Neng Aisyah Pilihan Ayahku

Neng Aisyah Pilihan Ayahku
tanda merah


__ADS_3

"Dek kita pemanasan aja dulu yuk"


"Pemanasan apa mas"


"Kita main di atas ranjang aja dulu, tapi punyamu enggak aku masukin kok dek, kan kamu masih datang bulan"


"Maksudnya mas mau mainin tubuh Aisyah gitu.


"Heem dek, selama nikah kita belum pernah saling meraba, padahal tubuhmu itu tubuhku juga"


Aisyah mengalihkan pembicaraan tuan Sanjaya, karena memang Aisyah sangat belum siap dan masih merasa malu.


"Oh iya mas tadi Aisyah beli masker kan ya, ayuk maskeran yuk mas"


ujar Aisyah sambil mengambil masker yang dibelinya.


"Hmmmm" tuan Sanjaya menjawab tanpa melihat Aisyah sama sekali


"Kamu marah mas...????"


"Enggak, ngapain harus marah"


"Sebenarnya aku itu hanya mengujimu Aisyah, setelah aku seperti ini bagaimana caramu mendamaikan keadaan"


batin tuan Sanjaya dengan berbalik badan sambil bermain telepon miliknya


"Mas maafkan Aisyah"


sambil memeluk tuan Sanjaya dari belakang


"Hmmmmm"


"Mana bibirmu, balikan badanmu menghadapku akan aku cium"


"Emang bener apa, nanti kamu bohong lagi dek"


menahan tertawa kemenangan.


"Enggak mas, Aisyah enggak bohong kalau Aisyah bohong nanti kamu boleh deh pukul Aisyah"


dengan sangat pasrah


tuan Sanjaya pun berbalik badan dan melihat istrinya yang ternyata telah mengeluarkan air mata.


"Ya Alloh dek kamu nangis..???"


"Maafkan aku dek, bukan maksudku membuatmu menangis seperti ini, tadi aku hanya bercanda sekaligus mengujimu, sekali lagi maafkan aku karena telah membuatmu sangat merasa bersalah"


"Kamu tidak bersalah mas, memang Aisyah yang terlalu seenaknya sendiri, Aisyah sudah menikah denganmu dan memang sudah tugas Aisyah memuaskanmu"


Tuan Sanjaya pun mendekat ke Aisyah, memeluknya sangat erat dan mencium bibir Aisyah dengan sangat lama tanpa ada tolakan dari Aisyah.


Malam semakin larut, tuan Sanjaya yang masih belum tertidur karena tengah meraba-raba tubuh Aisyah yang berisi tapi tidak gemuk.


sedangkan Aisyah yang hanya pasrah namun juga sangat menikmati sentuhan lembut dari suaminya.


"Saat tuan Sanjaya membuat tanda merah dengan bibirnya dileher Aisyah, terdengar suara rintihan sakit dari Aisyah yang terdengar lirih, serta ekspresi wajah Aisyah yang menahan Sakit"


"Aduh baru diginiin saja udah sakit apalagi pas ena ena"


batin Aisyah.


tuan Sanjaya yang masih melanjutkan kesibukannya menjelajah tubuh Aisyah kecuali diarea sensitif karena memang Aisyah masih datang bulan.


"Aku mencintaimu, terima kasih untuk malam ini, besok lagi ya istriku"

__ADS_1


bisik tuan Sanjaya sambil mencium kening Aisyah.


"Iya suamiku, sudah menjadi kewajibanku sebagai istrimu untuk memuaskan nafsu birahimu"


tuan Sanjaya memeluk Aisyah dan Aisyah membenamkan wajahnya didada bidang tuan sanjaya.


"Entah kenapa aku sungguh merasa sangat nyaman saat berada didekapanmu suamiku, apa karena ketulusan darimu hingga kau membuatku sangat nyaman" batin Aisyah sambil memejamkan matanya secara perlahan.


mereka pun terlelap dalam pelukan.


Jam menunjukkan pukul 04:00 Adzan subuh pun telah berkumandang disemua masjid yang sedikit dekat dengan rumah tuan Sanjaya dan Aisyah.


Aisyah pun selalu terbangun saat mendengar Adzan, sekalipun ia datang bulan.


"Mas sudah subuh, waktunya Sholat subuh"


membangunkan dan masih berada dipelukan tuan Sanjaya.


"Iya dek, terima kasih sudah menjadi alarm kebaikanku" mencium pipi Aisyah dan melepaskan pelukannya.


setelah itu tuan Sanjaya menuju ke kamar mandi untuk berwudhu, sedangkan Aisyah yang sudah membuka matanya tapi masih diatas tempat tidur.


saat tuan Sanjaya telah selesai berwudhu, dan menunaikan Sholat subuh.


Aisyah pun terduduk dari tempat tidurnya dan melihat kondisi piyamanya.


