Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 49 - Tertidur


__ADS_3

Klap!


Karl menutup pintu kamar Carver rapat-rapat. Fokus pandangan pria itu sudah langsung tertuju pada anak laki-laki yang terbaring di atas ranjang tidurnya begitu tiba.


Ia terus melangkah hingga akhirnya berhenti tepat di tepi ranjang Carver ketika ia melihat ada seorang wanita yang tengah duduk di lantai, bersandar pada tepi ranjang sambil memegangi tangan putranya.


Kedua matanya tertutup. Tampak jelas kalau wanita itu tengah tertidur.


Bukankah aku sudah memerintahkan Grey agar semua maid tidak masuk ke sini? Tapi kenapa bisa pengasuh baru ini ada di sini?


Karl memperhatikan wajah Nanny yang tertidur teramat pulas.


Ceklek!


Atensi Karl langsung beralih pada suara yang di dengarnya. Suara itu berasal dari arah pintu masuk, dan di sana dia bisa melihat Grey yang berjalan menghampiri dirinya. Sepertinya ada sesuatu yang hendak ia sampaikan.


"Tuan saya sudah memerintahkan semua maid untuk tidak datang kemari pagi ini, tapi ada masalah lain, tuan. Pengasuh baru tuan muda hilang. Sepertinya dia melarikan diri ketika malam tiba. Karena ada yang melihat dia melangkah mengendap-endap keluar paviliun saat malam ti—"


"Dia di sini," potong Karl sambil mengalihkan perhatiannya pada Nanny.

__ADS_1



"Eh? Astaga, kenapa bisa dia di sini? Apakah dia tidur semalaman di sini?! Biar saya bangunkan, tuan." Grey baru saja melangkah hendak membangunkan Nanny. Tapi Karl lebih dulu menahannya.


"Tidak perlu. Lebih baik kau keluar saja. Biarkan dia di sini."


"Maaf? Tapi bukankah tuan bilang…"


"Lebih baik kau coba cek ke depan, dan lihat apakah tamuku sudah datang."


"A-ah… ya. Baik, tuan." Grey mau tidak mau beranjak meninggalkan kamar Carver. Pria itu menutup pintu kamarnya rapat, membiarkan Karl di dalam sana bersama dengan kedua orang yang dalam keadaan mata terpejam.


Apakah kau tertidur semalaman di sini? Tapi kenapa semalam aku tidak melihatmu? Apakah kau datang setelah aku pergi?


Wajah tenang Nanny benar-benar membuat Karl teringat akan sosoknya. Sosok wanita yang pernah hadir dalam hidupnya sebelum akhirnya hilang meninggalkan kenangan pahit tak berujung yang masih terasa sampai saat ini.


Entah kenapa, tapi sesekali ketika aku melihatmu, aku melihatnya juga dalam dirimu, batinnya.


Karl berjongkok di dekat Nanny. Menatap lebih dekat wanita itu, dan dalam keadaan tertidur seperti ini, Nanny benar-benar membuat Karl teringat akan dirinya.

__ADS_1


"Huft~ apa yang aku pikirkan? Bisa-bisanya aku membandingkan dia dengan perempuan ini? Jelas-jelas mereka adalah orang yang berbeda." Karl menggelengkan kepalanya.


"Sebaiknya kau pindah sebelum penyihir kerajaan kemari."


Karl bangkit dari posisinya. Entah kenapa tubuhnya bergerak tanpa ia sadari, meraih tubuh Nanny. Menggendongnya lalu membawa wanita itu ke sofa tak jauh di sana.


Karl membaringkan tubuh Nanny di atas sofa agar wanita itu merasa lebih nyaman.


Ceklek!


Pintu lagi-lagi terbuka, dan kali ini Karl melihat Grey tidak datang seorang diri. Melainkan dengan dua orang pria yang tak lain adalah tamu yang sedang ia tunggu sejak tadi.


"Tuan, mereka sudah datang," kata Grey.


Karl menghampiri mereka berdua di sana.


"Saya segera berangkat begitu mendapat surat undangan dari tuan Duke," kata pria itu.


...***...

__ADS_1


__ADS_2