....ayah sama ibuk dikota nduk...bukan dipondok...kita nyusul yoh...siang nanti"buk Ratih dengan cepat berkata kepada Khaula yang disambut anggukan kepala pka Ahmad.
"Mayuh pak lek...bulek...sekarang ya...."Khaula menarik tangan buk Ratih.
__ADS_1
Dengan sabar buk Ratih membantu Khaula mandi dan sarapan pagi.Ini kesempatan bagi mereka untuk membawa Khaula ke ibu kota agar dapat memberikan pengobatan kepad Khaula.dr.Gun mengamati semua perkataan dan kelakuan Khaula dan dia yakin bahwa Khaula memang sedang Amnesia.