"Ya Alloh kancing bajuku sampai lepas,hmm ganas juga suamiku" batin Aisyah sambil membenahi kancingnya yang lepas.


Aisyah menuruni tempat tidur sekalian merapikannya setelah itu ia ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


saat Aisyah mandi, terdapat tanda merah yang tak cukup banyak berada dilehernya,


karena Aisyah berkulit putih jadi tanpa kecupan tuan Sanjaya terlihat sangat jelas.


dua puluh menit berlalu Aisyah telah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk bajunya dan memakai dalemannya saja.


saat Aisyah mengambil pakaian dan berganti dikamar mandi tuan Sanjaya pun mencegahnya.


"Aisyah"


"Iya mas ada apa"


"Kamu mau kemana"


"Aku sedang akan ke kamar mandi untuk berganti pakaian"


"Jangan ke kamar mandi, gantilah disini saja cari tempatmu untuk berganti pakaian kecuali dikamar mandi"


"Tapikan mas" sambil melihat tempat disekelilingnya.


"Ini tantangan untuk kamu dek, jika kamu berhasil aku akan sangat bahagia"


"Baiklah mas, aku akan menjalani tantangan yang aneh darimu"


Aisyah pun berjalan mencari tempat yang bisa menutupi badannya saat berganti pakaian nanti.


saat Aisyah melihat almari dan benar dia telah menemukan tempatnya,


Aisyah berganti pakaian dibelakang pintu almari yang nantinya bisa menutupi badannya.


tuan Sanjaya yang melihat cara Aisyah menjalani tantangan darinya cukup membuatnya bingung karena Aisyah dengan ide berliannya dapat mengubah pintu almari menjadi tempat ganti baju.


"Apa karena dia sering gitu ya pas dipondok, berganti baju dibelakang pintu almari"


batin tuan Sanjaya.

__ADS_1


tuan Sanjaya sangat menikmati tontonannya,walaupun ia tidak dapat melihat tubuh Aisyah setidaknya masih bisa melihat pundaknya dan juga gerak gerik tubuh Aisyah saat berganti pakaian.


tuan Sanjaya melihatnya dengan tersenyum geli.


setelah Aisyah selesai berganti pakaian ia pun segera mendekati tuan sanjaya yang sedang duduk disofa.


"Mas, lihatlah akibat ulahmu tadi malam"


menunjuk ke arah leher yang ada tanda merah bibir.


tuan Sanjaya yang melihat hasil karyanya dileher istrinya tadi malam sangat merasa puas dan membuatnya tertawa berbahak.


"Hmm bagus juga karyaku hahahahaha"


"Ih kamu mah, sakit tauk mas"


"Uluh-uluh sini sayang"


Aisyah pun medekati tuan Sanjaya dan alhasil dipeluklah oleh suaminya itu.


sambil melihat ke wajah tuan Sanjaya


"Mas bentar ya aku akan membuatkanmu teh"


"Heem dek" mencium kening Aisyah.


Aisyah menuju ke depan kaca riasnya dan memakai kerudungnya


setelah itu ia segera keluar dari kamar dan langsung menuju dapur untuk membuatkan teh,


dirumah itu hanya ada satu pelayan perempuan dan satu tukang kebun.


saat setelah berada didapur Aisyah pun bertemu dengan pelayan yang belum dikenalnya.


"Selamat pagi nona"


"Selamat pagi juga bi, bibi sudah mulai memasak ya"


"Iya non ini saya sedang memasak makanan untuk sarapan nona dan tuan muda nanti"


"Oh oke bi lanjutkan"


"Baik non, kalau boleh tau nona muda kenapa ke dapur"


"Ini bi saya sedang membuatkan teh untuk mas Sanjaya"


"Biar saya saja nona yang membuatkan tuan muda teh"


"Hmm tidak usah bi, saya sudah sering kok membuatkan suami saya, lagi pula saya suka membuat teh" senyum manis Aisyah untuk bibi yang bermaksud membantunya.


"Baiklah nona, saya akan melanjutkan memasak dulu, jika nanti nona membutuhkan bantuanku bisa langsung panggil saya"


"Oke bi terima kasih" balas Aisyah sambil menunggu air mendidih.


setelah lima menit air telah mendidih dan dituangkan ke cangkir berisi teh dan gula Aisyah pun mengaduknya sampai tercampur.


"Saya naik dulu ya bi"


"Iya non, mau aku antar..??"


"Oh tidak perlu bi, saya bisa sendiri"


"Baiklah non" menundukan kepala sambil tersenyum.


Aisyah berjalan menuju kamar,

__ADS_1


setelah sampai dikamar Aisyah mendekati suaminya ia membuat dua teh satu untuknya dan satu untuk tuan Sanjaya.


Aisyahpun mengajak suaminya berpindah tempat duduk didekat jendela.


__ADS_2