
Bapak santoso dan bapak jaya sudah sampai dipesantren Aisyah dengan membawa mobil.
Segeralah mereka menemui pengasuh pondok pesantren yang ditempati Aisyah
Ketika sedang berada di rumah pengasuh mereka pun segera memamitkan aisyah untuk diajaknya boyong.
Setelah bapak Santoso menjelaskan semua alasan ke boyongan Aisyah akhirnya a
Aisyah pun diizinkan untuk boyong. lagi pula Aisyah sudah berumur 20 tahun jika memang Aisyah berkenan menikah itu sudah tidak menjadi masalah.
Aisyah pun dipanggil salah satu teman rekan pondok untuk menemui abinya dirumah pengasuh pondok.
Aisyah yang sedang berbincang - bincang dengan temannya pun sedikit terkejut karena biasanya abinya menyambanginya selalu 3 bulan sekali dan saat dihitungnya abinya baru saja 1 bulan yang lalu menyambanginya.
segeralah Aisyah memakai kerudungnya dan menemui abinya.
"Assalammualaikum" suara lembut Aisyah yang terdengar dari depan pintu depan pintu rumah pengasuhnya.
"Waalaikumsalam" jawaban dari dalam rumah pengasuh pondok
Aisyah pun segera masuk dan bersalaman dengan abi nya dan juga bapak Jaya dengan menguncupkan tangan karena memang bukan mahromnya dan Aisyah sama sekali tidak mengenalnya.
"Siapa bapak - bapak yang kesini dengan abi ini" batin Aisyah
Dilanjutkan dengan rasa penasaran Aisyah dan Aisyah pun segera bertanya kepada abinya dan juga tak lupa duduk disampingnya.
"Abi, ada apa kenapa dengan secara tiba - tiba abi kesini" dengan perasaan yang berjecambuk antara takut dan senang
"Nak, mari ikut abi pulang dan bereskan semua pakaian,kitab - kitabmu,dan barang - barangmu lainnya"
"Maksud abi" dengan mata yang berkaca - kaca
"Maaf nak, abi harus memamitkanmu tanpa harus dapat persetujuan darimu"
"Kenapa bi, Aisyah masih ingin berada disini, Aisyah sudah nyaman berada disini, Aisyah belum siap untuk boyong bi" sambil menangis dan tertunduk
"Ada sebuah alasan nak yang harus membuat abi memamitkanmu"
dengan wajah sangat bersalah
"Alasan apa bi, abi katakan padaku.
dan mohon maaf bapak yang disamping abi itiapa siapa..?? apakah itu teman abi"
"Nanti akan abi jelaskan dirumah sekarang bereskan semua barang - barangmu nak, dan berpamitanlah dengan teman - teman dan juga guru - gurumu"
"Tapi kan bi" Aisyah tidak mau. ucapnya dengan lirih.
__ADS_1
pengasuh ponpes itu pun ikut berbicara dengan aisyah agar aisyah mau menerima takdirnya.
"Nak, Aisyah, tidak apa - apa patuhlah kepada abimu apapun keputusan abimu pasti itulah yang terbaik untukmu nanti, nak Aisyah tidak usah merasa khawatir, pintu pondok pesantren ini akan tetap terbuka lebar untukmu, sambanglah kesini jika suatu saat kamu merindukan suasana pesantren dan teman - temanmu"
"Baiklah abi (pengasuh) saya akan menuruti kata abi..maafkan Aisyah bila pernah merepotkan njenengan bi" sambil menangis karena memang masih belum bisa menerima
takdirnya..
Aisyah pun permisi untuk membereskan semua barang - barangnya.
"Aisyah permisi dulu bi wassalammualaikum"
"Waalaikumsalam"
Aisyah pergi dengan setengahah berlari dan mengelap air mata yang tak henti keluar dari matanya.
setelah sampai dikamar pondok Aisyah pun segera terduduk dan menangis kali ini dia menangis dengan bersuara dan ter isak - isak
Semua teman pondoknya pun mendekati Aisyah dan menenangkannya. salah satu adik pondoknya menanyai Aisyah memang karena Aisyah adalah santriwati tertua di pondok,
jadi semua memanggilnya dengan sebutan kakak.
