
"Tugasmu hari ini adalah membangunkan tuan muda," kata Inggrid yang terus melangkah di samping Nanny. Pagi ini, wanita itu hendak memperkenalkannya terlebih dulu pada Carver.
Karena insiden kemarin, aku jadi tidak memiliki kesempatan untuk berkenalan secara resmi dengan beliau, pikir Nanny.
Ingat dengan kejadian kemarin membuat Nanny semakin bersemangat.
Wajah menggemaskan Carver saat terjatuh, di tambah ekspresi kagetnya benar-benar tidak bisa Nanny lupakan.
"Baik, saya mengerti." Nanny menjawab dengan penuh semangat.
"Kau yakin baik-baik saja?" tanya Inggrid sambil meliriknya dengan raut wajah cemas. "Kemarin kudengar kau sampai pingsan dua kali. Jika kau sakit, lebih baik kau katakan sejak awal. Aku tidak ingin mengambil resiko dengan memaksakan kau bekerja."
"Saya baik-baik saja, kepala pelayan. Sungguh. Hari ini saya justru merasa sangat bersemangat! Saya sangat bertenaga, dan saya sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan tuan muda." Nanny benar-benar tidak bisa menyembunyikan semangatnya.
"Kau sepertinya sangat bersemangat."
"Tentu saja. Ini adalah hari pertamaku setelah resmi bekerja di sini."
__ADS_1
...*...
Pintu kamarnya di ketuk beberapa kali sambil sesekali salah satu maid memanggilnya.
Tidak ada jawaban sama sekali. Hanya ada keheningan yang menyelimuti ruangan itu, menampakkan dengan sangat jelas kalau Carver masih dalam keadaan tertidur.
Setelah mendapatkan izin dari Inggrid, Nanny lalu membuka pintu dan melangkah masuk bersama yang lainnya.
Tiba di dalam, Nanny langsung melihat tampilan kamar yang begitu indah dan mewah. Kamarnya sangat luas, bahkan kalau dibandingkan dengan rumahnya di desa, lebih luas kamar yang ditempati Carver saat ini.
Dinding yang indah dengan hiasan mewah, barang-barang yang tampak di buat dengan bahan berkualitas tinggi, dan perabotan yang tampak sangat mahal.
Kamarnya tampak begitu nyaman, pikir Nanny. Ia menatap ke arah ranjang berukuran super besar di sana.
Anak itu masih terpejam di atas ranjang empuknya, beralaskan bantal besar yang nyaman, serta selimut tebal yang begitu hangat.
"Apa yang kau lakukan? Ayo bangunkan beliau." Inggrid berucap, membuat Nanny seketika tersadar dari lamunannya.
"Baik, kepala pelayan." Nanny berjalan menghampiri ranjang yang di tempati Carver.
__ADS_1
Ia terdiam sejenak. Menatap Carver yang tertidur dengan keadaan begitu tenang.
Beliau tampan sekali. Kemarin aku tidak terlalu menyadarinya karena beliau langsung melarikan diri begitu bertemu denganku.
Tidurnya sangat pulas, sepertinya beliau sangat nyaman.
Nanny tersenyum simpul menatap Carver yang masih terpejam. Di matanya, Carver sangat menggemaskan kalau sedang dalam keadaan setenang ini.
Sayang sekali, tugasnya bukan untuk memperhatikan anak laki-laki itu tertidur. Nanny memberanikan diri untuk membangunkannya.
Tangannya perlahan terulur, membangunkan Carver yang tengah tertidur pulas.
Di sisi lain, beberapa maid yang datang bersamanya mulai bergerak ke segala arah. Melaksanakan tugasnya membuka tirai yang menutupi setiap jendela yang ada.
Cahaya matahari menerobos masuk bersamaan dengan tirai yang mereka buka. Membuat seisi ruangan yang semula gelap seketika berubah terang.
Carver mulai terganggu. Ia membuka kedua matanya perlahan dan mendapati Nanny yang tengah berdiri di tepi ranjang sambil menatapnya.
Wanita itu mengulas senyum begitu melihat kedua iris matanya terbuka, dan dia bisa dengan jelas melihat matanya yang begitu indah.
__ADS_1
"Selamat pagi, tuan muda," katanya.
...***...