
Semakin hari Khaula dan Arjuna semakin bahagia karena kehamilan Khaula.Kehamilan yang telah dinanti sangat lama. Malam ini setelah selesai sholat isya Khaula dan Arjuna duduk di sofa yang dibeli khusus Arjuna agar Khaula dapat sekedar menselonjorkan kakinya jika hendak menonton televisi di kamarnya. Arjuna duduk di pangkuan Khaula sambil mengelus perut Khaula yang belum terlalu besar sambil sesekali mengecupnya lembut dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, apa kau tau....dulu saat pertama kali kita bertemu didalam hatiku aku merasa suatu saat kaulah yang akan menjadi ibu kepada anak anakku"Arjuna berkat sambil menengadahka. kepalanya melihat Khaula yang masih asik menggelung rambutnya yang panjang.
"Benarkah?"Khaula bertanya sambil mengulum senyum.
"Iya dong..."jawab Arjuna mantap, sambil menonton acara ditelevisi yang dia sendiri tak paham acara apa yang ia tonton.
"Kenapa?kok bisa berpikir begitu...bukankah pada saat itu kau sudah hampir menikah"Tanya Khaula sambil wajahnya sesikit manyun mengingat kisahnya dulu waktu itu.
"Karena aku melihatmu saat pertama kali kau datang kerumah mami..aku suka dengan gaya tomboymu,aku suka dengan gayamu yang cool banget....seperti tembok cina"Arjuna sedikit terkekeh dan kemudian memposisikan dirinya dengan persis disamping istrinya yang seolah tak ingin mendengar ucapannya.
"Hey....ayolah...senyum...wajahmu tak cocok kalau harus menyun....sayang...kau tau ..aku tak pernah menyangka kalau seorang Khaula yang cool bisa jadi Khaula yang manja dan sangat lembut, bahkan jauh lebih manja dari wanita manja yang kukenal "Arjuna menarik dagu Khaula untuk menatapnya.
"Kata siapa?Situ aja yang gak tau..."Khaula masih berkat sambil manyun.
"Ya kataku....kan aku yang liat...kan matanya selalu di pakein kaca mata....hidung dan bibirnya di tutup cadar...."Kata Arjuna menarik lembut hidung Khaula yang membuat Khaula meringis.
__ADS_1
"Ya tapi bagus si di tutup...kalau gak mungkin aku tak akan mendapat kesempatan...karena pasti semua laki laki yang liat pasti akan memperjuangkan untuk mendaptkan"Kata Arjuna dengan menautkan hidungnya yang bangir pada hidung Khaula yang mancung.
"Paling tidak....hanya aku yang bisa menikmati indahnya tatapan matamu, hanya aku yang bisa menikmati indahnya hidungmu, dan hanya aku yang bisa menikmati indahnya bibirmu"Arjuna berselancar mengecup bibir indah Khaula.Kemudian turun kebawah dagunya dan mengecup lembut area leher Khaula yang jenjang, membuat Khaula menikmatinya. Acara televisi yang tadinya sebagai hiburan berganti menjadi penonton atas indahnya pemandangan penyatuan cinta kedua insan yang dinaungi dan diberkahi 70 ribu malaikat. Sampai keduanya lupa untuk makan malam saat itu.
Setelah selesai dengan adegan dewasa yang tersensor Khaula masih membiarkan dirinya tertutup dengan selimut putih berbahan katun tebal yang sangat nyaman, sementara Arjuna sudah terlelap karena lelahnya perjuangan panjang.
Hampir semua siaran yang di tekan tak bisa membuat Khaula nyaman.Khaula gelisah tak bisa juga matanya terlelap.Sampai ia teringat kalau dirinya belum mendapatkan makan malam.Tapi di apartemen Arjuna tak ada orang lain selain dirinya dan Arjuna.Untuk beberapa hari ia dan Arjuna tinggal di apartemen karena rumah mungilnya sedang di rehab agar lebih nyaman untuk calon bayinya yang akan lahir.
"Juna....juna...bisakah menemaniku memasak di dapur....aku merasa lapar"Khaula menggoyang goyangkan tubuh Arjuna yang sudah lelap tertidur.
"Mas.....mas Juna suamiku...."Khaula berkata sambil memasang dasternya yang tadi yang ia kenakan sebelum bertempur. Kemudian memberanikan diri untuk pergi kedapur mencari sesuatu yang bisa dimakan.
Arjuna kemudian menarik pergelangan tangan Khaula yang hampir saja beranjak pergi."Apa barusan....kau memanggiku apa?"Arjuna bertanya sambil membetulkan posisinya duduk.
"Apa?"tanya Khaula seolah tak mengingatnya.
"Yang barusan"
__ADS_1
"Yang barusan apa?"Khaula balik bertanya memasang wajah datar.
"Aku menyukainya, dan kalau kau mau kau bisa memanggilku seperti itu"Arjuna berkat sambil menggaruk garukkan kepalanya yang tak gatal kemudian memakai pakaiannya.
Khaula tersenyum kecil, merasa geli mengingat dirinya harus memanggil Arjuna dengan sebutan seperti tadi.Tapi memang selayaknya suami dihormati dengan panggilan seperti itu, meski sejak menikah Arjuna tak pernah menuntutnya untuk memanggilnya seperti tadi.
"Ayo...panggil seperti tadi, aku akan membuatkan nasi goreng kesukaanmu"Arjuna berkata sambil mengulurkan tangannya pada Khaula untuk beranjak kedapur.
"Mas Juna,suamiku yang paling ganteng sejagad raya....."Khaula menerima uluran tangan Arjuna kemudian mendekat padanya dan mencium pipi Arjuna.
Arjuna yang mendengrnya seketika tersenyum sumringah. Kemudian menggandeng sang istri menuju dapur dan membuatkan sang istri nasi goreng kornet kesukaan sang istri selama hamil.
------
selamat baca kakak readers....semoga suka...mohon maap kalau up suka lama...mohon masukannya ya kakak...apa ceita ini harus end atau lanjut....
kak...follow aku dong...trus vote biar semangat nulis....trus komen yang banyak...mksh sebelumnya...lope yu😘😘😘
__ADS_1