Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 47 - Telah menyatu


__ADS_3

Nanny membungkukkan tubuhnya, mensejajarkan pandangannya dengan lubang pada kunci di pintu. Ia menyipitkan sebelah matanya agar bisa melihat dengan jelas ke dalam sana.


Aku tidak bisa melihat apa-apa. Yang aku lihat hanya bayangan yang sepertinya adalah tuan Duke. Tapi dengan siapa beliau berdiri di sana?


Nanny berusaha melihat ke arah asal bayangan yang dilihatnya, tapi ia sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas sosoknya.



...*...


"Apakah kali ini juga adalah ulahmu? Apakah dia juga adalah orang yang sama sepertiku?" Karl menatapnya tajam, sementara lawan bicaranya tampak balas menatapnya dengan ekspresi datar.


"Aku tidak tahu apakah tebakanmu itu benar atau salah. Tapi aku tegaskan kalau kali ini bukan ulahku."


"Apa? Jika itu bukan ulahmu, dan apa itu artinya pengasuh baru itu memang menggunakan kekuatan hitam? Apakah itu yang membuat racun dalam tubuhnya kembali bereaksi? Penyihir kerajaan bilang bahwa racun yang disegelnya tidak akan bereaksi selama dia jauh-jauh dariku atau penggunaan kekuatan hitam lainnya. Tapi jika dia dekat-dekat dengan penggunaan kekuatan hitam, maka racunnya bisa saja aktif kembali dan lebih ganas lagi." Karl menoleh ke arah putranya, menatap sayu anak laki-laki itu.

__ADS_1


"Aku tidak bisa bilang apa-apa karena kekuatan si tua bangka yang menyegel racun dalam tubuh anakmu berhasil membuatku kesulitan untuk mendeteksi apakah masih ada tersisa kekuatanku di tubuhnya atau tidak."


"Kau tidak bisa mendeteksinya?"


"Ya. Lagipula untuk apa kau cemas? Bukankah ini yang kau inginkan sejak awal? Kau tidak ingin anakmu itu hidup 'kan?"


"Sudah kubilang jaga ucapanmu!"


"Tapi itu memang fak— akh—"


Grep!


"Aku tidak akan segan-segan melukaimu kalau kau terus membicarakan omong kosong seperti itu!"


"Kau ingin membunuhku? Haha, lucu sekali. Karena kau sendiri tahu, jika kau membunuhku… sama artinya dengan kau membunuh dirimu sendiri." Pria itu terkekeh geli. Matanya seketika berubah menatap Karl tajam.

__ADS_1


"Ingat! Kita itu sudah menyatu, dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, walau kematian sekalipun. Apakah kau ingin mati? Kalau begitu, apa bedanya dengan tindakanmu selama ini? Kalau kau mati, sama artinya dengan kau mempercepat prosesmu membuang dia!" Ia melirik ke arah Carver.


Karl melunak. Ia melepaskan cengkramannya dan spontan bergerak mundur secara perlahan. Ucapan pria itu tak terhindarkan. Memang apa yang dia katakan benar.


"Aku harap, kau tidak bertindak gegabah lagi." Pria itu menepuk pelan pundak Karl. Lantas bergerak dengan cepat mengubah tubuhnya menjadi asap hitam dan lenyap menembus tubuh Karl.


Pria itu termangu tanpa kata di bawah sinar cahaya bulan yang menembus lewat jendela.


Karl tak sadar kalau sejak tadi, Nanny mendengar pembicaraan mereka dari awal sampai akhir. Wanita itu bahkan menyaksikan apa yang terjadi di dalam kamarnya walau secara samar-samar.


Karl beralih fokus. Netranya kembali menatap anak laki-laki yang terbaring lemah di atas ranjang tidurnya.


"Maafkan ayah, ini semua salah ayah…" lirihnya dengan suara yang benar-benar pelan. Saking pelannya hanya dia yang bisa mendengar kalimatnya barusan.


Tak lama, Karl beranjak dari tempatnya. Ia berjalan menuju pintu keluar. Hendak kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Nanny yang menyadari hal itu segera bersembunyi.


...***...


__ADS_2