Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 20 - Dia


__ADS_3

"Maaf, tuan. Karena kemarin tuan sadar malam-malam, saya sampai lupa untuk menyampaikan bahwa tuan Marquess Barnett menitip pesan untuk anda," kata Gray. Ia baru ingat dengan apa yang seharusnya dia sampaikan.


"Tuan Marquess Barnett meminta maaf karena tidak bisa berpamitan secara langsung dengan tuan Duke Karl. Beliau memiliki urusan mendesak yang mengharuskan beliau berangkat secepatnya…"


"…Beliau juga mengatakan bahwa lain kali, beliau ingin mengundang tuan untuk berkunjung ke kediaman beliau sebagai permintaan maafnya," jelas Gray, menyampaikan apa yang seharusnya dia sampaikan.


"Beliau bilang seperti itu?" Karl menoleh ke arahnya.


"Benar, tuan."


"Ya, aku tahu bagaimanapun beliau juga pasti memiliki kesibukan tersendiri yang tidak bisa beliau tinggalkan. Aku paham." Karl meraih gelasnya, meneguk kembali isi minumannya secara perlahan.


"Karena pingsan terlalu lama, aku sampai membuat Marquess menunggu lama. Aku jadi tidak enak," gumam Karl pelan.


Tunggu. Setelah aku pikir-pikir lagi, apa yang membuatku pingsan?


Kenapa kemarin aku bisa tiba-tiba kesakitan sampai akhirnya tidak sadarkan diri?


Karl mengerutkan kening. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi kemarin. Tapi setelah dirinya tidak sadarkan diri, ia tidak ingat apa-apa selain mimpi yang dialaminya.


"Gray, apa yang terjadi selama aku pingsan kemarin?" tanya Karl.

__ADS_1


Gray tertegun. Penuturan Karl benar-benar membuatnya kaget.



Kenapa beliau bertanya seperti itu? Apakah beliau tahu kalau tuan muda sempat melarikan diri dan menghampiri kamar beliau?


Apa yang harus aku katakan?


Tapi bagaimana mungkin, tuan besar tahu bahwa tuan muda datang? Beliau 'kan sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri ketika tuan muda berkunjung.


Gray terdiam sejenak. Wajahnya berubah pucat, tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan rasa kaget bercampur paniknya itu.


"Tidak terjadi apa-apa, tuan. Semuanya berjalan secara normal," kata Gray yang berusaha untuk tenang.


"Beliau sempat menunggu anda sadar sebentar. Bahkan beliau juga yang meminta saya untuk memanggilkan dokter."


"Apa? Dokter?"


"Benar, tuan. Tuan Marquess Barnett meminta saya untuk memanggil dokter guna memeriksa keadaan anda, karena saat itu kondisi anda benar-benar mengkhawatirkan. Beliau bilang kalau denyut jantung tuan melemah."


Karl terdiam mendengar kalimatnya.

__ADS_1


Denyut jantungku melemah? Apakah jangan-jangan ini ada hubungannya dengan… itu?


Karl terdiam menatap kedua telapak tangannya. Ingatannya mendadak di seret untuk membayangkan kejadian beberapa tahun silam. Kejadian yang sampai saat ini membuat dampak perubahan besar dalam hidupnya.


"Lalu, apa kata dokter?"


"Dokter bilang bahwa kondisi anda baik-baik saja, dan pingsan yang anda alami kemungkinan terjadi akibat terlalu kelelahan atau sesuatu hal lain semacam trauma. Begitu yang dokter katakan."


"Trauma? Bagaimana bisa dokter menyimpulkan demikian?"


"Beliau berkata bahwa jika tuan memiliki trauma maka bisa dipastikan bahwa ada sesuatu yang memicu trauma tuan kembali."


Karl lagi-lagi terdiam mencerna setiap kalimat yang baru saja terlontar dari mulut Gray.


Trauma?


Sebelum aku pingsan, terakhir kali yang aku ingat adalah ketika aku dan tuan Marquess Barnett berpapasan dengan Inggrid dan maid baru.


Tidak, bukan maid. Kepala pelayan bilang bahwa dia adalah pengasuh baru untuk menggantikan Zelda sementara waktu.


Setelah itu, aku tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Entah kenapa, tapi saat melihat pengasuh itu… aku ingat dia.


...***...


__ADS_2