
Grey melangkah keluar dari sana, meninggalkan Karl berdua dengan sang penyihir kerajaan.
"Ada hal penting apa yang membuat tuan mengundang saya untuk datang kemari?"
"Aku memanggilmu kemari karena aku ingin kau mengecek keadaan putraku." Karl menoleh pada Carver yang terbaring di atas ranjang dalam keadaan tak sadarkan diri. Ia melangkah menghampiri tempatnya terbaring dan berdiri di tepi ranjang dengan Gregorius sang penyihir kerajaan.
"Ada apa dengan tuan muda?"
"Kejadian tiga tahun lalu terulang kembali. Dia mengalami hal yang sama dengan tiga tahun lalu, bahkan sampai saat ini dia belum sadarkan diri."
"Apa? Tapi bagaimana bisa, tuan? Apakah anda melanggar perjanjian lagi?"
"Bukan. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Tapi kemarin, dia yang sedang sarapan bersama pengasuhnya tiba-tiba muntah darah dan tidak sadarkan diri. Aku benar-benar cemas. Aku tidak ingin kehilangan satu-satunya orang yang paling berharga dalam hidupku. Maka dari itu aku memanggilmu kemari…"
"…Tidak ada seorangpun yang tahu kondisi Carver lebih baik dibandingkan kau di seluruh kerajaan ini. Itu sebabnya, aku memanggilmu," tutur Karl.
"Akan saya periksa keadaan beliau."
__ADS_1
Gregorius melangkah mendekat ke arah Carver. Karl sedikit menjauh, memberikan ruang lebih agar pria itu bisa dengan leluasa memeriksa putranya.
Pria itu mengulurkan kedua tangannya, memejamkan kedua matanya dan mulai menggunakan kekuatan yang dimilikinya untuk mengecek keadaan Carver.
Cahaya di kedua telapak tangannya bersinar, dan kekuatannya perlahan muncul, menyebar ke seluruh tubuh Carver.
Tak lama, Gregorius berhenti. Ia membuka kedua matanya, dan beralih pada Karl yang kini menunggu penjelasan atas kondisi putranya.
"Sepertinya, ini bukan sesuatu yang harus tuan cemaskan."
"Saya juga tidak mengerti bagaimana hal ini bisa terjadi. Tapi yang jelas tubuh tuan muda dalam keadaan baik."
"Dalam keadaan baik?"
"Suatu keajaiban hal ini bisa terjadi. Seluruh racun dari sihir gelap yang selama ini menyerang tubuh beliau telah hilang, dan beliau sudah benar-benar terbebas dari sihir yang selama ini bersemayam dalam tubuh beliau."
__ADS_1
"A-apa?" Karl speechless. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakannya. "Benarkah apa yang kau katakan?" Karl tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.
Perlahan, senyuman terbit diwajahnya. Ia menoleh pada Carver dan berjalan menghampirinya dengan mata berkaca-kaca.
"Saya benar-benar tidak menyangka kalau ternyata ada penawar untuk racun gelap yang menyerang tubuh tuan muda. Padahal sejauh yang saya pelajari, racun dari sihir gelap itu tidak akan pernah bisa hilang. Ini benar-benar suatu keajaiban."
Karl terharu, rasa bersyukurnya benar-benar tak bisa dibendung. Ia menghampiri putranya dan memeluk tubuh Carver erat seraya menangis melupakan perasaannya.
"Aku benar-benar bersyukur racun itu telah hilang. Selama ini, aku takut kalau dia akan terus merasakan sakit akibat racun yang selama ini bersemayam dalam tubuhnya. Tapi, mendengarnya sembuh… benar-benar membuatku senang. Aku sangat bersyukur."
"Saya juga ikut bersyukur karena tuan muda telah sembuh. Saya ikut senang untuk anda, tuan."
"Terima kasih."
Karl menyeka air matanya.
"Tapi, bukankah kau bilang kondisinya baik-baik saja? Lalu kenapa putraku belum sadarkan diri juga sampai saat ini?"
__ADS_1
"Tuan muda belum sadarkan diri karena tubuh beliau sedang berusaha memulihkan keadaan," ucap Gregorius.
...***...