
"Kau tidak apa-apa?" tanya Nora memastikan keadaannya. "Kau sudah sadar?"
Nanny diam tanpa merespon. Otaknya masih di penuhi oleh bayang-bayang yang baru saja dilihat dalam mimpinya ketika dia pingsan.
Apa itu tadi?
Kenapa aku bisa melihat hal seperti itu?
Nanny berusaha mencerna apa yang baru saja dilihatnya.
"Nanny!" Nora mengguncang pundaknya hingga membuat wanita itu spontan tersadar dari lamunannya.
"Huh?" Dengan wajah kaget bercampur bingung, dia menoleh ke arah Nora dan beberapa maid lain yang menatapnya tanpa kata.
"Sepertinya dia belum sadar sepenuhnya, bolehkah aku meminta air?" Nora menoleh pada Gris, salah satu maid yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.
"Akan aku ambilkan." Gris beranjak dari tempatnya guna mengambil air yang diminta Nora.
Tidak lama kemudian, gadis itu kembali dengan gelas berisi air putih yang segera disodorkan pada Nora.
__ADS_1
Dengan cepat, Nora memberikan gelas itu pada Nanny dan memintanya untuk meminum air tersebut.
"Aku dengar dia sudah bangun?" Inggrid baru saja tiba dengan orang yang tadi mendatanginya dengan membawa kabar.
Tiba di sana, ia melihat Nanny yang sudah terduduk sambil meneguk segelas air putih.
Inggrid menghampirinya dan duduk di tempat Nora. Sementara Nora sudah beranjak dan mempersilahkan Inggrid untuk duduk.
"Apa yang terjadi?" tanya Inggrid dengan wajah cemas.
"Apakah kau sakit? Atau kau memiliki penyakit bawaan? Kenapa kau tiba-tiba bisa pingsan seperti itu?" Berbagai pertanyaan terlontar dari bibir Inggrid sang kepala pelayan.
"Saya juga tidak tahu apa yang terjadi pada saya. Saya tidak memiliki penyakit bawaan apapun, dan saya tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya," lirih Nanny.
"Lalu kau tiba-tiba pingsan seperti tadi? Kau sudah benar-benar membuatku cemas."
"Saya awalnya merasa baik-baik saja, tapi begitu saya hendak pergi bersama kepala pelayan. Kepala saya tiba-tiba terasa sangat sakit dan saya tidak bisa mengontrol tubuh saya sampai saya tidak kuat untuk bangkit," jelas Nanny.
"Lalu bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah kepalamu masih terasa sakit?"
"Saya baik-baik saja. Tapi…" Nanny terdiam. Mengingat mimpinya dia jadi ragu apakah itu perlu dia ceritakan pada kepala pelayan dan maid lain atau tidak.
__ADS_1
"Tapi apa?"
"Buka apa-apa, saya sudah merasa lebih baik. Tapi bolehkah saya beristirahat sebentar sebelum melanjutkan pekerjaan?"
"Tentu saja. Memang lebih baik kau istirahat dulu, kita lanjutkan pekerjaan setelah kau merasa lebih baik, mengerti?"
"Terima kasih, kepala pelayan."
"Baiklah lebih baik kalian semua kembali fokus pada pekerjaan masing-masing. Biar aku di sini yang menjaga Nanny!" kata Inggrid pada semua orang yang ada di dalam ruang tengah paviliun.
"Baik, kepala pelayan," sahut mereka serentak. Semua orang lantas beranjak dari tempat masing-masing, meninggalkan paviliun guna melanjutkan tugas mereka.
"Aku pergi dulu. Kalau kau sakit atau butuh sesuatu, beritahu aku," kata Nora sebelum akhirnya pamit bersama yang lain.
"Iya…"
Nora berlalu dengan pelayan yang lain. Kini hanya tersisa Inggrid dan Nanny saja di dalam ruang tengah paviliun.
"Kau yakin baik-baik saja?"
...***...
__ADS_1