
Saat ini…
Nanny melangkah keluar dari kamarnya dengan masih mengenakan gaun tidurnya.
Dengan membawa lentera, ia berjalan menuju rumah utama di mana ia bekerja.
Malam semakin larut. Namun alih-alih tidur, Nanny justru malah ingin pergi keluar guna mengecek keadaan Carver yang sempat ia tinggalkan sejak kejadian tadi.
Aku tidak akan bisa tenang sebelum aku melihat beliau secara langsung. Aku benar-benar cemas sampai tidak bisa tidur, batinnya sambil berjalan menuju arah rumah.
Nanny melangkah mengendap-endap hingga akhirnya tiba di lorong.
Aku harus berhati-hati, karena sedikit suara saja bisa membuat orang-orang sadar aku mengendap-endap.
Ia terus berjalan, tapi tak lama langkahnya terhenti ketika ia secara tak sengaja mendengar suara langkah orang lain dari arah yang berlawanan.
Nanny yang panik bergegas meniup api pada lentera di tangannya hingga padam. Ia bersembunyi di balik dinding, dan menatap ke arah datangnya suara.
__ADS_1
Samar-samar dari kejauhan, Nanny bisa melihat seseorang berjalan dengan lentera. Langkahnya terdengar amat tenang.
Siapa itu? Nanny menyipitkan kedua matanya, berusaha melihat sosok yang berjalan dari arah sana.
Semakin lama, Nanny bisa mendengar suaranya semakin jelas mendekat ke arah tempatnya berada. Dan setelah jaraknya hanya beberapa belas meter, ia baru benar-benar bisa melihatnya dengan jelas.
T-tuan Duke? Nanny tercekat. Ia refleks menarik tubuhnya ke balik dinding. Berjongkok sembari menutupi mulutnya, berharap tak menciptakan suara sedikitpun.
Beliau sudah sadar? Kemana beliau akan pergi? Apakah jangan-jangan, beliau juga akan pergi ke kamar tuan muda?
Aku juga tidak akan bisa mengecek keadaan tuan muda kalau beliau ada di sana.
Nanny mendadak diam membatu seketika saat cahaya yang berasal dari lentera yang di bawa Karl sudah tiba-tiba ada disampingnya. Bergerak lurus tanpa berbelok ke sisi tempatnya berada.
Sejurus kemudian, Nanny baru bisa menghela napas lega ketika Karl sudah lebih dulu pergi dari sana.
__ADS_1
Syukurlah beliau tidak menyadari aku ada di sini.
Kalau sudah begini, apa yang harus aku lakukan? Apakah lebih baik aku kembali ke paviliun dan tidur saja?
Tapi tidak bisa tenang.
Aku tidak bisa tidur kalau belum melihat secara langsung keadaan tuan muda.
Nanny menghela napas berat. Ia benar-benar dilema sekarang, entah apa yang harus ia lakukan.
Nanny sangat ingin melihat Carver. Tapi di sisi lain, ada Karl di dalam kamarnya dan entah akan berapa lama pria itu di dalam sana. Karena bisa saja Karl menginap di kamar putranya untuk malam itu, dan itu yang paling ditakutkan Nanny.
"Kalau aku kembali, aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Lebih baik aku mengecek beliau sebentar setelah itu pergi. Aku harus bergerak secara ekstra hati-hati agar tuan Duke tidak tahu," gumam Nanny. Ia melangkah keluar dari persembunyiannya secara perlahan. Berjalan mengendap-endap di belakang Karl yang kini terus melangkah.
Nanny memutuskan untuk tidak lagi menggunakan lenteranya, dan terus berjalan dalam kegelapan dengan mengikuti lentera yang di bawa Karl.
Berjalan dalam kegelapan tak semudah yang ia bayangkan. Nanny berulang kali jatuh dan membuatnya terpisah jauh dengan Karl yang terus melangkah.
__ADS_1
Nanny bangun tertatih, tangannya meraba tembok guna membantunya bangun.
...***...