
Aku harap tuan muda baik-baik saja, batin Nanny. Ia benar-benar cemas dengan keadaan Carver.
Dokter Martinus baru saja pergi dengan di temani Gray. Tersisa dirinya dan beberapa maid lain yang masih menunggu di luar kamar.
"Betharia!"
Perhatian semua orang langsung tertuju ke arah Inggrid yang mendadak muncul dengan wajah tak bersahabat.
"Apa yang terjadi sampai tuan muda bisa sampai tidak sadarkan diri?" katanya dengan wajah kesal.
"Kepala pelayan…" Semua orang kaget melihat kehadirannya yang begitu tiba-tiba.
"Kalian semua ikut aku dan jelaskan semuanya!" Inggrid berbalik hendak melangkah pergi dari sana dengan diikuti Nanny dan maid yang lain dibelakangnya.
"Tunggu!" Karl keluar dari kamar Carver dan menghentikan langkah mereka.
"T-tuan Duke…" Inggrid segera membungkuk, memberikan hormat sekaligus permintaan maafnya karena sudah lalai dalam mengawasi para maid yang ada. "Saya benar-benar minta maaf atas kejadian ini, tuan. Saya tidak menyangka kalau hal ini akan terjadi. Saya akan memberikan hukuman yang pantas untuk para maid yang telah lalai menjaga tuan muda."
"Kau bisa pergi dan bawa yang lainnya untuk kau hukum. Tapi biarkan pengasuh baru tetap di sini."
__ADS_1
"Maaf?" Inggrid mendongak dengan wajah bingung.
Nanny terdiam dengan wajah pucat. Keringat dingin mendadak keluar dari dalam pori-pori kulitnya.
A-aku? Hanya aku? Mati! Apa yang akan terjadi padaku? Nanny mulai panik. Ia sedikit mendongak. Baru saja ia melirik sekilas, ia langsung di hunus oleh tatapan membunuh Karl yang setajam pedang.
Glup!
Nanny menunduk lesu. Tatapan menakutkannya benar-benar membuat nyalinya menciut hilang dari peredaran.
"Biar aku yang tangani dia!"
Detik berikutnya, mereka melangkah meninggalkan tempat tersebut. Menyisakan Karl dan Nanny yang diam terpaku dengan tubuh super lemas.
Nanny benar-benar merasa tegang. Entah apa yang akan dilakukan Duke padanya setelah mengetahui putranya celaka, bahkan sebelum sempat sehari di asuhnya.
"Ikut ke ruanganku!" tukas Karl sambil melangkah memimpin di depan.
"B-baik, tuan…" Nanny membungkuk lalu berjalan mengikuti Karl dari arah belakang.
__ADS_1
...*...
"Ceritakan semua yang terjadi padaku!" tutur Karl yang masih dengan nada ketus yang sama. Nanny semakin merasa terintimidasi, apakah tatapan Karl yang begitu tajam memandangnya benar-benar membuat Nanny ketakutan.
"K-ketika itu…" Nanny berucap dengan kalimat terbata. Perlahan, ia menjelaskan semua yang terjadi pada Karl dengan begitu detail. Walaupun gemetar ketakutan, tapi dia berusaha untuk tetap tenang dan menjelaskan semuanya secara jelas.
"Kau juga memakannya, tapi kau tidak tidak apa-apa? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?" Karl semakin mencurigai Nanny. Ia memicingkan kedua matanya, menatap penuh curiga pada wanita yang menjadi pengasuh baru untuk putranya itu.
"S-saya juga tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Padahal saya benar-benar merasa tidak ada yang aneh pada makanan beliau. Tapi, t-tuan muda tiba-tiba saja muntah darah seperti tadi," jawab Nanny.
"Kau tahu satu-satunya jawaban yang masuk akal itu apa?"
"T-tidak…" Nanny menggeleng pelan.
Karl semakin tampak menakutkan. Lelaki itu perlahan menghampirinya, mengikis jarak diantara mereka.
Nanny ketakutan. Tanpa sadar, ia melangkah mundur, berusaha menjauh dari Karl.
__ADS_1
...***...