Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Nasi Goreng Buatan Khaula


__ADS_3

"Apa kau mau terus berada disitu sampai pagi menjelang?"tanya Arjuna dengan suara lantang


Aku beranikan diriku melangkah, memungut hijab dan cadarku yang sudah berserakan dilantai.


Aku bingung kemana aku menuju.Apa aku harus tidur seranjang dengan orang itu.Belum selesai pikiranku....


"Tidurlah di sofa itu"Arjuna melemparkan sebuah bantal padaku.Menunjuk pada sofa yang berada tidak jauh dari tempatku berdiri.


Secepat kilat ku tangkap bantal yang dilempar Arjuna.Membawanya keatas sofa.Kutarik nafas pelan menyabarkan hati ini.Tanpa melihat kearah lelaki yang sekarang bergelar suamiku.


**"**"*****


Disisi lain Arjuna melihat Khaula dengan tatapan senang.


Akhirnya aku bisa melihat wajahmu secara sempurna.Tanpa penutup yang bernama cadar.Wajahmu begitu indah Khaula.Rambutmu ikal mayang.Jatuh tepat diatas pinggulmu.Sangat cantik dan indah untuk dipandang.Tapi aku tak ingin menyakitimu.Sungguh kubiarkan engkau tidur di sofa itu malam ini sampai debaran ini hilang.Karena kalau aku membiarkanmu tidur diranjang ini aku takut tak bisa menguasai diriku dan hatiku untuk bisa menelanmu hidup hidup ..... gumam Arjuna dalam hati.

__ADS_1


Tak lama kemudian lampu lampu terang yang berada dikamar ini satu persatu padam diganti dengan lampu temaram, saat Arjuna menekan remote yang ada di laci meja samping tempat tidurnya.Tapi arjuna masih bisa melihat Khaula dengan jelas meski dengan lampu temaram itu.Khaula menggelung rambut ikalnya.Kemudian melipat hijab dan cadarnya.Meletakkan disamping kepalanya.Lalu mebaca ritual sebelum tidur.Memberikan maap kepada semua orang yang telah menyakitinya.Memohon ampunan pada Tuhan, memohon hari esok yang lebih baik.


Sebaliknya Arjuna terus melihat Khaula.Hatinya benar benar menginginkan Khaula saat ini.Dilihatnya Khaula sudah tertidur.Sementara dirinya masih berbalik kekiri dan kekanan.Hampir 2 jam Arjuna tersiksa.Tak dapat memejamkan matanya.ia menghidupkan semua lampu dikamarnya.Dilihatnya Khaula tidur sangat lelap sampai tak sadar kalau Arjuna sekarang berada tepat didepannya dan sedang memperhatikannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.Gamis yang dipakai Khaula tersingkap sampai betis.Leging berwarna senada masih menghalangi pemandangannya.Begitu juga dengan kancing gamis yang sudah terlepas beberapa karena kelakuannya.Tapi masih ada manset yang menghalanginya untuk melihat pemandangan indah dibalik itu.


Tak akan ada seorang laki laki yang bisa tahan melihat indahnya lekuk tubuhmu, apalagi wajahmu sangat sempurna gumam Arjuna sambil terus memandangi keindahan wajah istrinya sampai ia benar benar merasa mengantuk.Dan kemudian pergi tidur.Sebelum tidur tak lupa di selimutinya tubuh mungil sang istri.Kemudian berjalan menuju tempat tidurnya.


Azan subuh di ponsel Khaula berbunyi.Ponselnya juga bergetar getar.Kemudian Khaula menggeliatkan tubuhnya mendapati selimut tebal sudah terbalut.Khaula tersenyum.Siapa lagi yang menyelimutinya kalau bukan Arjuna.Ia menarik nafas panjang kemudian mengenakan hijab serta cadarnya keluar dari dalam kamar Arjuna menuju kamarnya.Membersihkan diri berwudhu dan melaksanakan sholat subuh.Setelah itu membaca Al Quran beberapa ayat agar dirinya lebih tenang.


Setelah selesai Khaula keluar dari kamarnya.Kali ini penampilannya sungguh berbeda dari biasanya.Ia mengenakan gamis kembang payung dengan hijab menjulur hingga pahanya.Tanpa cadar pagi ini.Karena hanya ada Arjuna yang kini sudah menjadi suaminya dan bik Asih.Bik Asih beberapa kali melihat agak aneh dengan pakaian yang digunakan Khaula.Kali ini Khaula terlihat sangat anggun dan sangat feminin.Bik Asih berulang kali tersenyum.Khaula menolong bik Asih menyiapkan sarapan sama seperti biasanya, tapi kali ini berbeda karena Khaula tuan rumah.


