Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 14 - Aku tidak peduli!


__ADS_3

"Mohon katakan pada tuan Duke begitu beliau sadar. Maaf karena aku pergi tanpa bisa memberikan salam pada beliau lebih dulu. Aku sungguh terburu-buru. Lain kali, aku akan mengundang beliau untuk datang ke kediamanku," ujar Barnett pada Gray. Pria yang tak lain adalah pelayan kepercayaan Karl.


"Baik, tuan. Akan saya sampaikan pada beliau begitu sadar."


"Terima kasih, kalau begitu aku permisi." Barnett beranjak dari tempatnya. Meninggalkan Gray seorang diri di depan pintu kamar Karl.


Gray sebenarnya ingin mengantarkan Barnett hingga keluar. Tapi lelaki itu langsung menolak dan memerintahkannya untuk menunggu saja di kamar Karl, takut kalau-kalau pria itu sadar.


Sebagai gantinya, Gray meminta pelayan lain untuk mengantarkannya.


Di sisi lain, Carver menghentikan langkahnya sesaat begitu melihat Gray berdiri di depan pintu kamar ayahnya.


Sepertinya keadaan aman. Aku harus masuk sekarang. Carver berjalan mengendap-endap. Melangkah menghampiri pintu yang tertutup rapat itu.


Carver mengulurkan kedua tangannya untuk mendorong pintu tersebut. Tapi belum sempat dirinya membuka pintu, Gray sudah lebih dulu menangkap basah dirinya.


"Tuan muda!"


Carver terdiam seketika. Tubuhnya membatu dengan wajah kaget yang tidak bisa ia sembunyikan. Ia menoleh secara perlahan ke arah lelaki yang kini menatapnya.

__ADS_1


"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya Gray begitu tiba dihadapannya.


"G… Gray…" Carver mendongak menatap lelaki itu.



"Kenapa anda bisa ada di sini? Anda tahu 'kan kalau anda di larang mendekat ke kamar tuan besar?"


"Aku hanya ingin memeriksa keadaan ayah. Aku dengar ayah sakit, apakah itu benar?" Carver mendekat ke arah Gray.


Pria itu tampak kaget saat mendengar penuturannya barusan.


"Anda dengar berita itu dari siapa?"


"Huft~" Gray menghela napas panjang.


Para maid itu. Kenapa bisa sangat ceroboh? Kenapa kalian bisa menyebarkan berita yang tidak-tidak mengenai tuan besar?


Kalau seperti ini 'kan, tuan muda jadi hampir saja melanggar peraturan. Kalau tuan Duke sampai tahu beliau masuk, bisa-bisa beliau di hukum. Untung saja aku cepat melihatnya sebelum beliau masuk. Kalau tidak, itu akan menjadi masalah.

__ADS_1


Gray berusaha menahan amarahnya agar tidak meledak. Ia kemudian menatap Carver dengan ekspresi tenang.


"Tuan besar tidak apa-apa. Mungkin tuan muda salah dengar. Tuan besar hanya sedang beristirahat, dan beliau baik-baik saja," ujar Gray.


"Sungguh?"


"Ya. Maka dari itu, anda tidak perlu cemas. Lebih baik anda kembali ke kamar dan selesaikan makan siang anda."


"Tapi… bolehkah aku melihat ayah? Aku ingin memastikan ayah benar-benar sehat."


"Maaf, harus saya katakan ini. Tapi anda tidak boleh masuk. Peraturan melarang anda untuk masuk ke dalam kamar tuan besar. Anda tahu sendiri 'kan? Jadi lebih baik anda kembali."


"Tidak mau! Pokoknya aku ingin melihat keadaan ayah. Aku ingin memastikan ayah baik-baik saja atau tidak!" teriak Carver dengan wajah kesal.


Gray sampai kaget dengan respon luar biasa darinya.


"Aku akan masuk!" Carver melangkah menghampiri pintu. Tapi Gray dengan cepat menarik tangan Carver hingga membuatnya tertahan.


"Tuan muda, saya mohon jangan membuat kekacauan. Tuan besar akan sangat marah jika beliau tahu anda melanggar peraturan."

__ADS_1


"Aku tidak peduli!"


...***...


__ADS_2