"kak Aisyah ada apa, kakak kenapa menangis seperti ini, apakah kakak dimarahi oleh pengasuh pondok atau oleh abi kakak, kak jangan menangis seperti ini"
sambil menahan air mata karena memang tak sanggup melihat kak Aisyah menangis seperti itu.
Aisyah pun segera membangkitkan kepalanya dan berkata
"Boleh kakkkk, mereka semua pun memeluk Aisyah dengan erat seerat eratnya karena memang kak Aisyah sudah mereka anggap seperti kakak kandungnya sendiri. memeluk sambil menangis.
"Sebentar lagi kak Aisyah akan beberes, kakak akan membawa kitab, buku dan juga Al - Qur'an, semua pakaian kakak kerudung dan lainnya silahkan dibagi rata"
setelah beberes dan semua sudah siap aisyah pun meninggalkan pondok tersayangnya
"Assalammualaikum kak Aisyah pulang dulu, jaga diri kalian baik-baik" dengan menangis
"Waalaikumsalam kak, hati hati, kami semua akan selalu merindukan kak Aisyah.
"Terima kasih insyaaAlloh kak Aisyah akan sesering mungkin menyambangi kalian"
dengan tersenyum menutupi kesedihannya
Aisyah pun telah beberes dan meninggalkan pondoknya dengan penuh cerita..
setelah berpamitan dengan teman temannya Aisyah pun berpamitan dengan pengasuhnya.
"Bi, terima kasih telah banyak memberi ilmu untuk Aisyah, Aisyah sungguh sangat beruntung karena dapat menemukan pondok pesantren sehebat ini dan pengasuh seperti abi"
__ADS_1
"Iya nak Aisyah abi juga sangat beruntung memiliki santri sepertimu"
Aisyah pun bersalaman dengan abi dengan menguncupkan tangan karena bukan mahromnya.
Aisyah, abi dan bapak jaya melakukan perjalanan menuju rumahnya
selang beberapa jam.
ibu dan calon ibu mertua telah selesai memasak mereka berdua pun segera menyiapkan makanan dimeja makan.
sedangkan tuan sanjaya sedang menikmati udara pedesaan yang jarang sekali dinikmatinya.
"Nak, mari masuk makanan sudah siap"
"Baik bu" sambil tersenyum ramah kepada kedua ibu yang berada didepannya
Tilulit tilulit nada dering panggilan dari telepon milik ibu berbunyi, ibu pun segera melihat siapa yang menelponnya.
Setelah ibu mengetahui bahwa ayah lah yang memanggilnya segeralah diangkat telepon oleh ibunya.
"Halo yah iya ada apa, maaf tadi aku baru selesai masak dan ini mau sarapan"
"Ayah dan pak Santoso sebentar lagi sampai dirumah sayang, tunggulah kami nanti kita sarapan bersama"
"Baiklah yah syukur kalau begitu, hati - hati dijalan sayangku"
"Iya sayang terima kasih"
diakhirilah panggilan itu oleh ayah.
Ibu pun segera memberi tahu kan kepada tuan sanjaya dan calon besannya itu.
"Sarapannya ditunda dulu ya, karena suamiku,bapak Santoso dan juga Aisyah sebentar lagi sampai kerumah"
"Iya tidak apa-apa" ucap ibunya Aisyah
Sedangkan jaya masih memikirkan perjododahannya ini.
Selang 20 menit bapak Jaya, bapak Santoso dan Aisyah sampai ke rumah
"Assalammualaikum"
"waalaikumsalam"
Dibukakanlah pintu rumah sambil tersenyum
dan Aisyah bersalaman dengan ibunya dan wanita yang berada disamping ibunya (ibu tuan Sanjaya) hanya tuan Sanjaya lah yang tidak peduli dengan kedatangan mereka.
__ADS_1
Saat Aisyah menengok ke arah meja makan Aisyah melihat tuan sanjaya yang tengah duduk sambil memainkan hp nya
"siapa laki - laki itu" batin Aisyah