Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 21 - Cicipi makanan


__ADS_3

"Sarapan?" Nanny membulatkan kedua matanya begitu mendapati troli makanan di bawa oleh seorang maid dan pelayan pria.


"Kami membawakan sarapan untuk tuan muda," kata maid itu seraya tersenyum ramah.


"Apa maksud kalian? Bukankah seharusnya tuan muda sarapan dengan tuan Duke?" tanya Nanny. Kedua orang yang berdiri membawa troli makanan dihadapannya itu terdiam sejenak begitu mendengar apa yang dikatakan Nanny.


Wajah mereka tampak sedikit terkejut begitu mendengar penuturannya barusan.


"Tuan muda biasa sarapan di dalam kamarnya," jelas maid itu.


"Huh?" Nanny semakin tidak mengerti.


Tuan muda biasa sarapan di kamarnya? Ada apa sebenarnya ini? Bukankah mereka keluarga?


Jika tuan muda dan tuan Duke makan secara terpisah seperti ini, apakah jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi di antara mereka?


Nanny menoleh ke arah Karl yang kini rambutnya di rapikan oleh salah satu maid yang bersamanya. Sementara itu, maid lain tampak sibuk membersihkan kamar.


Sejak kemarin, aku merasa ada yang tidak beres, batin Nanny. Ia berusaha mencerna apa yang tengah terjadi. Entah situasi macam apa yang tengah dialaminya saat ini.


"Nona!" Maid itu memanggilnya. Membuat Nanny seketika tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Oh, maaf. Silahkan masuk." Nanny menyingkir dari jalan dan mempersilahkan mereka untuk masuk.


Maid itu lalu masuk bersama pelayan pria yang mendorong troli makanan di tangannya. Mereka membawa itu ke meja yang terletak di sisi lain kamar.



...*...


"Selamat menikmati, tuan muda." Nanny tersenyum simpul ke arahnya begitu dia selesai menata semua makanan untuk hidangan sarapan Carver di atas meja.


Carver terdiam menatap makanan dihadapannya. Ada banyak sekali makanan yang sudah tersaji. Tapi semuanya benar-benar tampak biasa saja. Bahkan ia sama sekali malas untuk menyentuh sarapan pagi itu.


Carver tertunduk lesu dengan wajah murung.


Sarapan sendirian di dalam kamar.


Kapan aku bisa makan bersama ayah?


Padahal aku sangat ingin sarapan bersama ayah dan menghabiskan waktu dengannya.


Tapi kenapa ayah selalu sibuk? Jangankan untuk menghabiskan waktu denganku. Ayah saja bahkan tidak pernah membiarkanku untuk ikut sarapan dengannya.

__ADS_1


Menyebalkan!


"Tuan muda?" panggil Nanny. Carver seketika tersadar dari lamunannya. Ia mendongak menatap Nanny yang kini memperhatikannya dengan raut wajah bingung. "Anda kenapa? Apa anda tidak menyukai sarapannya? Apakah anda ingin dibuatkan yang lain?"


Carver diam memperhatikan Nanny yang entah kenapa rasanya begitu perhatian padanya. Wanita itu terlihat jelas sangat berusaha untuk membuat mereka dekat.


"Zelda biasanya mencicipi semua makanan sebelum aku makan," katanya dengan suara pelan. Carver tidak ingin orang lain tahu kalau dirinya sedang sedih karena hal lain.


"Huh? Benarkah, Zelda melakukan itu?"


"Apakah dia tidak pernah bilang padamu? Zelda selalu mencicipi makanan yang diberikan para pelayan padaku, Zelda selalu cemas takut ada sesuatu yang dimaksudkan ke dalam makananku."


"Ah, kalau begitu haruskah saya juga melakukannya?" tanya Nanny.


"Tentu saja, kau harus melakukannya!" Carver menampakkan raut wajah gusar.


"Baiklah, akan saya lakukan." Nanny melangkah menghampiri kursi kosong yang posisinya berhadapan dengan Carver.


Si maid yang datang membawa troli makan tadi lalu memberikan piring kosong dan alat makan baru untuk Nanny.


Zelda selalu mencicipi makanan tuan muda sebelum makan? Apakah itu itu memastikan makanan itu beracun atau tidak? Kalau memang iya, berarti…

__ADS_1


...***...


__ADS_2