Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Pertemuan Kembali


__ADS_3

Setelah makan siang yang membuatku sangat kenyang aku tertidur didalam kamar yang telah disediakan buk Ratih. Biasanya aku tidur di kamar sebelah kanan pintu utama rumah ini.Tapi kata buk Ratih sang pemilik kamar sudah kembali.Jadi aku tidur dikamar sebelah belakang yang dekat dengan dapur.Rumah ini masih memakai kayu sebagai dindingnya, sementara flapon rumah masih memakai anyaman rotan.


Setiap kali mau tidur aku selalu memandangi anai anai yang sedang bergelayutan di antara anyaman rotan.Aku terlelap sangat lama.Sampai aku mendengar suara ribut orang didapur.Tapi aku tak pasti.Kulihat sudah jam 6.30 sore.Aku terlewat ingin melihat jingga.Tapi kenapa buk Ratih atau pak Mahmud tak membangunkan aku.


**********


Pov Khaula


Sejak pagi aku sudah sampai dipondok.Aku sempat mengikuti kajian siang ini.Kajian siang ini disampaikan oleh ustazah Ning.Adik Bungsu Ibuku.Sungguh kajian ini bukan malah menenangkan hatiku.Tapi semakin membuat hatiku bergejolak.Karena isinya tentang bagaimana pengabdian seorang istri kepada suaminya.Tapi yang membuat aku lega diakhir penyampaian seorang istri itu taat kepada suami jika seorang suami itu juga orang yang taat.Jadi intinya seorang istri itu taat dalam kebaikan.Jika suami berbut bathil ia diperbolehkan untuk memprotes.


Pikirku suamiku juga bukan orang yang taat.Dia bahkab tak pernah melakukan sholat.Malah dia sering melakukan maksiat selama ini.Aku memutuskan untuk kembali sore itu kerumah.Aku tak jadi untuk menginap.Entah dari mana dorongan itu datang.Tapi aku merasakan aku harus pulang.


Aku mengayuh sepeda sangat hati hati sore itu.Karena banyak mobil yang lalu lalang untuk naik kepuncak gunung.Mungkin karena hari ini hari libur.Mereka ingin mencari udara segar dipuncak.Saat dalam perjalanan aku sempatkan melihat jingga di petakan sawah milik ayahku.Rasanya sangat indah.Aku tak bisa berlama lama melihat indahnya warna jingga.Aku takut terlambat sampai rumah.


Setibanya di rumah aku langsung memarkirkan sepedaku dipintu dapur.Aku melewati gerbang belakang.Agar lebih mudah memarkirkan sepeda ini.Setelah itu aku cepat aku masuk kedalam kamar mandi kemudian membersihkan diri.Karena sebentar lagi azan magrib.Tak kulihat Tama sang tamu dari kota.Tapi kulihat pintu kamar belakang yang dekat dengan dapur tertutup rapat.Pak lek pasti sudah lebih dulu ke mesjid.Bulek juga sudah dengan ritual sebelum magribnya.Aku bergegas masuk kedalam kamarku setelah suara azan magrib berkumandang.


Aku melaksanakan sholat magrib sangat kusyuk.Ada banyak doa yang kumohonkan.Salah satunya agar Arjuna selalu dilindungiNya.Meski hati dan perasaanku hancur tapi aku masih menyimpab perasaan ini padanya.Tak ku biarkan hati ini marah atau sakit hati berlebih untuknya.


Setelah selesai sholat kulipat sajadah dan mukenaku.Kususun rapi.Keluar kamar kemudian kulihat bulek sedang sibuk didapur.


"Assalamualaikum bulek"aku memberi salam agar bulek tak kaget.


"Wa alaikum salam....hey...kamu pulang nduk...gak jadi nginap"kata bulek sambil merajang sayur.


"Ndak jadi bulek.Karena malam ini ada kegiatan di pondok.Ndak enak kalau ikut gabung"kataku.

__ADS_1


"Bulek ndak dengar kamu masuk nduk"


"Tadi wakti saya masuk bulek sudah dikamar"kataku sambil membantunya mencuci sayuran.


"Bulek...dimana Tama?apa ndak jadi datang?"tanyaku penasaran


"Ow...iya...masih tidur nduk.Mungkin kecapean.Dia mbawa mobil dewekan"timpa bulek


"Ow..."aku menggangguk anggukkan kepalaku tanda mengerti.


