
Kenapa?
Kenapa kepalaku tiba-tiba terasa sakit?
Apa yang terjadi denganku?
Rasanya begitu sakit…
Nanny menjambak rambutnya sendiri tanpa sadar. Ia semakin keras menyerang menahan sakit.
"Nanny!" Inggrid semakin panik. "Kau kenapa? Kau baik-baik saja? Tolong!"
Inggrid meminta bantuan. Berteriak meminta seseorang agar datang menolongnya.
"Kepala pelayan!" Beberapa pelayan pria yang secara tidak sengaja melintas di sana akhirnya mendengar teriakannya.
Mereka bergegas menghampiri Inggrid dan berusaha membantunya menangani Nanny.
"Bawa dia ke paviliun!" kata
Inggrid dengan wajah panik.
"Baik."
Mereka berdua segera mengangkat tubuh Nanny dan membawanya menuju paviliun.
Inggrid segera mengikuti mereka. Tapi sebelum berlalu keluar dari rumah, ia sempat berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.
__ADS_1
Semoga beliau baik-baik saja, pikirnya yang kemudian berlalu mengikuti dua pelayan pria yang lain.
Detik berikutnya Nanny tak sadarkan diri setelah kepalanya tak kuasa menahan sakit yang teramat luar biasa.
...*...
Brakk!
Pintu dibuka secara paksa dengan sangat kasar. Beberapa pria itu segera membawa Karl masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan lelaki itu di atas ranjang miliknya.
"Tuan Karl, tuan Karl!" Barnett menepuk-nepuk wajah Karl berulang kali, berusaha menyadarkan lelaki itu. Namun setelah menepuk-nepuk wajahnya, masih tidak ada respon sama sekali dari tubuhnya.
Ia semakin cemas. Keringat semakin deras mengucur di keningnya.
"Cepat panggilkan dokter!" teriak salah seorang pria yang sejak tadi ikut membantu Barnett membawa Karl hingga ke dalam kamarnya.
Barnett meraih pergelangan tangan Karl guna mengecek denyut jantungnya. Memastikan apakah denyutnya stabil atau tidak.
Denyut jantungnya melemah. Dia harus segera ditangani dokter untuk memastikan keadaannya baik-baik saja atau tidak, batin Barnett.
Pria itu beralih sejenak dari Karl. Menoleh ke arah salah satu pelayan yang tersisa di sana.
"Apakah hal ini sering terjadi? Apakah dia sering pingsan secara tiba-tiba seperti tadi?" tanyanya dengan wajah cemas.
"Sebelumnya belum pernah terjadi, tuan. Ini adalah pertama kalinya tuan Karl pingsan secara tiba-tiba seperti tadi."
__ADS_1
"Ini pertama kalinya…" Barnett termangu. Atensinya beralih memandang Karl yang tak sadarkan diri.
...*...
"Jangan pergi! Aku mohon tetaplah bersamaku!" Pria itu menggenggam erat kedua tangannya. Menatap penuh harap pada dirinya.
Wanita yang berdiri dihadapannya hanya diam dengan pandangan kabur. Ia tidak bisa dengan jelas melihat sosok lelaki yang kini berdiri dihadapannya.
"Aku… tidak bisa," lirihnya.
Pats!
Nanny membuka kedua matanya spontan saat ia mendengar suara Nora yang menyerukan namanya sambil mengguncang bahunya pelan.
"Nanny!" panggil Nora lagi dengan wajah cemas.
"Dia bangun!" kata salah satu maid yang memperhatikannya sejak tadi.
"Aku akan segera memberitahukan ini pada kepala pelayan." Salah seorang pelayan pria beranjak meninggalkan ruangan tersebut guna menyampaikan pada Inggrid bahwasanya Nanny telah sadar dari pingsannya.
"Nanny?" Nora menatapnya dengan raut wajah cemas, memastikan wanita itu benar-benar telah sadar dari pingsannya.
Untuk sesaat Nanny terdiam memandangi langit-langit ruang tengah paviliun tempatnya saat ini terbaring.
"Hahh!" Wanita itu mendadak bangkit dari posisi terbaringnya. Hal itu membuat Nora dan beberapa maid lain yang duduk di sana terkaget begitu mendapati dirinya mendadak bangun dan duduk di atas sofa.
"Kau tidak apa-apa?"
__ADS_1
...***...