Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 27 - Tolong!


__ADS_3

Nanny terisak. Ia benar-benar tidak kuat menahan tangisnya.


Kali ini, dirinya tak peduli dengan situasi dan kondisi yang ada. Yang dia inginkan hanyalah menangis sekuat-kuatnya supaya dirinya bisa merasa lebih lega.


"Jika anda memang tidak percaya pada saya, tidak apa-apa. Jika anda ingin menghukum saya juga tidak apa-apa. Hukum saja saya dengan hukuman yang berat. Saya siap menerimanya…"


"…Tapi satu hal yang ingin saya katakan, bahwa saya bukan mata-mata atau pembunuh bayaran yang di kirim oleh siapapun untuk membunuh tuan muda, dan saya benar-benar tidak melakukan apa yang anda tuduhkan pada saya." Nanny mendongak. Beradu tatap dengan Karl yang diam dengan tatapan matanya yang tajam.


Karl terdiam memandangi Nanny yang kini berderai air mata.


Entah kenapa, tapi melihatnya menangis membuat Karl teringat akan seseorang.


Deg!


Jantungnya seakan berhenti berdetak, napasnya seketika memburu, dan cengkeramannya perlahan mengendur.


Karl samar-samar melihat sesuatu yang tidak asing.


Iris mata kecokelatan Nanny entah kenapa tampak berubah lebih terang bagaikan batu permata ruby begitu air mata membasahinya.


"L-Lynn…" lirihnya.


__ADS_1


Tubuh Karl bergetar. Ia bergerak mundur secara perlahan, membebaskan Nanny dari cengkeramannya.


Karl masih beradu tatap dengan Nanny yang kini menghentikan tangisnya saat sadar Karl mendadak bersikap aneh.


Karl berusaha mengatur napasnya. Ia terus melangkah mundur hingga jaraknya sekitar setengah meter dari Nanny.


"Arghh!" Karl mengerang kesakitan saat secara tiba-tiba kepalanya di serang rasa sakit yang luar biasa hebatnya.


"T-tuan Duke…" Nanny berubah cemas begitu melihat Karl kesakitan memegangi kepalanya.


Brukk!


Karl jatuh terduduk di lantai sambil mengerang. Ia memegangi kepalanya, menjambak rambutnya kuat-kuat dan berteriak semakin kencang menahan rasa sakitnya.


"Arghh!"


"Tolong!" Nanny berteriak meminta pertolongan.


Karl semakin kesakitan, tubuhnya perlahan melemas. Nanny kian panik. Ia memegangi kepala Karl berusaha mengecek keadaannya.


Karl terus merintih kesakitan.


"Tuan!"

__ADS_1


"Tolong! Tolong!" Nanny berteriak sekencang mungkin, berharap ada orang yang mendengarkan suara teriakannya.


Karl perlahan mulai kehilangan kesadarannya, dan…


Brukk!


Karl tidak sadarkan diri dalam pelukan Nanny. Kepalanya bersandar di bahu wanita itu.


Nanny tertegun. Menyadari hal itu, membuatnya semakin berada di ujung rasa panik.


"Tuan! Tuan Duke. Tuan, sadarlah!" Nanny menepuk-nepuk wajah Karl yang tidak sadarkan diri.


"Tuan!"


"Tolong!" Nanny kembali berteriak meminta tolong. Ia benar-benar butuh bantuan seseorang untuk mengecek keadaan Karl yang kini tidak sadarkan diri.


Nanny berteriak meminta tolong sambil terisak. Ia tidak ingin sampai terjadi apa-apa terhadap Karl.  Jika Karl kenapa-kenapa setelah bicara dengannya, maka bisa di pastikan dirinya akan di salahkan atas semua yang terjadi hari ini.


Sebelumnya Carver, dan sekarang Karl. Semuanya terjadi di saat yang bersamaan, dan di momen yang tepat ketika dirinya benar-benar sendirian.


Brakk!


Pintu ruang kerja Karl di buka oleh Gray dengan sedikit kasar begitu mendengar teriakan minta tolong yang berasal dari Nanny.

__ADS_1


"Astaga, tuan!" Gray segera berlari menghampiri Nanny yang terduduk di lantai dengan Karl.


...***...


__ADS_2