Namanya Khaula Nusaiba

Namanya Khaula Nusaiba
Malu


__ADS_3

Khaula masih berdiam di dalam kamar mandi.Duduk diatas closed yang tertutup dengan tangan menopang dagunya yang maju semeter.Entah apa yang sedang ia pikirkan, yang jelas Khaula tak bs keluar dr kamar mandi karena ia tak tau dimana pakaiannya kemaren malam di simpan Arjuna.Ia ingin keluar dari kamar mandi tapi Khaula belum siap menampakkan wajahnya didepan Arjuna.


Kejadian tadi malam satu persatu terus bermain mampir dipelupuk matanya.Ia mulai mengingat kejadian tadi malam setelah ia sedikit siuman dari pingsan akibat keram saat jatuh kedalam kolam renang.


Khaula ingat kalau Arjuna yang telah menyelamatkannya.Ia juga ingat kalau Arjuna yang telah membantunya untuk melepaskan seluruh pakaiannya setelah ia mengalami demam akibat pakaian basahnya.Dan ia mulai mengingat kalau dirinyalah yang menarik Arjuna untuk lebih jauh tenggelam dalam malam panjang.


Tok tok tok....


Suara pintu diketuk dengan lembut dari luar sana.Membuyarkan segala ingatannya tentang malam panjang yang telah ia lewati.Tak sadar sudah hampir setengah jam Khaula berada di dalam kamar mandi.


"La....Lula.....pakaian kamu ada disini"terdengar suara Arjuna berkata dari balik pintu.


Khaula menarik nafas panjang.Menghembuskannya dengan cepat.Membuang segala kegelisahan yang ia rasakan.Khaula juga tak menjawab suara Arjuna dari balik pintu.


Khaula memandangi dirinya didepan kaca besar didalam kamar mandi.Ada beberama kissmark di bagian lehernya yang mulus.Beberapa kali Khaula mengusapnya,tapi tak kunjung hilang.


Khaula ingin keluar dari kamar mandi,ia ingin segera mengenakan pakaiannya.Tapi bagaimana caranya.Sekarang Khaula hanya memakai baju handuk dengan lutut sampai mata kakinya yang terbuka.Rasanya sangat malu kalau harus beehadapan dengan lelaki yang telah sempurna menjadi suaminya tadi malam.Tapi ia juga tak mungkin terus berada didalam kamar mandi.


Dengan ragu Khaula memegang knop pintu.Ia menekannya sedikit kebawah.Melihat sedikit dari celah pintu yang terbuka sambil berdoa semoga Arjuna tidak berada di dalam kamar.Matanya dilempar kesegala arah,melihat keberadaan Arjuna.Beruntung rasanya ia tak melihat ada seseorang disana.Setelah ia merasa aman karena tak menemukan keberadaan Arjuna,Khaula melangkahkan kakinya pelan meninggalkan ruangan kamar mandi.


Seketika tubuh mungil Khaula limbung saat mendengar suara deheman Arjuna yang ternyata berdiri dibalik pintu kamar mandi.Khaula terpeleset karena ia tak memakai alas kaki,dengan sigap Arjuna menangkapnya.Adegan ini sama persis seperti adegan adegan romantis di film film.


Kini tubuh mungil Khaula telah berada di dekapan sang Arjuna.Mata Khaula membesar,dagunya mengkerut.Detak jantungnya berpacu sangat cepat,mengalahkan pacuan kuda di sirkuit.

__ADS_1


Sang Arjuna tersenyum tipis,raut wajahnya sangat manis membuat semua yang memandangnya akan terkena diabet.Khaula menyadarkan dirinya.Meronta ingin lepas dari dekapan hangat sang Arjuna.Tapi usahanya sedikit alot.Arjuna mendekapnya sangat erat.Beberapa kali Khaula meronta tapi tak kunjung lepas.Arjuna malah semakin erat mendekapnya.


"Lepaskan..."Khaula meronta mencoba melepskan dirinya.


Arjuna hanya menggelengkan kepalanya.Membetulkan dekapannya dan membawa Khaula berada sejajar dalam pandangannya.


Arjuna memandangi Khaula yang sedari tadi sudah salah tingkah karena baju handuk yang ia kenakan sudah tak beraturan entah kemana arah tali yang mengikatnya.


"Semakin kau meronta maka akan semakin kuat aku mendekapmu"Arjuna berkata dengan kedua tangannya sudah melingkar pas di pinggang Khaula.Arjuna mendorong pinggang Khaula sedikit lebih maju hingga tak berjarak padanya.


