Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 28 - Pemeriksaan


__ADS_3

"Bagaimana, dok?" tanya Gray pada dokter Martinus yang kembali dipanggilnya setelah tahu keadaan Karl tidak baik.


"Lagi-lagi beliau pingsan. Apa yang terjadi sebelumnya?" tanya Martinus sambil menoleh pada Gray.


"Saya tidak tahu apa yang terjadi di dalam. Tapi sebelumnya, beliau di sini bersama dengan salah satu pegawai baru. Pengasuh tuan muda. Apakah anda ingin bicara dengannya?"


"Lebih baik saya bicara dengannya agar semuanya jelas. Karena anda bilang beliaulah yang bersama tuan Duke sebelum beliau pingsan 'kan?"


"Benar. Kalau begitu, biar saya panggilkan dulu dia." Gray beranjak tempatnya. Melangkah keluar dari dalam ruang kerja Karl guna memanggil Nanny yang menunggu di luar kamar.



...*...


Semoga beliau baik-baik saja.


Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tadi beliau tiba-tiba meringis kesakitan seperti itu?


Tuan Duke baik-baik saja 'kan?


Aku baru bekerja satu hari, tapi sudah menyebabkan banyak kekacauan.

__ADS_1


Aku benar-benar payah.


Semua ini terjadi karena aku.


Aku bodoh! Bodoh! Bodoh!


Nanny memukul-mukul kepalanya dengan kedua tangan. Wanita yang terduduk di lantai sambil bersandar pada dinding itu mendadak di kagetkan Gray yang secara tiba-tiba membuka pintu dan memanggilnya.


"Nanny!"


"Huh? Tuan Gray…" Nanny segera bangkit dari tempatnya begitu mendengar namanya di panggil.


"Syukurlah kau masih di sini."


"Dokter Martinus ingin bertemu denganmu."


"Eh?"


"Ada beberapa hal yang ingin beliau tanyakan."


"Oh, baik. Saya akan menemui beliau."

__ADS_1


"Silahkan masuk."


Nanny melangkah masuk ke dalam ruang kerja Karl.


Ia segera menghampiri Martinus yang terduduk di salah satu sofa kosong yang ada.


Nanny melirik sekilas pada sofa paling panjang dimana Karl terbaring tak sadarkan diri.


"Anda ingin bicara dengan saya, dok?" tanya Nanny begitu tiba di hadapan si dokter.


"Duduklah, dan cerita apa yang terjadi sebelum beliau pingsan."


Nanny menghampiri salah satu sofa kosong lalu duduk di sana. "Mengenai hal itu, sebelumnya saya dan beliau sedang berbicara berdua di sini…"


"…Begitu dokter pergi, tuan Duke meminta saya untuk datang ke ruangannya. Beliau memarahi saya karena sebagai pengasuh baru untuk tuan muda, saya sudah gagal menjaga keselamatan tuan muda…"


"…Setelah itu, kami terlibat perdebatan. Tuan Duke memarahi dan menuduh saya sebagai pelaku tuan muda keracunan. Sedangkan saya sama sekali tidak melakukan apa-apa. Saya tidak menaruh apa-apa ke dalam makanan tuan muda. Beliau tidak percaya dan terus mendesak saya. Sampai kemudian saya melupakan apa yang saya ingin katakan pada beliau sambil menangis…"


"…Lalu secara tiba-tiba, tuan Duke meringis tanpa sebab. Saya tidak mengerti beliau kenapa. Tapi beliau terus berteriak kesakitan sambil menjambak rambutnya, beliau sampai jatuh di lantai. Melihat beliau yang seperti itu, saya spontan berteriak meminta pertolongan. Tapi begitu tuan Gray tiba, tuan Duke sudah pingsan," jelas Nanny panjang lebar.


Dokter itu terdiam menyimak cerita yang diutarakan Nanny.

__ADS_1


"Ini kasus yang baru pertama kali saya dengar. Saya tidak mengerti apa yang menyebabkan kepala tuan Duke mengalami sakit. Tapi jika ada waktu, ketika beliau sadar, saya ingin memeriksa beliau secara lebih dalam lagi. Saya akan menanyakan apa yang beliau rasakan ketika beliau mengalami hal itu. Karena kondisi tuan Duke yang pingsan, penanganan saya benar-benar terbatas," tutur Martinus.


...***...


__ADS_2