
"Para dewa melindungi beliau. Beliau bahkan di anugerahi tubuh yang luar biasa kuat sampai-sampai bisa bertahan setelah meminum racun yang tuan Duke katakan," tutur Tobias sambil tersenyum simpul.
"Jadi, dia sungguh baik-baik saja?" Karl menurunkan intonasinya.
"Ya, dan anda tidak perlu terlalu cemas. Tuan muda pasti akan baik-baik saja."
"Kira-kira apa yang menyebabkan dis seperti ini? Racun apa yang dia makan, dan kenapa hanya dia yang mengalami hal ini?"
"Saya tidak bisa menyimpulkannya begitu saja. Saya harus mengecek makanannya terlebih dulu baru bisa menyimpulkan apakah beliau mengalami muntah darah memang karena racun atau sebab lain."
"Lakukanlah, cek semuanya!"
"Baik, tuan. Kalau begitu akan saya lakukan sesuai permintaan anda."
Tobias beranjak dari tempatnya. Meminta Gray untuk membantunya melakukan pengecekan pada makanan yang di makan oleh Carver.
"Mecca!"
"Ya, tuan."
"Kumpulan semua maid yang selama ini mengurus putraku. Aku harus mengecek dan memastikan tidak ada penyusup satupun di antara mereka."
"B-baik, tuan." Mecca segera meninggalkan kamar Carver dan membiarkan Karl berdua dengan putranya.
...*...
__ADS_1
Hari semakin sore. Karl melangkah dengan tergesa-gesa menuju ruang kerjanya.
Tangannya terkepal erat, tatapan matanya tajam, dan ia sebisa mungkin berusaha untuk menahan emosinya yang masih belum stabil.
Tobias sudah mengecek semua makanan yang tadi siang di hidangkan, dan Karl juga sudah mengecek semua maid yang ada. Bahkan dia juga sudah mengecek kepala koki di rumah mereka.
Tobias mengatakan bahwa tidak ada racun sama sekali yang dia temukan di makanan Carver.
Lalu mengenai para maid, tidak ada yang mencurigakan sama sekali dari mereka.
Kejanggalan ini yang pada akhirnya membuat Karl semakin frustasi dan kesal dengan apa yang terjadi. Semuanya terasa tidak masuk akal. Bagaimana mungkin jika tidak ada racun atau apapun di makanannya, lalu kenapa Carver bisa sampai muntah darah?
Berbagai pertanyaan muncul di benaknya.
Brakk!
Brakk!
Seisi benda di atasnya bergetar hebat. Tangan Karl terkenal erat. Ia benar-benar cemas putranya kenapa-napa.
"Tidak ada racun?"
"Lalu tidak ada yang aneh juga dengan para maid."
"Lalu kenapa?"
"Kenapa dia bisa muntah darah seperti itu?"
__ADS_1
"Dokter Tobias juga sudah mengatakan bahwa tidak ada penyakit apapun di tubuhnya."
"Lalu kenapa? Kenapa bisa semua ini terjadi?"
Karl masih terus menangisi putranya. Ia sungguh tak bisa tenang sekarang ini.
Ketika tengah mempertanyakan apa yang terjadi pada putranya, tanpa dia sadari sebuah kepulan asap keluar dari bagian tubuhnya.
Asap yang begitu gelap. Bergerak di udara mengitari bagian atas ruangan tersebut.
Asap itu terus bergerak hingga akhirnya turun dan menyentuh lantai.
Secara perlahan, sosok seorang pria muncul dari kepulan asap yang tak disadarinya itu.
Pria itu mengenakan sebuah jubah berwarna hitam, dengan celana dan pakaian berwarna senada.
Rambutnya panjang hingga menyentuh punggungnya.
Ia berjalan sambil terkekeh kencang sampai suaranya terdengar jelas mengisi seluruh ruangan.
"Hahaha, lucu sekali melihatmu kebingungan seperti orang bodoh," katanya.
Karl menoleh ke arah datangnya suara. Ia membulatkan mata begitu sadar siapa yang ada dihadapannya.
"Kau…"
Pria yang dilihatnya itu berhenti, menatap padanya.
__ADS_1
...***...