"Aku bisa melepaskan diriku dengan paksa,jangan lupa Namaku Khaula Nusaiba,aku bisa melakukannya bila kau memaksaku melakukannya dengan kasar"Khaula berkata dengan pandang sinis pada Arjuna.Sebenarnya Khaula berkata seperti itu untuk menutupi kegugupannya.Jantungnya menderu bagai badai yang bergemuruh.


"Benarkah?ok...baiklah...aku akan melepaskanmu.Aku akan menunggumu dibawah,mami sudah menunggu sejak tadi dimeja makan"Arjuna kemudian melepaskan lengan kekarnya yang melingkar kokoh di tubuh Khaula,dan sebelum pergi meninggalkan Khaula Arjuna mengecup lembut pucuk kepala Khaula yang membuat desiran hebat di dada Khaula memuncak dan memerahkan wajahnya yang putih mulus.


Beberapa saat setelah itu Khaula telah selesai dengan ritual berganti pakaiannya.Ia bergegas keluar dari kamar dan menuruni anak tangga satu persatu.Apa yang akan ia katakan atau apa yang akan ditanyakan buk Silvi nanti saat bertemu dengannya.


Khaula mengembangkan senyumnya saat ia sampai diruang makan, melihat buk Silvi dan Arjuna sudah duduk menikmati sarapannya.


"Assalamualaikum mami"Khaula menyalami buk Silvi dan memilih duduk di kursi sebelah buk Silvi.


"Wa alaikum salam Lula....sudah sehat?"Buk.Silvi menjwab salam Khaula dengan wajah terlihat sangat bahagia.


"Alhamdulillah....."Khaula menjawab sambil melirik kearah Arjuna.

__ADS_1


"Arjuna tadi malam yang bilang sama mami kalau Lula demam dan panas tinggi karena Arjuna lupa melepas pakaian kamu yang basah"Buk Silvi kali ini melirik kearah Arjuna.


Khaula hanya nyengir kuda tak dapat berkata apapun.Tak ada bahan cerita yang akan ia katakan pada buk Silvi.Belum selesai Khaula memutar otaknya untuk mencari alasan pembicaraannya dengan buk Silvi tiba tiba Arjuna sudah menyodorinya dengan sepiring nasi goreng merah kesukaannya.


"Makanlah Lula....setelah sarapan kita akan pulang...kasian pak lek dan bulek dirumah"Arjuna berkata sambil tersenyum sangat manis,dan melanjutkan makannya.Sementara Khaula hanya bisa meneguk salivanya tanpa berkata kata dan kemudian menghabiskan sepiring nasi goreng merah pemberian Arjuna sang suami yang kini sedang tergila gila padanya.


Suasana meja makan sangat hikmad,tanpa ada suara orang berbicara.Yang ada hanya dentingan sendok yang menyentuh piring.Sesekali Arjuna melirik kearah Khaula yang duduk tepat di depannya.Mata elangnya membuat Khaula tak tenang sebenarnya karena debaran jantung Khaula masih belum bertalu sempurna.


Setelah selesai sarapan buk Silvi pamit akan menyusul pak Adhitama papinya Arjuna yang sudah 3 hari berada di Villa di daerah pegunungan ujung barat ibukota.Kini tinggal Arjuna dan Khaula.Khaula akhirnya meninggalkan Arjuna sendiri di meja makan menuju kamar Arjuna dilantai atas.


Arjuna tak ingin kalah cepat dengan sang istri yang mulai melangkah merajut anak tangga.Dari arah belakang ia dengan cepat merangkul pundak Khaula dan menggendong Khaula yang terlihat sedikit kesusahan menaiki anak tangga karena ulahnya tadi malam.Khaula membulatkan bola matanya dan seketika meronta.


"Lula...diamlah jangan bergerak...kalau kau terus bergerak kita akan jatuh bersama"Arjuna berkata sambil menahan langkah kakinya.


"Turunkan aku Juna...cepat turunkan......"Khaula yerus meronta meminta Arjun menurunkan dirinya.


Karena anak tangga yang harus dilalui masih terlalu banyak Arjuna membungkam mulut Khaula dengan Kecupan singkat tapi sedikit basah.


"Apa yang kau lakukan?"Khaula berkata sambil tangan sebelah kirinya mengusap bibirnya.


"Aku akan melakukan yang lebih dari itu jika kau tak berhenti bergerak"Arjuna berkata dengan nada pelan ditelinga Khaula.


Dan benar saja seketika Khaula takhluk dan berhenti meronta.Dan kini tangan kirinya yang tadi memukul Arjuna sudah ditautkan pada tangan kanan yang sudah lebih dulu berada dipundak Arjuna.Khaula merangkul Arjuna dan membenamkan wajahnya di dada bidang Arjuna karena sebenarnya Khaula merasa sangat malu.

__ADS_1


__ADS_2