
Nanny terdiam tanpa kata. Hatinya terasa sedih begitu mendengar cerita Carver yang Karl bicarakan.
Jadi, yang tuan muda alami waktu itu adalah karena ada sesuatu yang memicu racunnya? Itu sebabnya beliau muntah darah? Nanny membatin. Hatinya mencelos. Sulit dipercaya olehnya, anak sekecil Carver harus mengalami nasib kurang beruntung seperti itu.
"Maka dari itu, aku ingin kau menjadi pengasuh tetap putraku. Aku ingin kau memastikan keadaan Carver baik-baik saja."
"Baik, tuan. Saya mengerti. Saya akan berusaha semaksimal yang saya bisa."
"Aku hanya menceritakan mengenai hal ini padamu. Aku harap kau bisa menjaga rahasia. Termasuk dari Zelda."
Aku, harus menyembunyikan hal ini dari Zelda juga? Apakah itu artinya, Zelda tidak tahu mengenai hal ini? Nanny membatin. Ucapan Karl benar-benar membuatnya kepikiran.
...*...
"Nanny!" Wanita itu langsung menoleh begitu mendengar suara Nora yang berteriak dari arah belakang. Nanny melihat Nora berjalan menghampirinya dengan tergesa-gesa. Di sampingnya, Tina—salah satu maid, berjalan bersamanya.
"Nora, Tina?"
"Akhirnya kami menemukanmu juga!" Tina menghela napas lega.
"Apakah kau tidak tahu? Kami sudah mencarimu kemana-mana sejak tadi, tapi kami tidak bisa menemukanmu sama sekali," ujar Nora.
"Benar. Darimana saja kau? Apakah kau tidak tahu? Kepala pelayan dan semua maid yang ada sejak tadi terus mencarimu karena kau tiba-tiba menghilang dari kamar."
__ADS_1
"Kami cemas kau kenapa-kenapa. Tapi, kau tidak apa-apa 'kan?"
Nora menatap Nanny dari atas sampai bawah sambil memutar-mutar tubuh wanita itu sampai Nanny pusing.
"Tolong hentikan! Kepalaku pusing." Nanny memegangi kepalanya.
"Maaf." Nora tercengir.
"Kau darimana saja? Kau tidak berniat melarikan diri 'kan?" tanya Tina.
"Melarikan diri? Tidak mungkin aku berani melakukan hal itu. Aku memang sudah berbuat salah, tapi melarikan diri adalah tindakan seorang pengecut," ucap Nanny.
"Lantas kau darimana? Dan kenapa kau kasih mengenakan gaun tidurmu?"
Gawat! Aku menemui tuan Duke dengan mengenakan gaun tidur?!
Bodoh! Kenapa aku baru sadar? Itu tadi benar-benar tindakan yang tidak sopan. Bertemu seorang pria dengan mengenakan gaun tidur? Terlebih orang itu adalah seorang bangsawan?
Untung saja tuan Duke tidak menyadarinya!
Nanny menutupi wajahnya yang kini berubah merah padam. Ia baru saja melakukan sebuah kesalahan besar lain yang lagi-lagi terjadi tanpa pernah ia sadari sebelumnya.
"Nanny? Kau baik-baik saja?" Tina dan Nora mengerutkan kening.
"Hey, jawab pertanyaan kami!" Nora menepuk pundaknya pelan.
__ADS_1
"A-aku baik-baik saja. Hanya saja… sepertinya aku berbuat kesalahan." Nanny mendongak. Menatap kedua teman kerjanya.
"Kesalahan?"
"Aku baru saja menemui tuan Duke dengan penampilan seperti ini…" lirih Nanny.
"Apa?!" Nora dan Tina berteriak serentak, membuat Nanny gelagapan.
"Ssttt… aku mohon jangan terlalu keras!" Nanny menempatkan telunjuknya di depan bibir.
"Kau apa?"
"Katakan sekali lagi!"
Tina dan Nora tak percaya dengan apa yang baru saja di dengar Nanny barusan.
"Aku baru saja menemui tuan Duke…" ulang Nanny dengan suara lirih.
"Kau pasti sudah tidak waras!" tukas Tina.
"Nanny! Apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan?" Nora tak habis pikir.
"Tolong… lebih baik kita bicara di tempat lain." Nanny menarik tangan mereka berdua.
...***...
__ADS_1