
Gawat! Tuan Duke mengarah ke sini. Aku harus segera sembunyi.
Nanny bergerak kalang kabut, berusaha mencari tempat persembunyian agar Karl tak bisa menemukannya. Ia lantas bersembunyi di dinding tak jauh dari kamar Carver berada.
Wanita itu bersandar di sana dengan keadaan lentera yang ia padamkan.
Nanny mengintip ke arah pintu kamar Carver. Karl tampak melangkah keluar dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut tanpa menciptakan suara apapun.
Dia menghela napas lega. Akhirnya setelah ketegangan sesaat, Nanny bisa merasa tenang karena lelaki yang menjadi atasan di tempat kerjanya itu telah pergi.
Aku pikir beliau akan tidur menemani tuan muda, tapi ternyata tidak. Syukurlah.
Sekarang aku bisa masuk, pikirnya sambil melangkah keluar dari persembunyian.
Nanny menghampiri pintu kamar Carver. Masuk secara perlahan dan menutup pintunya rapat-rapat, agar tidak ada seorangpun yang bisa masuk dan memergokinya di dalam sana.
Tiba di dalam, kedua iris matanya langsung tertuju pada anak laki-laki yang terbaring di atas ranjang dalam keadaan tak sadarkan diri.
Nyut!
Hatinya terasa sakit. Melihat Carver seperti ini benar-benar membuatnya sedih sekaligus merasa bersalah. Terlebih kejadian tadi siang benar-benar di luar dugaannya.
__ADS_1
Nanny tak pernah membayangkan kalau hal seperti tadi akan terjadi di hari pertama dirinya bekerja.
Wanita itu melangkah secara perlahan menghampiri tempat Carver terbaring. Kedua matanya mulai berkaca-kaca nyaris menangis mendapati kondisi anak itu seperti ini gara-gara dirinya.
Nanny terduduk di tepi ranjang.
Tuan muda… maafkan saya. Ini semua gara-gara saya. Anda seperti ini karena saya.
Saya tidak menyangka kalau anda akan berakhir seperti ini.
Saya benar-benar merasa bersalah karena sudah membuat anda jadi seperti ini.
Nanny meraih tangan mungil anak itu, menggenggam tangannya erat. Tanpa sadar, matanya yang berkaca-kaca sejak tadi mendadak meneteskan air mata.
Nanny terisak sembari menggenggam tangan anak itu.
...*...
"Larang semua maid untuk masuk ke dalam kamarnya!" titahnya pada Grey yang sejak tadi berdiri disampingnya.
__ADS_1
"Eh? Maksud anda, tuan?"
"Aku bilang larang semua maid untuk datang ke kamar Carver. Termasuk di pengasuh baru itu."
"Tapi—"
"Jangan banyak bertanya dan kerjakan saja sesuai dengan apa yang aku perintahkan!" potong Karl cepat.
"Baik, tuan. Saya akan segera memberitahukan terkait hal ini kepada yang lain." Grey beranjak meninggalkan kamar Karl. Membuat pria itu diam seorang diri sambil menatap keluar beranda.
Tak lama, pria itu beranjak menghampiri meja kecil tak jauh dari ranjang tidurnya.
Karl mengeluarkan kertas dan pena lalu menuliskan sebuah pesan untuk seseorang. Selanjutnya, Karl memanggil seekor burung yang biasa ia gunakan sebagai media surat menyurat. Mengikatkan surat yang dia buat pada kaki si burung, kemudian menerbangkan burung itu menuju arah yang ditujunya.
Aku harap, beliau membaca pesan yang aku kirimkan dan datang kemari secepatnya, batin Karl.
Tak lama, pria itu segera mempersilahkan beberapa maid yang biasa melayaninya.
Para maid itu masuk dengan membawakan keperluannya serta memberitahukan kalau air hangat untuknya mandi telah siap.
Karl pergi menuju kamar mandinya. Di sana, pria itu segera melepaskan semua pakaiannya lalu masuk ke dalam bathtub yang tersedia di sana.
__ADS_1
Ia merendam tubuhnya dalam air hangat yang telah disiapkan oleh para maid.
...***...