
Salah satu pelayan dirumah itu menunjukkan semua ruangan dan juga tempat tidur tuan muda dan nona mudanya itu.
Setelah tuan Sanjaya dan Aisyah tau ruangan ruangan yang ada dirumah baru mereka Tuan Sanjaya dan Aisyah pun menuju ke kamar untuk beristirahat.
Namun sekarang sudah jam satu siang Aisyah mengajak tuan sanjaya untuk sholat dzuhur dahulu.
"Mas sholat dzuhur dulu yuk, udah masuk waktu sholat dzuhur nih,setelah ini kita bisa tidur lagi nanti"
"Bentar lah sayang kita rebahan dulu aja, sambil memainkan hp nya"
"Hemm kalau kamu enggak sholat sekarang yasudah mas aku mau sholat aja dulu, dan mainkan terus setan gepengmu itu"
Merasa sangat kesal dan Sambil berjalan ke kamar mandi.
Tuan sanjaya yang memperhatikan kelakuan Aisyah secara diam diam membuat hati tuan sanjaya merasa sangat terguncang akibat tak sanggup melihat kegemasan Aisyah saat cemberut dan marah.
Saat Aisyah keluar dari kamar mandi ia pun bukannya mengambil mukena tapi malah mengambil sesuatu dialmarinya, tuan sanjaya yang tidak terlalu melihat apa yang diambil Aisyah langsung berpura pura menutup matanya dan saat kembali dibuka ternyata Aisyah sudah kembali ke kamar mandi.
"Cepat amat ni bocah" batin tuan sanjaya.
Tuan sanjaya pun kembali memainkan setan gepengnya.
Saat Aisyah telah selesai dengan urusannya dikamar mandi Aisyah pun keluar dan menuju kasurnya.
Tuan sanjaya yang berada dibelakangnya merasa heran kenapa Aisyah malah merebahkan badan disampingnya.
"Lo dek kamu kenapa kok enggak sholat" mengambil posisi duduk dan menghadap ke arah Aisyah
"Aku udzur mas"
"Udzur apa to dek,mas enggak ngerti"
"Aku datang bulan mas, pantes aja kemarin wajahku muncul jerawat"
__ADS_1
"Haa..!! Apa dek kamu datang bulan.??, Aduh gagal dong dek rencanaku"
"Rencana apa mas" tanpa dijawab oleh tuan sanjaya dan malah suaminya itu mengalihkan pembicaraan
"Kamu datang bulan biasanya berapa hari dek..? Ada seminggu lebih kah..?"
"Minimal tujuh hari mas kalau maksimal ya sepuluh sebelasan hari lah, kan aku juga masih gadis mas jadi lama datang bulanku"
"Duh gagal dehh" sambil mengarahkan tangan dikeningnya.
"Sampean kenapa sih mas"
"Gakpapa, aku mau sholat dulu" turun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk berwudhu.
"Mas mas sampean ini lucu saat bersamaku sifatmu yang kadang konyol kadang juga seperti anak kecil tapi kamu juga sering menunjukkan sifatmu yang dewasa itu, tapi aku juga suka sih denganmu yang sungguh romantis itu.
Apa karena gara gara pengalamnmu yang sering berpacaran itu ya yang membuatmu seromantis ini" batin Aisyah saat melihat suaminya berjalan ke kamar mandi.
Saat Aisyah melihat suaminya melaksanakan sholat dan tanpa mengusap Air wudhu yang berada diwajahnya tentu Aisyah sudah mengerti arti dari semua yang dilakukan suaminya hingga membuat ia kagum..
Setelah selesai sholat tuan sanjaya sejenak berdzikir dan berdo'a setelah itu tuan sanjaya melipat sajadahnya dan dutaruhnya dialmari tempat dimana mukena Aisyah juga ditaruh disitu.
Tuan sanjaya pun berjalan menuju tempat tidur dan terduduk disamping Aisyah berbaring.
"Kamu belum tidur dek"
"Hehe belum mas tadi Aisyah memperhatikan sholat sampean,
Oh iya mas Aisyah mau tanya"
"Tanya apa sayang"
"Tadi kan kamu setelah berwudhu benih benih air yang ada diwajahmu tidak kamu lap dengan handuk dan kamu biarkan benih benih air itu tetap berada diwajahmu.
__ADS_1
"Hmmm emang ada faedahnya atau gimana mas" niat mengetes suaminya karena memang Aisyah sangat merasa kagum jadi dia juga ingin melihat jawaban langsung dari suaminya.
"Hemm kamu ngetes aku ya" tersenyum mencubit hidung Aisyah.
"Ehh enggak lo mas hehe" Aisyah pun ikuy terduduk dan meluruskan kakinya seperti apa yang dilakukan suaminya setelah itu bersandar dibahu tuan sanjaya.
Tuan sanjaya yang mendapati Aisyah mengikutinya duduk ia pun segera memegang tangan Aisyah dan menggabungkan jarinya dan jari Aisyah hingga menyatu.
Tangan satunya tuan sanjaya memeluk pinggang Aisyah.
"Iya aku jawab,
Meskipun aku tidak pernah mondok sepertimu tapi aku juga sedikit sedikit faham dek mengenai agama dan salah satunya tadi membiarkan Air wudhu tetap berada diwajah itu faedahnya agar ketika nanti saat hari akhir datang wajah yang terkena Air wudhu dan tanpa mengelap air wudhunya bisa membuat wajah menjadi bercahaya"
Aisyah yang mendengar penjelasan dari suaminya membuat ia merasa seperti sedang diceramahi oleh ustadz tampan.
"Aku sungguh kagum mas denganmu, tuan sanjaya yang terkenal dingin dan tidak peduli itu ternyata dia sangat penyayang dan juga sangat peduli"
"Apa kamu bilang" sambil menggelitiki tubuh Aisyah.
"Mas mas kenapa si kamu itu selalu mengambil point yang tidak penting (tertawa geli) hentikan mas aku sangat geli"
karena Aisyah juga sedang datang bulan dan ini hari pertamanya membuat darah haid Aisyah keluar karena tertawanya itu.
Tuan sanjaya pun menghentikan gelitikannya.
"Lain kali jaga perkataanmu dek" sambil mencium kening Aisyah..
"Iya mas maafkan Aisyah ya"
"Heem" tersenyum ke Aisyah.
Mereka pun membaringkan badannya ke tempat tidur, tangan tuan sanjaya melingkar ke bahu istrinya dan Aisyah menenggelamkan wajahnya didada tuan sanjaya hingga mereka pun terlelap dalam kehangatan.
__ADS_1