
Beberapa tahun yang lalu…
Karl, seperti biasanya sibuk duduk di belakang meja kerjanya. Menikmati hari-harinya dengan mengerjakan setumpuk pekerjaan yang memang harus ia kerjakan.
Tok-tok!
Pintu di ketuk secara perlahan oleh seseorang di balik sana. Setelah dipersilahkan masuk, Gray melangkah ke dalam ruang kerja Karl.
Ia segera menghampiri laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya itu.
"Tuan, sudah saatnya makan siang. Para maid sudah mempersiapkan makan siang untuk anda," tutur Gray begitu tiba dihadapannya.
Karl mendongak menatap pria yang baru saja tiba dihadapannya itu.
"Aku akan makan siang setelah menyelesaikan beberapa pekerjaanku lagi. Hanya tinggal sedikit lagi, dan setelah itu aku akan makan siang," katanya.
"Tapi tuan, tuan muda sudah menunggu anda sejak tadi. Beliau bilang ingin makan siang dengan anda. Apakah tidak sebaiknya anda pergi dan makan siang dengan beliau?"
"Katakan padanya untuk makan duluan, aku masih memiliki banyak pekerjaan," ujarnya enteng.
__ADS_1
"Tuan—"
"Apa lagi Gray? Apakah kau tidak lihat kalau aku memiliki begitu banyak pekerjaan di sini?" Karl mendongak dengan wajah kesal, karena lelaki itu terus saja mengganggunya.
"Saya hanya ingin memastikan bahwa anda tidak lupa dengan hari ini."
"Maksudmu?" Karl menaikkan sebelah alisnya. Menampakkan raut wajah bingung.
"Ini adalah hari ulang tahun tuan muda yang ke tiga tahun, dan anda sudah berjanji untuk bertemu dengan beliau 'kan? Anda bilang bahwa anda akan menghabiskan seharian ini untuk beliau guna menggantikan tahun-tahun yang hilang."
Karl mengalihkan pandangannya pada kalender yang berada di atas mejanya.
...*...
Carver kecil terduduk di kursi meja makan yang terletak di luar ruangan. Para maid memang sengaja menata meja makan untuk makan siang mereka di ruang terbuka agar Carver merasa lebih nyaman.
Di sana, ia terduduk seorang diri dengan ditemani oleh beberapa maid yang senantiasa menemani dan melayaninya.
__ADS_1
Raut wajah Carver tampak berseri-seri. Itu karena ini adalah hari yang spesial baginya. Selain ini merupakan hari ulang tahunnya, hari ini terasa lebih istimewa karena untuk pertama kalinya, ia akan melihat sosok ayahnya.
Pria yang selama ini memberikannya tempat bernaung dan fasilitas yang dapat dinikmatinya secara cuma-cuma.
Ya, pertama kali. Karena sejak bayi hingga usianya menginjak dua tahun, Karl tidak pernah mengunjungi Carver.
Pria itu belum pernah sekalipun menampakkan wajahnya di hadapan Carver. Entah apa alasannya, Carver tidak tahu.
Carver sebelumnya pernah berpikir bahwa dirinya tidak memiliki orang tua, yang ia miliki hanya para maid dan bibi pengasuh yang senantiasa menemaninya.
Hingga kemudian, di usianya yang kedua tahun. Carver untuk pertama kalinya mengenal apa yang dinamakan dengan orang tua setelah secara tidak sengaja, dia melihat Karl dari kejauhan.
Lelaki yang tampak begitu bersinar yang keluar dari kerta kuda. Ketika itu, Carver tidak bisa melihat sosoknya dengan jelas karena posisinya terlalu jauh dari tempat dimana Karl berada.
Mulai dari kali pertama melihat Karl itulah, para maid dan bibi pengasuh menjelaskan banyak hal tentang orang tua padanya.
Ketika itu, Carver benar-benar berharap bisa bertemu dengan ayahnya secara langsung. Ia merengek pada bibi pengasuhnya sampai terkena demam tinggi.
Bibi pengasuhnya kala itu berjanji akan berusaha mempertemukannya dengan Karl.
__ADS_1
...***...