
"Karena racun dalam tubuhnya yang sangat berbahaya telah hilang, sekarang ini tubuh tuan muda sedang berusaha memulihkan kondisinya agar seperti semula. Kekuatan pemulihannya sedang berusaha keras memulihkan kembali kondisi tubuh tuan muda."
"Begitu rupanya…"
"Kita hanya bisa menunggu hingga pemulihannya benar-benar berhasil."
"Kau tidak bisa memprediksi sampai kapan pemulihannya?"
"Sayangnya saya tidak bisa."
"Tidak apa-apa, setidaknya aku sekarang bisa tenang." Karl menghela napas lega.
"Oh ya, tuan. Kalau boleh, saya ingin bertemu dengan orang yang sudah membuat kondisi tuan muda jadi seperti ini."
"Maksudmu, pengasuhnya?"
"Pengasuhnya?"
"Dia di sini." Karl beranjak menghampiri sofa dimana Nanny terbaring. Wanita itu masih tertidur pulas tanpa merasa terusik sama sekali oleh pembicaraan mereka sejak tadi.
Gregorius membelalakkan mata.
Aura apa ini? Aura tubuhnya benar-benar kuat.
Selain itu, kenapa aku merasa aura yang di miliki wanita ini tidak asing? Dimana aku pernah merasakan aura ini?
Pria itu diam tanpa kata. Kedua iris matanya menatap lekat sosok Nanny yang masih tenang walaupun ada mereka terus memperhatikannya. Sepertinya mimpi indah yang dialaminya benar-benar membuatnya tak sadar akan banyak hal.
__ADS_1
"Akan ku bangunkan dia agar kau bisa bicara dengannya."
"Tidak perlu tuan!" Gregorius menghentikan langkahnya cepat sebelum Karl sempat membangunkan Nanny.
"Kenapa? Bukannya kau ingin bicara dengannya?"
"Tidak perlu. Saya hanya ingin melihatnya saja."
"Apakah kau ingin memastikan sesuatu?" Karl menatap Gregorius penuh selidik.
"Tidak tuan. Saya hanya ingin tahu yang mana orangnya. Dan kalau boleh saya memberi saran, akan lebih baik kalau tuan muda tidak jauh-jauh dari pengasuhnya."
"Kenapa? Apakah dia memiliki sesuatu?" Karl mengerutkan kening, ucapan Gregorius benar-benar membuatnya penasaran.
"Bukan tuan, hanya untuk memastikan kondisi tuan muda selalu dalam pengawasan."
"Terima kasih karena tuan berkenan menerima saran dari saya."
"Oh, dan satu hal yang ingin aku pastikan. Kalau racun dari sihir gelap yang ada dalam tubuh Carver sudah hilang, apakah itu artinya aku boleh bersamanya?"
"Tentu saja, tuan. Tapi dengan catatan anda masih harus tetap membatasi interaksi dengan tuan muda. Jangan terlalu sering apalagi untuk saat ini. Kondisi tuan muda masih harus melakukan pemulihan, dan kalau tuan terlalu sering berinteraksi dengan beliau, yang saya takutkan adalah serangan tiba-tiba dari si pemilik sihir gelap itu. Jika itu sampai terjadi, efeknya bisa jadi lebih buruk."
"Baiklah, aku mengerti."
...*...
__ADS_1
Nanny membuka kedua matanya perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah keadaan kamar Carver yang tenang.
Di dalamnya, kini hanya ada dirinya, Karl dan Carver yang masih belum sadar.
Aku dimana?
Nanny bangun. Terduduk di sofa yang menjadi pembaringannya.
Oh, ternyata aku masih di kamar tuan muda.
Tapi, kenapa aku bisa terbaring di sofa? Apakah aku tidak sengaja tertidur?
Seingatku, aku duduk di dekat tuan muda.
Ah, tuan muda! Bagaimana kondisi beliau sekarang?
Nanny beranjak bangun, pandangannya kini tertuju pada Carver yang terbaring di ranjang.
Ia tertegun begitu sadar siapa yang ada di dekat ranjang bersama Carver.
"T-tuan Duke…" gumam Nanny pelan.
Astaga, apakah aku sejak tadi tertidur dalam keadaan tuan Duke ada di sini?
Gawat!
Bagaimana kalau beliau marah dan memecatku?
__ADS_1
...***...