
"Aku benar-benar minta maaf, Lynn… karena aku sudah membuatmu kecewa."
"Kau tidak perlu meminta maaf. Karena aku tahu, sejak awal kau memang tidak pernah berniat untuk menepati janjimu 'kan?" Wanita itu mengepalkan tangannya. Ia berusaha keras menahan rasa sesak yang menghampiri dadanya.
"A-apa? Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?"
"Selama ini… kau terlalu sibuk dengan dirimu sendiri, bahkan kau membuat Carver hidup kesepian tanpa pernah mengenal orangtuanya sendiri selama dua tahun lamanya. Kau menelantarkannya, dan kau tidak pernah menemuinya satu kali pun…"
"…Bukankah itu sudah jelas? Lalu saat kau bertemu dengan putramu untuk pertama kalinya, kau malah berusaha untuk membunuhnya…"
"…Tidak aku sangka, kau benar-benar sudah berubah."
"Tidak! Kau salah!" ucap Karl, memotong kalimatnya.
__ADS_1
"Sekarang aku pikir, aku salah menitipkannya padamu."
"Tidak. Jangan pernah berpikir seperti itu, bagaimanapun… Carver adalah anakku juga!"
"Tapi kau tidak memperlakukan seperti anakmu!"
"Kau tidak mengerti, Lynn…" Karl melangkah menghampiri wanita itu. "Selama ini… aku tersiksa. Aku tidak bisa hidup tanpamu, dan setiap kali aku melihat Carver, aku selalu teringat padamu. Itu benar-benar menyakitkan…"
"…Apakah kau tahu seberapa hancurnya aku ketika kehilangan dirimu? Aku seperti kehilangan separuh jiwaku sendiri! Aku nyaris gila, dan aku benar-benar tidak bisa terima dengan apa yang terjadi." Karl berhenti tepat dihadapan wanita itu.
Lynn terdiam, beradu tatap dengan Karl yang menampakkan ekspresi yang sama namun dengan perasaan berbeda dengannya.
Karl mencengkram kedua pundak Lynn. Iris matanya menatap wanita itu dengan kesedihan yang bercampur dengan rasa bersalah.
"B-berubah?…"
__ADS_1
"…Ya, aku memang berubah. Dan semua karenamu…"
"…Aku menjadi berubah jadi seperti ini karenamu. Karena aku kehilangan dirimu, aku jadi seperti ini." Karl mengencangkan cengkramannya. Kepalanya tertunduk dengan air mata yang semakin deras membasahi kedua pipinya.
"Andai saja kau tidak pergi… andai saja kau tetap berada di sampingku seperti yang kau ucapkan dalam sumpah pernikahan kita… aku tidak mungkin tersiksa seperti ini…"
"Kau sudah bersumpah untuk mencintaiku dalam hidup dan matiku. Tapi apa yang kau lakukan? Kau malah berusaha melupakanku, dan bahkan berusaha membunuh putramu sendiri. Sepertinya memang lebih baik, aku membawa Carver bersamaku." Lynn melepaskan cengkraman Karl. Pria itu mendongak dengan ekspresi terkejut begitu mendengar penuturannya.
"Tidak! Jangan bawa dia."
"Bukankah itu yang sejak awal kau inginkan?" Lynn membalikkan tubuhnya, bersiap melangkah pergi dari sana.
"Tidak. Aku tidak pernah ingin berpisah dengan Carver! Jangan bawa dia bersamamu. Hanya dia satu-satunya yang aku miliki…" Karl berusaha menahan Lynn, tapi air mata benar-benar telah menghalangi pandangannya, membuat Karl jatuh tepat sebelum berhasil meraih tangan Lynn.
"Aku sudah tidak bisa mempercayakan semuanya padamu lagi, Shawn."
__ADS_1
"Aku mohon, jangan bawa dia bersamamu! Hanya dia satu-satunya harta yang paling berharga dalam hidupku. Jadi aku mohon, jangan bawa dia, Lynn. Jika kau membawanya, maka aku tidak akan bisa hidup!"
...***...