Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
Singapura


__ADS_3

Tuan Sanjaya langsung melucuti satu persatu pakaiannya dan menuju kamar mandi, sore ini Tuan Sanjaya tidak berendam karena tidak ada waktu untuknya berendam.


Setelah selesai mandi Tuan Sanjaya memakai baju berwarna merah hati dan celananya berwarna hitam yang membuat kulitnya semakin terlihat cerah dan menambah ketampanannya tak lupa dengan membawa earphone dan ditaruhnya dileher.


Setelah tuan sanjaya selesai, Ibu pun juga telah selesai dan siap untuk pergi ke bandara.


Tuan Sanjaya dan Ibunya menuruni tangga dan disambut oleh Pelayan-Pelayan rumahnya dengan senyuman dan ada rasa kagum karena ketampanan Tuan muda nya dan kecantikan Nyonya besarnya itu.


"udah punya anak perjaka tapi masih cantik aja Nyonya" ujar salah satu Pelayan rumah


Pak Rodi mengikuti langkah kaki Tuan muda dan Nyonya muda dibelakang.


"Pak Rodi nanti ikutlah saya ke bandara, ada yang perlu saya sampaikan ke bapak"


guman lirih Tuan Sanjaya menghadap belakang sambil tangannya yang kiri menutupi mulutnya agar semua Pelayan tidak mendengarkan pembicaraan Tuan Sanjaya dengan Pak Rodi.


"baik Tuan" dengan jawaban yang lirih


mobil yang akan diumpangi Nyonya besar dan Tuan muda nya sudah berada diluar dan siap untuk mengantarkan mereka ke bandara.


Tuan muda dan Nyonyapun segera masuk didalam mobil.


Nyonya besar duduk didepan , Tuan sanjaya dan Pak Rodi duduk dibelakang.


Saat diperjalanan tidak ada suara apapun yang bergeming didalam mobil. hanya ada suara jam tangan milik Tuan Sanjaya yang terdengar lirih namun agak keras.


Tuan Sanjaya pun membuat suasana dimobil agar tidak hening dengan dimulainya memanggil ketua pelayan itu


"Pak Rodi" sambil melihat jendela


"Iya Tuan muda" melihat ke arah Tuan mudanya. .

__ADS_1


"Sebelum saya berangkat ke singapura. tolong bagikan ini ke semua Pelayan rumah, karena hari ini mereka sudah bekerja dua kali lipat dari seperti biasanya"


"Baik Tuan"


Tuan Sanjaya pun mengeluarkan uang sebesar lima puluh juta rupiah dari saku celananya


"Bagilah dengan rata. empat puluh juta untuk kamu bagikan dengan semua Pelayan dirumah dan sepuluh juta ini untuk belanja kebutuhan rumah atau dapur selama aku dan Ibu pergi"


"Baiklah Tuan,kalau boleh saya tau Tuan muda dan Nyonya besar akan pergi berapa hari.??" pertanyaan dari Pak Rodi untuk Tuan Sanjaya


"Saya akan pergi mungkin hanya dua hari saja"


"Oh baiklah Tuan, semoga Tuan besar bisa segera sembuh dan dapat kembali pulang bersama anda, Nona Siska dan juga Nyonya"


"Iya" jawab singkat Tuan Sanjaya sambil memegang telepon pribadi miliknya untuk mengecek whatsApp nya.


"Jangan lupa Pak pesanku kemarin"


"Carikan tangan kedua untukku, besok saat aku sudah kembali orang itu sudah harus ada dirumah untuk memperkenalkan diri dan kemampuannya"


"Baik Tuan muda, akan saya lakukan perintah Tuan"


"Hmmmm" jawab tuan sanjaya


Setelah sampai bandara Tuan Sanjaya dan Ibunya langsung menuju ke pesawat karena sepuluh menit lagi pesawat itu akan lepas landas


sambil melambaikan tangan nya tanda perpisahan ,Pak Rodi pun kembali ke rumah Tuan muda nya bersama sopir mobil rumah itu.


"semoga Tuan muda dan Nyonya selamat sampai tujuan Aamiin" guman Pak Rodi


Di bandara

__ADS_1


Nyonya dan Tuan muda masuk ke pesawat, saat Tuan Sanjaya melihat ke arah Ibunya


"Bu, kok wajah Ibu pucat..?? apakah Ibu sakit"


"Oh tidak nak Ibu tidak apa -apa tadi Ibu hanya belum makan saja, karena terlalu senang bisa kembali ke singapura dan lebihnya lagi nanti Ayah bisa pulang bersama kita"


"Pelayan"


memanggil salah satu pelayan dipesawat


"Iya Tuan ada yang bisa saya bantu" jawab pelayan pesawat itu


"Cepat bawakan makanan kesini Ibu ku belum makan,dan jangan lupa bawakan minumnya juga"


"Baik Tuan" pelayan itu bergegas mengambilkan makanan sebelum pesawatnya lepas landas.


"Sebentar Bu, pelayan sedang mengambilkanmu makanan"


"Baik nak"


Sekitar 5 menit pelayan itu datang dan membawa makanan untuk Ibunya tuan sanjaya.


"Silahkan menikmati Nyonya" sambil tersenyum


"Iya, terima kasih"


pelayan itu pergi meninggalkan Tuan dan Nyonya tadi.


Ibu pun memakan dengan sedikit terpaksa karena memang sebenarnya dia tidak mau makan dan tidak nafsu makan.


Pesawat yang ditumpangi Tuan Sanjaya dan Ibunya telah lepas landas

__ADS_1


Empat jam penerbangan dan pada pukul 21:00 pesawat itu mendarat dibandara Singapura dengan selamat .


Ibu dan Tuan Sanjaya segera menuju ke Rumah Sakit untuk menjemput Ayahnya


__ADS_2