
Brakk!
Karl membuka pintu dengan sedikit kasar. Dokter dan para maid yang berada di sana langsung menoleh ke arah datangnya suara. Pria yang menjadi kepala keluarga di rumah itu tampak begitu panik begitu mendengar kabar bahwa Carver baru saja muntah darah.
"Carver!" Karl menghampiri ranjang tempat di mana putranya terbaring tidak sadarkan diri.
Dokter baru saja selesai mengecek kondisi Carver. Si dokter langsung beranjak dari tempatnya dan mempersilahkan Karl untuk duduk di dekat Carver.
Anak laki-laki itu masih terbaring tak berdaya di atas ranjangnya.
Karl menoleh ke arah maid yang berdiri di sudut ruangan.
"Kalian semua keluar sebentar. Tinggalkan aku dan dokter Martinus di ruangan ini!" titahnya.
"Baik, tuan." Semua orang segera melangkah keluar dari kamar Carver.
Nanny terus melangkah sambil menoleh ke arah di mana Carver terbaring di ranjangnya. Ekspresi cemasnya tidak bisa dia sembunyikan sama sekali.
__ADS_1
Aku harap anda baik-baik saja, tuan muda, pikir Nanny.
Karl menatap ke arahnya. Memperhatikan Nanny yang terus melangkah keluar.
Wanita itu… dia sudah mulai bekerja? batinnya dengan wajah kaget.
Klap!
Pintu kamarnya itu di tutup dengan lembut. Selanjutnya hanya tersisa Karl dan dokter Martinus saja yang siap untuk membicarakan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Carver.
"Saya sudah mengecek tuan muda, dan saya juga sudah mendengar kronologi kejadiannya dari pengasuh tuan muda yang ketika itu sarapan bersama beliau. Sejauh ini yang bisa saya simpulkan, tuan muda mengalami keracunan. Sepertinya, makanan yang beliau makan mengandung sebuah racun yang memicu darah keluar dari mulutnya…"
"…Reaksi dari racun yang cepat langsung memicu kegagalan pada sistem tubuh beliau sampai akhirnya beliau jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Dari yang saya simpulkan tadi, sebenarnya saya sempat cemas kalau beliau tidak akan selamat. Tapi di luar dugaan, ternyata begitu saya periksa, tubuhnya sudah mulai pulih…"
"…Saya sendiri tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Padahal kalau seseorang meminum racun, orang itu akan langsung meninggal dan tidak bisa selamatkan lagi. Apalagi dengan jenis racun yang cukup mematikan dengan jarak reaksi yang cepat. Ini adalah anugerah, tuan muda masih bisa selamat," jelas Martinus panjang lebar.
__ADS_1
"Racun?" gumam Karl dengan wajah terkejut.
Karl terdiam. Pandangan matanya beralih pada Carver.
Putra semata wayangnya itu tampak begitu tak berdaya saat ini.
Sepertinya kekuatan pemulihan tubuhnya stabil. Dia beruntung karena kekuatan itu langsung memulihkan tubuhnya, dan menjauhkannya dari maut.
"Tuan Duke, kalau boleh… saya ingin meminta sampel makanan yang di makan ketika sarapan oleh tuan muda. Saya akan meminta rekan saya yang bekerja di laboratorium untuk mengecek apakah dalam makanan itu mengandung racun atau tidak. Takutnya, ada penyusup yang berusaha mencelakai tuan muda." Martinus memberanikan diri.
Karl menoleh padanya.
Benar. Apa yang dia katakan bisa saja terjadi. Karena tidak mungkin ada racun pada makanan Carver jika tidak ada yang memasukkannya.
"Aku mengizinkanmu."
"Terima kasih, tuan. Secepatnya saya akan memeriksa isi yang terkandung pada makanan tersebut. Begitu hasilnya keluar, saya akan segera menghubungi anda."
__ADS_1
"Baik, terima kasih," katanya.
...***...