Nasi goreng sebagai menu sarapan pagi ini.baunya sangat harum.Menerobos sampai masuk kecelah kamar Arjuna.Sampai Arjuna tak tahan menunggu lama untuk turun dan menyantapnya.Sebelum sampai kemeja makan Arjuna terpukau dengan penampilan baru sang istri yang begiti feminin dan anggun.Biasanya dia selalu berpenampilan tomboy dan maskulin.Dari atas sampai bawah tak luput dari pandangan Arjuna.Sangat cantik.Aku menyukai dandananmu pagi ini.Gumamnya dalam hati.Arjuna menyunggingkan bibirnya.berjalan menuju meja makan.


Meski pernikahan ini hanya sementara Khaula tak ingin menyia nyiakan kesempatan untuk menjadikan rumah tangga ini sebagai ladang ibadah buatnya.Khaul tersenyum.Menoleh kearah sang suami yang terlebih dulu sudah menatap kearah lain.Khaula tidak kecewa.Dia berjalan menuju meja makan.Menyendokkan nasi goreng kedalam piring yang sudah terlentang di hadapan suaminya.Mengambil sebuah telur mata sapi dan menuangkan secangkir teh tanpa gula.Sayangnya Arjuna berpura pura tak melihatnya.Tapi Khaula tetap melayaninya dengan tersenyum, dan duduk tepat di depan kursi sang suami.


Arjuna menyantap nasi goreng buatan Khaula dengan perasaan haru biru.Beberapa kali dia salah menyuapi wajahnya karena gugup melihat kecantikan alami tanpa polesan duduk tepat dihadapannya.Jari jemari Khaula juga tak luput menjadi pusat perhatian Arjuna karena selama ini Khaula selalu menggunakan sarung tangan.Ternyata apa yang kau tutup memang harus selalu kau tutupi kalau tidak maka semua orang yang melihatmu akan berhenti bernafas Khaula, gumam Arjuna didalam hati.

__ADS_1


Bik Asih mencuri pandang pada dua sejoli yang saling diam menyantap sarapan pagi.Bik Asih melihat jelas mata tuan mudanya tak pernah berkedip melihat istrinya yang tepat duduk didepan kursinya.Sementara Khaula lebih santai pagi ini.Tak terlihat kegugupannya lagi.Mungkin karena dia sudah lebih ikhlas.


"Setelah selesai sarapan pindahkan semua barang barangmu kekamarku"titah sang suami.Sambil terus menyuapi sendok berisi nasi goreng buatan sang istri.


Khaula tak menjawab, hanya mengangguk.Sebagai tanda kepatuhannya.


"Buatlah daftar list barang apa saja yang kau butuhkan"timpal Arjuna.Lagi lagi hanya dijawab dengan mengngangguk.


"Bik Asih akan menolongmu untuk memindahkan barang barangmu"tambah Arjuna lagi.Dan lagi lagi Khaula hanya menjawabnya dengan mengangguk.


Setelah selesai sarapan pagi Arjuna mengeluarkan sebuah kartu debit dan diberikannya kepada Khaula."pakailah ini untuk membeli semua yang kau butuhkan.Apapu itu"Arjuna menaroknya disamping piring Khaula.


Khaula tak menjawabnya, hanya menatapnya.Kemudian melanjutkan menghabiskan sarapannya.


Arjuna juga memberikan sebuah kunci mobil pada Khaula."Ini mobil yang biasa kau kemudikan waktu Tiara masih disini.Ambil dan gunakanlah. Jika kau berniat membeli yang baru gunakan kartu kredit tadi."Arjuna meletakkan kunci mobil disebelah kartu kredit tadi.Kemudian pergi meninggalkan Khaula yang merasa ini semua seperti mimpi.

__ADS_1


Setelah selesai Khaula bergegas memindahkan semua barang barangnya kekamar Arjuna dilantai 2.Tapi belum menyusunnya karena takut tak sesuai letaknya.


trm ksh kk krn sudah membaca.silahkan tinggalkan jejak...like komen atw share....kritik dan sarannya ditunggu ya supaya bisa lbh baik lg.mohon maap jika terdapat kesalahan bahasa tulisan atw ejaan dan typo.trm ksh🤗


__ADS_2