Nanny For Young Master

Nanny For Young Master
Genius 23 - Muntah darah


__ADS_3

Bahkan ketika makan saja tuan muda terlihat begitu lucu, pikir Nanny sambil memperhatikan Carver yang sedang menikmati makanannya.


Carver sibuk menikmati makanannya. Tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari bibir mereka masing-masing. Hanya keheningan yang sejak tadi menghiasi suasana mereka.


Oh ya, aku jadi teringat ayah. Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah ayah sudah sadar?


Apa ayah sudah sarapan?


Aku sangat ingin menjenguknya dan memastikan keadaan ayah. Tapi Gray pasti tidak akan membiarkan aku masuk.


Si kakek tua menyebalkan itu bahkan pasti akan langsung mengusirku seperti kemarin.


Dia mengusirku begitu mudah, seolah-olah dia mengusir anak kucing dan menendangnya begitu saja ke jalanan.


Carver menelan makanan yang tengah di kunyahan. Tapi begitu makanan itu di telan tenggorokannya, Carver langsung merasakan sensasi aneh yang tidak biasanya ia rasakan.


"Uhuk!" Carver terbatuk.


Nanny yang kaget saat mendengar Carver terbatuk seperti seseorang yang tersedak langsung mendongakkan kepala.


Begitu melihat Carver, ia sontak membelalakkan mata begitu melihat sebuah cairan keluar dari mulut Carver.


"Astaga, tuan muda!" Nanny bangun dari duduknya dengan wajah panik.



Carver terdiam memandangi kedua telapak tangannya. Cairan baru saja keluar dari mulutnya, cairan kental berbau amis yang begitu banyak. Bersimbah membasahi pakaiannya.

__ADS_1


D-darah…?


Carver tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Nanny terlampau panik, ia sampai berteriak dengan wajah cemas pada Carver.


"Tuan muda, anda tidak apa-apa?" panik Nanny.


Suara nyaringnya mengundang beberapa maid yang tadi keluar seketika masuk kembali ke dalam ruangan.


"Astaga, tuan muda!"


"Apa yang terjadi?"


"Tuan muda muntah darah!"


Semuanya panik bukan main. Nanny yang tadinya berusaha tenang jadi tidak bisa mengontrol kepanikannya.


Ia segera menjauhkan makanan di piring dari hadapan Carver.


Beberapa maid segera membantu Nanny. Mereka membantunya untuk menangani Carver yang tiba-tiba saja muntah darah.


Salah satu maid mengikuti perintah Nanny untuk segera memanggil dokter guna memeriksa keadaan Carver.


Carver merasakan darah semakin mengalir keluar dari mulutnya. Sangat banyak sampai membuat seluruh pakaian putih bersih yang dikenakannya jadi tertutupi darah yang keluar dari mulutnya.


Nanny yang cemas segera memeriksa mengeceknya.

__ADS_1


Carver bisa melihat Nanny berusaha untuk menanyakan kondisinya. Tapi entah kenapa kepalanya mendadak terasa berat.


Kepalanya pening, dan pandangannya mulai berubah kabur. Ia tidak bisa melihat Nanny dengan jelas.


Brukk!


Tubuhnya jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri. "Tuan muda!" Semua orang semakin panik dibuatnya.


...*...


Tok-tok!


Pintu di ketuk beberapa kali dengan cukup kasar. Membuat Karl di dalamnya merasa terganggu. "Masuklah!" tuturnya.


Gray melangkah masuk ke dalam ruang kerja Karl di mana lelaki itu sedang terduduk di meja kerjanya.


Usai makan, Karl langsung pergi ke ruang kerjanya dan meminta Gray untuk tidak mengganggunya sementara waktu.


Tapi berita yang di bawa Gray benar-benar tidak bisa membuatnya tunduk dalam perintah. Dia tidak mungkin diam saja, apalagi begitu mendengar berita darurat dari salah satu maid yang ditemuinya.


Karl menatap pria yang baru saja masuk itu. Gray tampak dalam keadaan tidak terlalu baik.


"Maaf, tuan. Saya membawa kabar buruk."


"Ada apa Gray?"


"T-tuan muda… beliau muntah darah…" Gray berucap dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Apa?!" pekiknya.


...***...


__ADS_2