
"Dek kamu mau lihat nggak adek kecilku"
"Apaan sih Mas enggak ah Aisyah enggak mau"
"Beneran kamu enggak mau, nggak takut nyesel"
"Enggak Mas, ayuk Mas cepet berangkat nanti keburu Isya' "
"Iya-iya Dek"
Aisyah membalikan badannya dan Tuan Sanjaya memakai piyamanya.
"Sudah selesai Mas..??"
"Bentar Dek sambil membenahi kancing bajunya.
merekapun berjalan berdampingan dan menuju ke garasi
"Nah sudah, ayok berangkat"
"Ayok Mas, kita nanti naik apa Mas"
"Naik pesawat terbang"
"Ihh kamu mah suka banget bercanda"
"Hahahha la kamu sih Dek tanya nanti naik apa, kita kan punya mobil punya motor juga tinggal pilih, kamu pilih naik mobil atau motor"
"Mobil dan motor Mas, mobilnya kamu yang nyetir terus motornya aku yang nyetir hehe"
"Ya kalau begitu kamu pergi sendiri aja Dek-Dek"
"Elleh gitu aja ngambek, enggak-enggak Mas, kita pergi berdua naik motor aja enak"
"Iya enak soalnya kamu bisa memelukku dari belakangkan, cari kesempatan dalam perjalanan" sambil mencubit hidung Aisyah.
"Ihh sakit tau, kalau iya emang kenapa kamu nggak mau ya Mas aku peluk"
"Nggak mau ah kamu jelek kok"
"Hmmm"
Aisyah berjalan sambil cemberut menahan rasa kesalnya.
Tuan Sanjaya yang sedang mengeluarkan motor gedenya dan menyetir motornya kedepan Aisyah.
"Ayok naik"
Aisyah terkesima karena melihat Suaminya yang tampan dan menaiki motor yang tampan juga membuatnya menjadi semakin tampan tapi sayangnya Tuan Sanjaya kehilangan coolnya karena memakai piyama.
"Wah Mas tampan sekali"
Tuan Sanjaya dengan seribu kepercayaan dirinya mmbuat jambul rambut didepan Aisyah karena Istrinya itu telah memujinya.
"Makasi Istriku, memang Suamimu ini sangat tampan iyakan" tersenyum lebar
"Iya sama - sama sayang,semakin tampan deh motornya"
tawa cekikikan dari lisan Aisyah
"Ih nggak asik kamu Dek, kukira yang tampan aku eh ternyata motorku, hmmm ayok cepat naik"
"Hehe iya mas"
Aisyah pun naik tanpa berpegangan pinggang Tuan Sanjaya
"Pegangan Dek"
"Tadi katanya aku jelek terus nggak boleh peluk kamu, ya udah aku nggak pegangan juga nggak peluk kamu Mas"
"Bercanda kali sayang, jangan diambil hati ya"
Tuan Sanjaya meraih kedua tangan Aisyah dan melingkarkan ke pinggangnya.
Tuan Sanjaya melajukan Motornya dengan kecepatan sedang Tuan Sanjaya memang harus sangat berhati-hati karena ia membonceng wanita kesayangannya.
saat berada diperjalanan yang ramai orang-orang berwira-wiri menaiki kendaraannya Aisyah melihat toko ice cream dan itu sangat kelihatan lezat,
"Pulang nanti aku ajak Mas Sanjaya ke toko ice cream itu ah" batin Aisyah.
saat sampai didepan Alfamart Aisyah turun dari motor sedangkan Tuan Sanjaya mencari tempat parkir untuk motornya, setelah itu Tuan Sanjaya menghampiri Aisyah yang sedang menunggunya disamping pintu Alfamart.
"Ayok masuk dek" sambil menggandeng tangan Aisyah
__ADS_1
"Hmm udah lama Mas aku nggak masuk Alfamart hehe"
tuan sanjaya membalasnya dengan mengusap-usap tangannya dikepala Aisyah yang tertutup kerudung.
semua Orang yang berada didalam Alfamart itu memperhatikan Tuan Sanjaya dan Aisyah.
"Mas kamu nggak ngerasa gitu kita dilihatin orang banyak" ucap lirih Aisyah
"Enggak dek, udah terbiasa dilihatin orang banyak hehe"
"Ih kamu mah, hmm apa gara-gara penampilan kita ya Mas"
"Mungkin, sudah Dek abaikan saja, kamu mau beli pembalut katanya"
Tuan Sanjaya dan Aisyah menuju ke tempat segerombolan pasukan pembalut.
Aisyah pun mencari pembalut favoritnya dan setelah menemukannya Aisyah meminta tolong Tuan Sanjaya memotretnya ditempat itu.
"Mas fotoin aku dong"
menyodorkan telepon barunya
"Kamu masih waras ya Dek, foto kok ditempat beginian"
"Biarin Mas buat kenangan lagi pula kan enggak aku publikasikan"
"Ya udah iya" Tuan sanjaya mengambil telepon Aisyah dan memotret Aisyah dengan beberapa posenya.
"Mas-Mas coba deh kamu pegang salah satu pembalut"
"Yakali enggak ah Dek, itukan hiii enggak ah"
"Mass, ayoklah sekali ini aja, itu masih bersih kok belum ada jus strowberry nya"
menghela nafas panjang sambil menahan malu nya
"Baik-baik, Aku akan memegang pembalut yang ada ditanganmu itu aja ya"
"Oke Mas, ini" dikasihkan pembalut itu ke Tuan Sanjaya.
