Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 26 - Bukan aku!


__ADS_3

"Kau tahu satu-satunya yang masuk akal?" Karl semakin mendekat ke arahnya. Sementara Nanny semakin melangkah mundur menuju dinding.


"Satu-satunya alasan yang masuk akal untukku adalah, kau meracuni anakku!"


"A-apa? Tidak! Saya tidak melakukan itu! Sa-saya tidak mungkin meracuni tuan muda." Nanny semakin gemetar.


"Mungkin saja. Karena di dalam sana hanya ada kau dan putraku, sedangkan kau memerintahkan maid yang lain untuk keluar dan menunggu di depan pintu 'kan? Jadi bisa saja kau memasukkan racun itu ke dalam makanannya ketika semua orang lengah lalu kau bersikap seolah kau tidak tahu apa-apa."


"S-saya tidak melakukan apa yang anda tuduhkan!" Nanny menatap Karl intens, jika dirinya menunduk, maka itu akan membuat pria itu semakin yakin dia pelakunya.


Nanny terus melangkah mundur hingga tubuhnya benar-benar tertahan di dinding. Ia berdiri dengan tubuh kaku, tubuhnya tak bisa bergerak kemana-mana lagi karena dinding dibelakangnya telah menghalangi geraknya.

__ADS_1



Brakk!


Nanny tersentak begitu tangan besar Karl menghantam keras dinding di belakangnya. Nanny kembali gemetar, keberanian yang tadi dia coba kumpulkan seketika porak poranda dengan satu hentakan tangan yang membuat suara amat nyaring hingga memenuhi seisi ruangan.


Nyalinya menghilang begitu saja bak di terpa angin.


"Aku tidak percaya! Sebelumnya hal ini belum pernah terjadi. Tapi begitu kau datang, kau semua ini langsung terjadi. Siapa kau sebenarnya?! Aku yakin kau bukan pengasuh yang di kirim Zelda untuk menggantikannya 'kan?! Apa kau mata-mata? Atau pembunuh bayaran yang di perintahkan untuk membunuh putraku?! Siapa yang menyuruhmu melakukan itu? Katakan padaku!" teriak Karl penuh emosi.


Karl memang tampan. Tapi jika sudah marah, pria itu benar-benar terlihat menakutkan.

__ADS_1


"Jangan berani-beraninya kau berbohong padaku?!" Karl mencengkram keras kedua pundak Nanny hingga membuatnya meringis menahan sakit.


"Katakan siapa yang berani mengirimmu kemari?! Aku akan mengampunimu jika kau mau mengatakan siapa yang mengirim mu. Jika kau berkeras, maka akan aku pastikan kepalamu terlepas dari tubuhnya!"


"Akh—" Nanny benar-benar kesakitan. Cengkraman Karl sungguh kuat.


Nanny tanpa sadar terisak. Bukan karena rasa sakit yang dia rasakan akibat Karl yang mencengkramnya begitu kuat, melainkan karena ucapan Karl yang begitu memojokkannya benar-benar membuat Nanny sakit hati.


"H-harus berapa kali saya bilang? Saya tidak melakukannya! Saya tidak menaruh apapun pada makanan tuan muda. K-kenapa tuan tidak percaya?"


"…Padahal sejak tadi… sejak tadi saya terus mencemaskan tuan muda. Saya cemas dengan kondisi beliau yang tiba-tiba seperti itu. Walaupun saya tidak melakukan yang anda tuduhkan. Saya tetap merasa bersalah karena beliau mengalami hal ini…"

__ADS_1


"…Saya merasa bersalah karena saya gagal memastikan tuan muda baik-baik saja. Sejak tadi saya terus berpikir, kenapa tidak saya saja yang mengalami hal seperti itu? Padahal saya juga memakan makanan yang sama dengan beliau. Tapi kenapa hanya beliau saja yang mengalaminya? Sejak tadi saya berharap tuan muda baik-baik saja. Kalau bisa, saya bahkan berharap saya saja yang berada di posisi beliau… hiks…" Nanny tanpa sadar balas membentak ucapannya.


...***...


__ADS_2