************


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.Tapi Tama belum juga keluar kamar.Ada rasa penasaran yang memuncah di dalam hati Khaula.Saat selesai sholat isya Khaula dan buleknya menyajikan makan malam.Pak Mahmud juga sudah pulang dari Mushollah.


"Pak...mboknya di panggil pak anak lanang.Takut tidurnya kebablasen"kata buk Ratih.


Sementara Arjuna sebenarnya sejak habis magrib tadi dia sudah bangun.Cuma entah apa yang ada didalam kepalanya,ia tak ingin keluar kamar.Ada perasaan tak enak.Tapi dia tau tau apa perasaan itu.


Pak Mahmud mengetok pintu kamar Arjuna beberapa kali.Sampai akhirnya Arjuna membukakan pintu kamarnya.Khaula sudah siap duduk di meja makan dengan mebelakangi kamar Arjuna.


"Makan dulu nak...nanti masuk angin kalau gak makan...nanti baru sambung istirahat lagi"kata pak Mahmud.Kemudian berjalan menuju meja makan bersama Arjuna.


Khaula tengah mengunyah makannya saat Arjuna duduk tepat di hadapannya.


"Tama...ini ponakan bapak yang bapak ceritkan sekolah di Jepang"kata pak Mahmud menunjuk ke arah Khaula.

__ADS_1


"Lula...ini Tama anak lanang yang kemaren bapak cerita"tambah pak Mahmud.


Sontak sekarang keduanya saling tatapan.Arjuna membulatkan bola matanya. Begitu juga dengan Khaula yang melototkan matanya.Mereka berdua mematung.Tak percaya dengan apa yang dilihatnya masing masing.Seperti sedang mimpi.


"Tama...ayo makan"kata pak Mahmud sambil menggiyangkan pundak Arjuna yang dipanggilnya dengan sebutan nama Tama.


Arjuna tersadar, begitu juga dengan Khaula yang hampir saja tak bisa menelan makanan yang ada di dalam mulutnya.Kerongkongannya tercegat.Buk Ratih agak heran melihat kedua insan yang ada dihadapannya.Pikirannya berkecamuk,apa yang keduanya pikirkan.


Arjuna duduk dan meneeima piring yang sudah di isi dengan nasi dan lauk pauk.Kemudian berterima kasih pada buk Ratih.Khaula melanjutkan makannya.Suasana di meja makan sangat hening saat ini, hanya terdengar suara dentuman sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


"Lula...kamu kenapa?kok bulek ngerasa kamu kaya gak selera makan"tanya buk Ratih melihat Khaula memain mainkan makananya.Hanya menggeser kekiri dan kekanan isi piringnya.Sementara Arjuna terlihat sangat santai menikmati isi piringnya.


"Ndak papa bulek...hanya saja Lula ngerasa lauknya asin semua"Jawab Khaula dengan suara malas namun matanya melirik ke arah Arjuna.


Buk Ratih angat peka.Ia melihat Khaula yang melirik ke arah Arjuna, karena Khaula tak memakai kaca mata.Jadi meski ia memakai cadar arah matanya masih bisa terlihat.


"Pak lek rasa masakanmu enak nduk.Ndak ada yang asin e..."tiba tiba pak Mahmud berkata sambil menatap Khaula.


"Hem...Tama itu sudah punya istri nduk...jadi ndak usah diliatin"tiba tiba buk Ratih berkata sambil bangkit menuangkan air putih untuk Arjuna.


Khaula yang mendengar kata kata buleknya langsung tersedak.Sepertinya Nasi yang baru saja mau masuk ke dalam kerongkongannya di cegat oleh angin badai.


uhuk uhuk uhuk uhuk....suara batuk Khaula karena tersedak.Dengan sigap Arjuna memberikan segelas air putih yang tadi diberikan buk Ratih padanya kepada Khaula.


Tanpa basa basi Khaula menerima air putih pemberian Arjuna kemudian meneguknya sampai habis.Arjuna menyunggingkan senyumannya.Senyum manis yang sudah hampir sebulan ini lenyap.

__ADS_1


Sementara Khaula langsung pergi meninggalkan meja makan sesaat setelah menghabiskan segelas air putih yang diberikan Arjuna.Meninggalkn Arjuna alias Tama bersama buk Ratih dan pak Mahmud yang tak mengerti dengan apa yang Khaula rasakan.


Happi reading....sudah 5 bab tapu belum disetujui...😥sedih sih...smg bisa up malam ini...trm ksh yang sudah seti dengan NKN...lop yu pull😘🤗


__ADS_2