"Aku akan memotretmu senyum dong Mas yang lebar dan kelihatan giginya"
Tuan Sanjaya tanpa berfikir panjang langsung menuruti kemauan istrinya.
"Makasi Mas, nanti hadiah ciumannya dirumah aja ya" berbisik ditelinga Tuan Sanjaya.
"Baik aku tunggu jika kamu berbohong aku akan menghukummu dek" balas bisikan dari Tuan Sanjaya.
"Siap Mas"
"Hanya mencium itu urusan yang mudah Mas hehe" batin Aisyah.
setelah berbelanja pembalut mereka pun melanjutkan memilih camilan untuk dibelinya, karena memang Tuan Sanjaya dan Aisyah suka banget ngemil jadi buat stok dirumah.
saat hendak ke kasir Aisyah melihat masker wajah favorit nya yang sering ia gunakan bersama teman-temannya ketika dipondok.
"Mas-Mas aku boleh beli ini" ditunjukkan masker tersebut oleh Aisyah.
"Belilah Sayang apapun kamu boleh membelinya"
"Uhhh makasih Mas,
Mas-Mas kalau gitu boleh enggak membeli Mas penjaga kasir itu"
"Kamu hanya milikku dan akan tetap milikku Dek, kamu paham..!!!!"
"Iya Sayang akukan tadi hanya bercanda hehe"
setelah selesai berbelanja Tuan Sanjaya dan Aisyah berjalan menuju ke kasir untuk membayar.
"Mas kamu ya yang bayar, aku nggak punya uang" bisik Aisyah.
Tuan Sanjaya menghadap ke arah Aisyah sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju pulang kerumah dan saat ditengah perjalanan Aisyah ingat bahwa nanti ia ingin membeli ice cream.
"Mas nanti kita beli ice cream ya, aku ingin makan ice cream"
"Iya sayang nanti kalau kamu menjumpai toko ice cream bilang ke aku ya" sambil fokus menyetir
"Siap Mas"
selang beberapa waktu Aisyah menjumpai toko ice cream yang sempat ia lihatnya tadi saat berangkat.
__ADS_1
"Mas-Mas itu toko ice creamnya"
"Iya dek Aisyah" Tuan sanjaya mencari tempat parkir motornya dan masih membonceng Aisyah.
"Biar aku saja Mas yang masuk, kamu tunggu sebentar disini ya"
"Emang kamu berani...???" ledekan Tuan Sanjaya.
"Berani dong kalau bawa uang hehe Mas minta uang"
Tuan Sanjaya mengeluarkan uang sebanyak lima ratus ribu rupiah dari kantong piyamanya.
"Segini cukup Dek??"
"Udah cukup banget itu mah Mas, malah segini itu bisa buat uang saku pas aku dipondok"
"Ya sudah kamu masuk sana, uangnya harus habis dan enggak boleh tersisa sama sekali"
"yang irit dong Mas, aku beli ice cram satu aja palingan harganya sepuluh ribu"
"Ini udah irit Dek, nantikan bisa buat stock dirumah"
"Oh gitu yasudah Mas, aku belikan semuanya ya"
"Iya sayang"
Aisyah pun masuk kedalam toko ice cream itu dan Tuan Sanjaya menunggunya diluar.
setelah beberapa menit berlalu Aisyah keluar toko dengan membawa dua buah kresek besar yang isinya ice cream semua, Aisyah membawanya dengan sangat keberatan tapi juga dengan tersenyum lebar.
Tuan Sanjaya yang melihat Istrinya seperti itu malah membuatnya tertawa berbahak-bahak.
"Ihh jahat sekali kamu Mas, udah tau Istrinya kesusahan malah ditertawain"
"Ekspresi kamu itu lucu Dek mangkannya aku tertawa"
"Ya sudah sini ice creamnya ditaruh didepan saja"
"Siap boss"
"Udah ini nggak ada yang mau dibeli lagi Dek, mumpung lagi keluar"
"Udah Mas udah semua"
"Oke berangkat pulang, Hadiah aku datang"
Tuan Sanjaya melajukan motornya dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya.
dalam waktu dua puluh menit Tuan Sanjaya dan Aisyah sampai dirumah selanjutnya mereka menaiki tangga dan menuju kamarnya tak lupa dengan menaruh ice cream dikulkas.
setelah sampai dikamar Tuan Sanjaya dan Aisyah pun mejatuhkan badannya ditempat tidur.
"Hmmm aku capek sekali Mas"
"Lebih capek aku Dek, aku yang nyetir"
"Mana Dek hadiahku"
"Kamu Sholat dulu dong Mas nanti hadiahnya aku double deh"
"Nanti kamu bohong lagi"
"Enggak sayang aku beneran lo"
"Ya udah aku Sholat dulu ya"
"Oke bos"
Tuan Sanjaya menuju ke kamar mandi untuk berwudhu dan menggosok gigi setelah itu ia Sholat Isya'.
Aisyahpun berjalan kekamar mandi saat Tuan Sanjaya sholat.
setelah berganti pembalut dan menggosok gigi tak lupa dengan cucu muka Aisyah pun kembali ke tempat tidurnya disana sudah ada Suaminya yang menunggu hadiah darinya.
"Mana hadiahku"
"Iya-iya sayang"
Aisyah mencium kening dan pipi Tuan Sanjaya.
"Bibirnya belum"
"Besok Mas hehe"
__ADS_1